Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 173


__ADS_3

Zion terus saja menambah laju mobilnya. Pria itu tahu kalau sekarang dia berada dalam bahaya. Bisa saja Dominic membawanya ke suatu tempat dan akan menjebaknya di sana. Zion tidak mau sampai tertipu. Dia mengirim signal ke Austin agar pria itu bisa tahu kemana mobil yang ia tumpangi melaju. Hanya itu yang bisa dilakukan Zion agar dia bisa menghadapi Dominic.


Dominic memberhentikan mobilnya di sebuah tebing. Detik itu Zion baru saja kalau sejak tadi ia melewati jalan menanjak dan kini dia telah ada di atas bukit. Pria itu memberhentikan mobilnya lalu melihat Dominic yang berdiri di sana. Pria itu seperti sedang menantang Zion. Dia mengacungkan jarinya dengan senyum menghina. Jelas saja Zion tidak tinggal diam. Pria itu segera turun untuk menghadapi Dominic. Pertarungan mereka memang belum berakhir.


Ketika turun, tiba-tiba saja Zion di sambut dengan sebuah tembakan. Entah dari mana penembak misterius bersembunyi. Kini paha Zion harus mengeluarkan darah akibat sebuah peluru emas mendarat di dalamnya. Zion meringis kesakitan. Sakitnya memang buka main meskipun itu tidak mengenai organ vital.

__ADS_1


"Bagaimana, Zion? Apa sakit? Anggap saja itu hadiah karena kau sudah berani menghancurkan mansionku. Tadinya aku pikir kau tidak akan seberani itu. Bahkan kau menjadikan mansionku rata dengan tanah. Aku tidak akan tinggal diam. Tanpa diketahui aku sekarang juga sudah mengirim orang untuk menyerang markas Gold Dragon dan juga hunian mewah milik keluargamu. Aku yakin, rencanaku berhasil. Kita lihat saja nanti, siapa yang menang dan siapa yang kalah!" ledek Dominic dengan penuh rasa bahagia.


"Oh ya? Aku tidak yakin kalau kau bisa melakukannya. Semua di jaga dengan begitu ketat. Orang bayaranmu tidak akan sanggup mengalahkan pasukanku. Kami memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Termasuk kau, Dominic!" sahut Zion tidak mau kalah. Sebenarnya ingin sekali dia berlari lalu menghajar Dominic hingga habis-habisan. Tetapi kakinya sakit. Ini menjadi penghalang bagi Zion untuk melangkah lebih jauh.


"Baiklah, kita lihat. Siapa yang akan menang." Dominic memandang ke arah semak-semak. Pria itu lalu segera masuk ke dalam mobil lagi. Zion yang penasaran, hanya menunggu di posisinya berdiri. Pria itu terus saja memandang ke semak-semak tersebut.

__ADS_1


Zion segera memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam mobil. Ketika serigala itu berlari mengejar Zion, dia berhenti sejenak lalu menembaknya. Jelas saja hal ini sangat mudah karena hanya sekali tembakan saja serigala itu telah tewas.


Namun, perjuangan Zion tidak sampai di situ. Ketika sepuluh serigala lagi muncul secara bersamaan. Zion kembali memutuskan untuk masuk ke dalam mobil. Dia tahu kalau serigala itu sengaja di lepas oleh seseorang.


"Sial! Dia memang pria yang licik!" umpat Zion di dalam hati. Karena jarak serigala dan posisinya berdiri cukup jauh, Zion tiba-tiba saja kepikiran untuk membuat Dominic keluar dari mobil. Tentu saja Zion tidak mau main sendirian. Pria itu menembak mobil Dominic. Tepat di bagian tangki minyak. "Kau memang cerdas. Tapi kau tidak cukup cerdik!"

__ADS_1


Seperti apa yang dipikirkan Zion. Ketika ada percikan api, Dominic segera keluar dari mobil karena mobil itu akan meledak. Bersamaan dengan itu, serigala tiba dan berpencar. Sebagian menuju ke arah Zion sebagian lagi menuju ke arah Dominic.


"Oke, saatnya bermain," ujar Zion dengan senyuman.


__ADS_2