
"Bos, kami sudah melakukan penyelidikan terhadap pasukan Gold Dragon yang tersisa. Tidak ada satu orang pun yang mencurigakan. Mereka bekerja sesuai perintah dan tidak pernah menyalahkan aturan yang sudah anda buat. Meskipun sekarang pasukan kita tidak sebanyak dulu lagi, tetapi mereka cukup membantu jika anda dalam masalah.
Saya sengaja hanya meletakkan beberapa saja di markas karena sebagian lagi saya kirimkan untuk menjaga Bos Norah dan Nona Daisy. Meskipun Bos Norah tidak meminta tetapi bukankah anda sendiri pernah bilang kepada saya untuk selalu menjaga Barang Norah dan Nona Daisy dimanapun mereka berada.
Terutama ketika anda tidak bisa menjaga mereka. Maafkan saya karena mengambil keputusan ini secara sepihak. Saya sama sekali tidak memiliki niat untuk mengabaikan anda. Saya melakukan semua ini karena kemarin anda terlihat sibuk di Dubai. Nomor telepon anda juga tidak bisa dihubungi," ucap seorang pria yang kini berdiri di hadapan Zion. Namun Zion tidak juga memberikan respon hingga membuat pria itu semakin khawatir. Dia merasa kalau Zion pasti marah karena perbuatannya yang begitu lancang.
"Bos, saya akan melakukan apapun demi menebus kesalahan saya. Tapi tolong bicaralah. Saya sadar kalau saya memang salah. Tidak sepantasnya saya melakukan semua ini," ucap pria itu lagi. Berharap perkataannya kali ini mendapatkan respon dari Zion.
Pria itu sama sekali tidak menyangka kalau kini Zion sedang memikirkan Faith. Pria itu sangat merindukan Faith sehingga tidak bisa konsentrasi lagi. Semua ocehan yang dikatakan pria di depannya sama sekali tidak ia dengarkan. Bahkan kini pria itu masih belum sadar kalau dia ada di markas Gold Dragon. Sikapnya sebagai seorang pemimpin yang selalu ditakuti, kini berubah total. Zion menjadi aneh sejak pria itu memutuskan untuk jatuh cinta.
"Bos, apa Anda baik-baik saja?" tanya pria itu untuk terakhir kalinya. Jika kali ini Zion tidak memberikan respon lagi, pria itu akan memukul dirinya sendiri sebagai ungkapan rasa menyesalnya. Hanya itu yang bisa ia lakukan.
Zion tersadar dari lamunannya. Pria itu membenarkan posisi duduknya lalu memandang pria yang berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh arti. Dia berdehem sebentar. Meneguk minuman yang tersaji di depan sebelum meletakkan gelasnya kembali ke meja.
"Ke mana saja pasukan Gold Dragon? Kenapa aku cuma melihat sedikit saja di markas? Apa mereka sedang melakukan tugas penting? Kenapa tidak memberi tahuku?" tanya Zion hingga membuat pria yang di depannya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Berarti sejak tadi Bos Zion tidak mendengarkan penjelasanku. Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh Bos Zion. Apa ada masalah besar yang kini mengganggu pikirannya?" gumam pria itu di dalam hati.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tuduh Zion asal saja. Meskipun selama ini Zion sangat percaya dengan pria itu tetapi kali ini sifat pria itu membuatnya curiga. Biasanya setiap kali ditanya pria itu akan langsung menjelaskannya dengan begitu panjang lebar. Dia sama sekali tidak menyangka kalau tadi pria di depannya sudah menjelaskan semuanya secara rinci namun dirinya saja yang tidak mendengarkannya karena sibuk memikirkan Faith.
"Saya mengirim mereka untuk menjaga Bos Norah dan juga Nona Daisy, Bos. Maafkan saya karena tidak meminta izin anda sebelumnya."Lagi-lagi pria itu menunduk dengan wajah bersalah.
"Bagus! Itu ide yang sangat bagus! Aku setuju dengan keputusan yang kau ambil. Lalu bagaimana penyelidikan yang pernah aku katakan? Apa kau sudah memastikan kalau semua pasukan kita tidak ada yang berkhianat. Tidak ada yang menjadi mata-mata musuh?"
Pria itu menghela napas kasar. Dia harus ekstra sabar untuk menghadapi Big Boss-nya yang kini sudah banyak berubah.
Zion beranjak dari kursi yang ia duduki. "Bagus kalau begitu. Sepertinya di sini tidak ada masalah. Sekarang aku bisa pulang," ucap Zion dengan penuh semangat. Sebenarnya pria itu tidak akan benar-benar pulang ke rumah karena ia sudah memutuskan untuk menemui Faith di Amerika. Zion tidak peduli jika ia harus mondar-mandir Amerika dan Cambridge. Yang penting ia bisa bertemu dengan wanita yang ia cintai. "Tidak tidak. Aku tidak akan pulang. Siapkan saja pesawat. Aku ingin berangkat ke Amerika. Aku ingin menemui seseorang yang sangat penting." Zion sudah tersenyum meskipun hanya membayangkan wajah Faith.
"Apa terjadi sesuatu di Amerika Bos?" Berbeda dengan pria di depan Zion yang kini memasang wajah khawatir. Zion tidak akan mungkin pergi secara mendadak seperti ini jika tidak ada urusan yang penting.
"Aku ingin menemui Faith," jawab Zion dengan nada yang begitu lantang. "Kau tidak perlu ikut, karena kau bertugas untuk menjaga markas ini agar selalu aman. Aku pasti baik-baik saja karena aku bisa menjaga diriku sendiri."
__ADS_1
Pria itu mengernyitkan dahi ketika ia lagi-lagi mendengar nama Faith. Di dalam pikirannya Faith itu adalah wanita yang sangat jahat. Semua pasukan Gold Dragon tidak pernah ada yang tahu kalau sebenarnya Faith melakukan semua itu karena perintah dari Opa Zen. Karena memang sampai detik ini Zeroun tidak menjelaskan hal apapun hingga membuat mereka semua salah paham terhadap Faith.
"Bos! Maafkan saya karena harus berbicara dengan begitu lancang. Tetapi Nona Faith sudah pernah menyakiti hati anda dan mengabaikan perasaan Anda. Kenapa Anda masih mau untuk menemuinya? Bukankah masih banyak wanita di luar sana yang mau menerima anda. Anda ini pria yang sangat sempurna. Sudah sepantasnya Anda mendapatkan wanita yang terbaik." Pria itu sebenarnya takut. Tapi dia harus memperingati Zion agar tidak sakit hati lagi.
"Faith adalah wanita terbaik yang baru saja kau katakan. Ceritanya panjang tapi sayangnya aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskan semuanya. Aku dan Faith sudah berdamai." Zion menahan kalimatnya karena ia merasa salah bicara. "Sebenarnya di antara aku dan Faith tidak pernah ada masalah. Ini semua karena salah paham. Lebih tepatnya aku dan Dominic sekarang sudah menjadi satu tim. Kami tidak lagi bermusuhan."
Pria di depan Zion semakin syok mendengar berita tersebut. "Bagaimana bisa Bos? Bukankah terakhir kali Anda menemui Dominic di Las Vegas pria itu terlihat sangat angkuh. Sampai-sampai Anda berjanji kepada saya kalau anda tidak mau menginjakkan kaki anda di Las Vegas lagi." Nada bicara itu semakin tinggi. Ekspresi wajahnya semakin serius.
"Ya. Kau benar. Tapi sekarang aku sudah menarik kembali kata-kataku. Sepertinya Las Vegas bukan kota yang buruk. Aku juga ingin sering-sering ke sana setelah ini. Kalian juga harus membiasakan diri untuk bergaul dengan orang-orang yang ada di Las Vegas. Orang-orangnya di sana tidak seburuk yang kita pikirkan. Mereka juga ramah sama seperti kalian semua," puji Zion hingga membuat lawan bicaranya semakin bingung.
Zion terpaksa memuji-muji kota Las Vegas agar bawahannya tidak lagi menaruh dendam terhadap kota Las Vegas dan juga Dominic. Bagaimanapun juga persyaratan yang diajukan Dominic sebelum ia merestui hubungannya dengan Faith harus menjadi ipar yang baik. Ini adalah salah satu cara Zion untuk menjadi adik ipar yang baik di mata Dominic.
"Baik bos," ucap pria itu pasrah. Dia tidak memiliki wewenang untuk menyangkal apa yang dikatakan oleh Zion.
"Kalau begitu aku berangkat dulu karena aku tidak memiliki banyak waktu. Aku harus segera tiba di sana!" Zion segera pergi meninggalkan pria itu sendirian. Meskipun Zion sudah pergi meninggalkan markas tetapi pria itu masih berdiri di sana dengan wajah yang bingung.
__ADS_1
"Apa yang sudah menyebabkan bos Zion tiba-tiba berubah seperti ini? Sebaiknya aku ikuti saja bos Zion ke Amerika. Aku tidak mau sampai dia terjebak dalam permainan Dominic dan adiknya yaitu Nona Faith," gumam pria itu sebelum berputar.