Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 214


__ADS_3

Zion masih belum bisa melupakan kecupan yang diberikan oleh Faith di rumah sakit tadi. Perbuatan Faith membuat Zion semakin berat hati untuk meninggalkan wanita itu. Rasanya Zion ingin selalu ada di dekat Faith agar bisa berduaan dengannya. Namun Zion memang tidak bisa egois. Karena kini kondisi Tuan Zean memang membutuhkan perhatian lebih. Zion ingin calon papa mertuanya itu segera sembuh agar ia bisa menikah dengan Faith.


"Apa kau sedang memikirkan Faith?" tebak Leona sebelum meletakkan jus jeruk di meja. Ia sengaja membuatkan jus jeruk untuk putranya yang baru saja pulang. Leona sendiri juga ingin berbincang-bincang dengan Zion. Meskipun sudah malam tapi sekarang belum waktunya untuk tidur.


"Terima kasih Ma karena sudah merestui hubungan kami," ucap Zion dengan wajah bahagia.


"Mama tidak pernah melihatmu sebahagia ini. Ternyata kau bisa sering tersenyum ketika sudah jatuh cinta. Rasanya restu yang Mama berikan terhadap hubungan kalian berdua tidak sia-sia. Mama selalu berdoa semoga Zean segera sembuh agar kalian bisa segera menikah. Mama tahu kalau kau sudah tidak sabar untuk menikah dengan Faith," ucap Leona sambil mengedipkan mata.


"Sejak pertama kali bertemu dengan Faith sampai detik ini, debaran jantungku tetap sama setiap kali bertemu dengannya. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Entah bagaimana jadinya jika aku tidak sampai berjodoh dengannya." Zion memandang nanar hingga membuat Leona memukul Zion karena geram.

__ADS_1


"Kau ini sangat plin-plan. Bukankah kemarin kau bilang kalau kau akan berusaha melupakan wanita yang kau cintai demi menikah dengan wanita pilihan Mama? Sekarang dengan jujur kau bilang kalau kau tidak akan bisa melupakan Faith seumur hidupmu. Apa jadinya jika mama benar-benar menikahkanmu dengan wanita pilihan Mama? Bukan Faith!" ketus Leona.


Zion mengambil jus jeruk yang ada di meja lalu meneguknya secara perlahan. Setelah selesai pria itu meletakkan jus jeruk tersebut kembali ke meja. "Jika harus memilih antara Faith dan mama, tentu saja aku akan memilih Mama karena saat ini hubunganku dengan Faith tidak ada status apapun. Tetapi ketika kami sudah menikah, aku akan memilih Faith. Bukan karena aku tidak menyayangi Mama, tapi bukankah seperti itu yang dilakukan Papa ketika mama dan Oma Emelie sempat berselisih paham dulu? Papa tetap mendukung mama. Apapun keadaannya. Aku harap mama tidak salah paham dengan perkataanku."


Leona tertegun mendengar jawaban Zion. Memang beberapa tahun sebelum Emelie meninggal, Leona sempat berselisih paham hanya gara-gara Daisy. Saat itu Daisy sangat dekat dengan Emelie hingga wanita itu berubah menjadi anak yang sangat manja. Tidak bisa lagi diatur dan menuruti perkataan Leona. Lalu Leona berinisiatif untuk melarang Daisy dan Emelie bertemu. Tetapi ketika perseteruan itu terjadi justru Jordan memihak Leona. Bagi Leona keputusan Zion sangat tepat. Memang sudah sepantasnya Zian memihak istrinya ketika sudah menikah nanti. Namun sebelum menikah pria itu wajib membela ibunya.


"Ma, aku tidak berniat untuk membuat mama sedih. Maafkan aku," ucap Zion dengan wajah bersalah.


"Iya, Ma. Aku akan mendengar dan mengingat pesan mama. Oh ya aku mau bilang kalau jus jeruk buatan Mama sangat enak. Lain kali buatkan lagi." Zion tersenyum ceria. Ternyata jatuh cinta sudah menghilangkan tatapan tajam yang selalu melekat di kedua bola matanya.

__ADS_1


"Jika kau suka, setiap kali kau bertemu dengan Mama pasti akan Mama buatkan. Sekarang pergilah ke kamarmu untuk istirahat. Kau pasti sangat lelah karena beberapa hari ini kurang tidur. Besok pagi jika kau ingin pergi ke markas Gold Dragon, baru Mama izinkan untuk pergi. Karena seberat apapun masalah yang dihadapi Gold Dragon kau tidak boleh mengabaikan kesehatanmu. Mama yakin kalau Opa Zen juga tidak akan marah jika kau lebih mengutamakan kesehatan daripada Gold Dragon."


"Baiklah, Ma. Aku akan selalu mendengar pesan mama." Zion beranjak dari kursi yang ia duduki. Pria itu mengecup pucuk kepala Leona untuk mengucapkan selamat malam. Setelah itu dia pergi menuju ke kamar tidurnya yang ada di lantai atas.


"Leona masih tetap duduk di sofa sambil memandang kepergian Zion. Bersamaan dengan Itu, Jordan muncul lalu memeluk Leona dari belakang tidak lupa pria itu memberikan kecupan di pipi istrinya sebelum duduk di samping Leona.


"Sekarang apa lagi yang kau pikirkan? Bukankah semua sudah berjalan sesuai dengan apa yang kau inginkan. Zean pasti akan segera sembuh karena sudah ditangani oleh dokter yang profesional. Faith dan Zion akan segera menikah setelah Zean sembuh. Norah sedang bersenang-senang bersama Austin di Jepang. Daisy akan baik-baik saja karena ia akan fokus belajar di Universitas Yale. Kalaupun dia bertemu dengan Foster, kita sudah tahu bukan kalau Foster adalah pria yang baik. Dia pasti bisa menjaga Daisy dengan baik juga. Aku minta padamu mulai detik ini lupakan semua orang. Lupakan masalah yang terjadi di antara anak-anak kita. Sebaiknya kita nikmati masa tua kita ini dengan selalu bersama. Bagaimana kalau kita berlibur saja? Kita ajak Katterine dan juga Oliver. Papa Zeroun juga. Sudah lama kita tidak liburan. Selama ini kita terlalu sibuk mengurus anak-anak kita," tawar Jordan penuh semangat. Rasanya kepala mereka terlalu lelah karena terlalu banyak masalah akhir-akhir ini.


"Ide yang bagus. Nanti aku akan menghubungi Katterine dan membicarakan masalah ini. Tapi apa kesannya tidak jelek jika kita berlibur ketika Zean ada di rumah sakit?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Karena dia tidak akan tahu kalau kita sedang berlibur," ucap Jordan lagi sebelum menarik Leona ke dalam pelukannya. "Di sisa hidupku yang sekarang. Aku hanya ingin bahagia bersama dengan istriku. Begitupun sebaliknya. Aku ingin istriku bahagia ketika dia bersama denganku. Kita tidak tahu sampai kapan kita memiliki waktu untuk berlibur. Karena kematian bisa datang kapan saja. Entah itu besok, lusa atau sebulan lagi."


Leona hanya diam saja sebelum memejamkan mata. Wanita itu tidak mau memikirkan hal-hal yang berat lagi sekarang. Dia yakin hidupnya pasti akan bahagia. Semua masalah pasti bisa segera di atasi.


__ADS_2