
Waktu berjalan dengan begitu cepat. Hingga tidak terasa Norah dan Livy sudah pulang dari bulan madu mereka. Wajah dua wanita itu terlihat sangat ceria. Sama halnya dengan pria yang kini mendampingi mereka.
"Norah, bukankah bulan madu ini terasa sangat cepat? Aku dan Abio sudah merencanakan liburan selanjutnya." Livy terlihat sangat bersemangat. Wanita itu memeriksa oleh-oleh yang dia bawa sebelum dibagikan kepada semua orang.
"Kami belum kepikiran untuk berlibur lagi. Saat ini kami ingin fokus dengan Harumi. Kami ingin dia menjadi anak angkat kami." Norah memandang ke arah Harumi sebelum melanjutkan aktivitasnya memasukkan barang-barang ke dalam tas.
"Kau ini benar-benar berhati mulia. Kau dan Austin baru saja menikah tetapi sudah memiliki anak. Meskipun Harumi terlihat sangat baik dan pintar, tetapi apa kau yakin ingin menjadikannya sebagai anak angkatmu? Apakah itu tidak terlalu beresiko. Orang bisa saja berpikir kalau kau mengangkat Harumi sebagai anak karena mengincar hartanya."
"Sejak kapan aku peduli dengan perkataan orang lain? Jika itu bisa membuatku bahagia maka akan aku lakukan. Sejak pertama kali bertemu dengan Harumi aku sudah menyayanginya. Aku akan menjadikan Harumi sebagai generasi penerus ku. Dia harus jadi wanita tangguh!"
__ADS_1
"Ternyata kau berencana untuk menjadikan Harumi ketua mafia? Kau ini licik sekali." Livy mencubit perut Norah.
"Kak, Harumi bahkan jauh lebih hebat daripada aku Lihat saja nanti. Harumi memiliki bakat. Mungkin dia bisa menjadi wanita yang hebat nantinya. Tanpa warisan kedua orang tuanya, dia bisa bangkit dan menjadi wanita sukses yang disegani oleh semua orang."
"Oh iya. Bagaimana dengan Kak Zion? Apa dia masih di Amerika untuk menemani Tuan Zean? Aku sangat kaget ketika mendapat informasi kalau Dominic dan Faith bersaudara. Yang membuatku semakin tidak percaya, ternyata ayah kandung mereka adalah sahabat terbaik Tante Leona. Sepertinya benar kata pepatah dulu, kalau jodoh tidak akan ke mana."
"Awalnya Kak Zion dan Kak Faith pernah bertemu 10 tahun yang lalu. Namun akhirnya mereka berpisah. Lalu tiba-tiba saja mereka bertemu. Pertemuan yang tanpa disengaja dan mereka menjalin hubungan yang sangat dekat. Bahkan mereka jadi sama-sama tahu kalau dulu mereka pernah bertemu. Lagi-lagi sebuah masalah membuat mereka berpisah. Aku sempat berpikir kalau Kak Faith dan Kak Zion tidak berjodoh. Tetapi ternyata perkiraanku salah. Sekarang aku tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan percintaan Kak Zion. Tanpa aku ikut campur juga aku sudah tahu kalau Kak Zion sekarang pasti pusing menghadapi masalah hidupnya."
"Masalahnya ada pada Dominic. Sebagai kakak ipar ternyata pria itu berniat untuk mengerjai Kak Zion. Dia bertingkah seolah-olah dia tidak merestui hubungan Kak Faith dan Kak Zion. Bahkan memberi syarat agar Kak Zion mau menjadi adik ipar yang baik baginya."
__ADS_1
Livy yang tadinya memasang wajah begitu serius kini justru menahan tawa. Wanita itu mengangguk lalu memandang ke arah Norah lagi. "Bukankah ini namanya karma?"
"Kenapa kak Livy bisa bicara seperti itu? Dosa apa yang sudah dilakukan oleh Kak Zion hingga ia harus menerima karma seperti ini."
"Sekarang memang posisi Kak Zion adalah adik iparnya. Tidak tidak maksudku calon adik iparnya Dominic. Tetapi bukankah sebelum itu status Kak Zion adalah kakak ipar? Dia terus saja mempersulit Foster dan Austin untuk mendapatkan kau dan juga Daisy. Sekarang dia kena batunya. Bukankah ini sangat adil? Jadi Kak Zion bisa merasakan apa yang pernah dirasakan oleh Austin dan Foster waktu itu."
Norah tertegun mendengar perkataan Livy. "Apa yang Kak Livy katakan ada benarnya juga. Tapi bukankah Kak Zion sudah berubah? Dia sudah merestui hubungan kami?"
"Di situ dia poinnya. Mungkin suatu saat nanti Dominic akan merestui hubungan Kak Zion dan juga Kak Faith. Tetapi itu entah kapan. Yang pastinya tidak sekarang."
__ADS_1
Livy dan Norah sama-sama tertawa sekarang. Mereka bisa membayangkan, betapa lucunya seorang Zion Zein ketika sedang memperjuangkan wanita yang ia cintai.