Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 170


__ADS_3

Pertarungan yang begitu sengit antara Zion dan Dominic masih berlangsung. Kali ini bukan hanya mereka berdua saja yang bertarung tetapi anak buah mereka juga sudah saling memukul untuk mengalahkan satu sama lain. Bersamaan dengan itu, Foster telah tiba di lokasi. Ia tiba lebih dulu dibandingkan Austin dan juga Lucas. Karena tidak mau sampai terlambat pria itu segera turun dari mobil.


Namun tiba-tiba saja sesuatu terjadi. Wanita yang sejak tadi bersama dengannya menodongkan senjata api dan melekatkannya di pelipis. Tentu saja hal itu membuat Foster kaget bukan main. Ia ingin bergerak untuk memandang wajah wanita itu secara langsung namun wanita itu menekan senjata apinya semakin kuat hingga membuat Foster menjadi khawatir.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kita datang ke tempat seperti ini?" tanya wanita itu penuh curiga.

__ADS_1


Tadinya Foster sempat berpikir yang aneh-aneh. Pria itu sempat menebak kalau wanita yang sejak tadi bersamanya adalah bagian dari anggota Dominic. Setelah mendengar pertanyaan dari wanita itu Foster menjadi tahu kalau wanita itu melakukan semua ini karena dia ingin melindungi dirinya sendiri. Bahkan senjata api yang ia gunakan juga senjata api milik Foster yang disimpan di balik jok. Tentu saja bagi Foster sangat mudah untuk mengatasi situasi seperti ini.


"Mereka temanku. Mereka sedang melawan Dominic dan bawahannya. Kau bisa lihat sendiri kalau mobil-mobil itu adalah mobil gerombolan Dominic yang tadi sempat mendahului kita. Apa yang kau harapkan dariku? Aku tidak akan mungkin mencelakaimu. Karena jika aku berniat untuk mencelakaimu, sejak awal aku tidak akan membayarmu. Aku bisa saja menghabisi nyawamu setelah kau menyelesaikan tugasmu dengan baik tadi. Tapi sampai detik ini aku masih bertanggung jawab atas keselamatanmu. Bahkan aku tidak menurunkanmu di tengah jalan. Jangan curigai aku karena aku bukan pria jahat seperti yang kau pikirkan. Semua ini akan menjadi urusanku. Aku jamin kau tidak akan terlibat di dalamnya. Tetap di dalam mobil. Jangan pernah tinggalkan mobil ini agar kau tetap aman. Aku harus menemui saudaraku untuk menolongnya."


"Baiklah. Aku percaya dengan apa yang kau katakan. Jangan pernah libatkan aku di dalam masalahmu. Apalagi dengan hal-hal yang berhubungan dengan Dominic. Aku sangat tidak menyukainya," ujar wanita itu sebelum melempar senjata api yang sempat ia genggam ke bawah.

__ADS_1


Foster mengutip senjata api itu lalu mengecek peluru yang ada di dalamnya. Setelah memeriksanya, Foster tertawa namun ia tidak memperlihatkannya di depan wanita itu dia hanya menahan tawanya di dalam hati saja. Senjata api yang digunakan wanita itu ternyata tidak ada pelurunya. Hal ini sudah jelas kalau wanita itu tidak berbakat dalam hal menembak. Kali ini Foster tidak perlu mengkhawatirkan wanita itu lagi karena semua sudah jelas kalau wanita itu tidak akan membahayakan baginya.


"Apa aku boleh pergi sekarang?"


Wanita itu hanya mengangguk saja. Ia mengatur duduknya agar posisinya bisa berbaring. Wanita itu merasa sangat lelah dan mengantuk dia juga tidak tertarik untuk melihat pertarungan yang begitu mengerikan di sana.

__ADS_1


__ADS_2