Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 222


__ADS_3

Norah dan Austin telah tiba di alamat yang ditujukan anak kecil tersebut. Austin memberhentikan mobilnya di depan gerbang. Seorang penjaga mendekati mobil mereka. Anak kecil tadi segera turun dari mobil dan menghampiri penjaga yang ingin mendekati mobil.


"Nona, anda kembali?" ujar penjaga itu dengan wajah kaget. Tanpa pikir panjang dia segera masuk ke dalam untuk memberitahukan yang lain kalau Nona muda mereka sudah pulang.


"Sepertinya anak kecil ini tidak bohong. Ini memang benar rumahnya. Ayo kita turun." Norah segera turun dari mobil. Anak kecil itu memandang ke arah Norah lalu berlari mendekati Norah. Dia memegang tangan Norah dan membawanya masuk ke dalam.


Austin kembali melajukan mobilnya ketika gerbang sudah di buka lebar.


"Harumi!"


Norah dan anak kecil itu memandang ke arah samping rumah. Di sana berdiri seorang pria paruh baya yang sedang tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kakek!" teriak anak kecil itu. Dia segera berlari menuju ke arah pria paruh baya tersebut.


Austin sudah tidur dari mobil. Pria itu berdiri di samping Norah lalu memandang Harumi sambil tersenyum. "Namanya Harumi?" tanya Austin.


"Ya. Sepertinya dia cucu kesayangan di rumah ini. Sebaiknya kita pergi saja dari sini. Bukankah tujuan kita hanya mengantarkan Harumi pulang dengan selamat?"


"Kau tidak ingin bertemu dengan orang tua Arumi?"


Norah segera menggandeng lengan suaminya dan membawanya menuju ke mobil. Wanita itu tersenyum sekali lagi melihat Harumi sebelum masuk ke dalam mobil.


"Tadinya aku ingin bertemu dengan kedua orang tua Harumi. Tetapi setelah aku pikir ulang, sebaiknya aku selidiki saja orang-orang yang sudah berani memakai nama Gold Dragon. Jika memang yang melakukan semua ini adalah pasukan Gold Dragon, aku akan memberi mereka pelajaran nanti," gumam Norah di dalam hati.

__ADS_1


...***...


"Gawat! Kenapa kalian tidak bilang kalau Bos Norah ada di Jepang? Anak kecil itu kabur dan di tolong oleh Bos Norah. Bagaimana kalau anak kecil itu menceritakan semua yang terjadi? Kita semua bisa di penggal sama Bos Zion!" umpat seorang pria dengan wajah khawatir. Pria itu bahkan tidak bisa bernapas dengan tenang lagi ketika dia tahu kalau rencana besarnya ketahuan oleh Norah.


"Tidak mungkin. Anak kecil itu tidak akan berani menceritakan apapun tentang kita. Sekarang lebih baik kita siapkan diri kita untuk bertemu dengan Bos Norah. Aku yakin sebentar lagi mereka akan segera tiba di rumah ini. Pastikan semua kamar dalam keadaan bersih."


Pria itu memerintahkan pelayan untuk membersihkan rumah dan beberapa kamar yang mungkin akan dijadikan tempat Norah dan Austin untuk beristirahat.


Sebagian pasukan Gold Dragon memang di tugaskan untuk merawat dan menjaga rumah mewah milik keluarga Edritz Chen. Rumah itu sudah tidak di tempati oleh Tuannya. Bahkan Norah yang seharusnya menjadi generasi penghuni rumah itu juga belum tahu kapan akan menetap di Jepang.


Tidak lama setelah berdiskusi, pada akhirnya Norah dan Austin tiba di rumah itu. Pasukan Gold Dragon yang bertugas untuk menjaga halaman depan sudah menyambut Norah dan Austin dengan penuh hormat. Sedangkan beberapa pasukan Gold Dragon yang ada di dalam rumah justru memutuskan untuk bersembunyi karena takut ketahuan.

__ADS_1


__ADS_2