
Norah memperhatikan beberapa orang yang sejak tadi mengikutinya. Mereka adalah Orang-orang yang dikirimkan Dominic untuk menjaganya. Namun karena Norah merasa kalau mereka semua adalah orang asing, hingga akhirnya Norah mencurigai semuanya. Zion juga belum memberikan informasi apapun karena memang Norah tidak bisa dihubungi. Wanita itu seringkali meninggalkan ponselnya di kamar hotel. Begitu juga dengan Austin.
"Aku merasa sejak kemarin ada yang sedang memperhatikan kita. Tetapi aku yakin kalau mereka bukan musuhku. Apa kau memiliki musuh Austin? Aku yakin mereka mengincar nyawa kita. Sampai-sampai mereka mengikuti kita kemanapun kita pergi."
"Kau yakin mereka mengikuti kita? Bagaimana kalau hanya kebetulan saja mereka bertemu lagi dengan kita?" Austin masih belum mau menuduh yang tak pasti Mereka ada di Jepang. Bisa di bilang tempat ini adalah wilayah kekuasaan Gold Dragon. Bagaimana mungkin ada musuh yang berani mengikuti mereka?
"Itu tidak mungkin justru aku sangat jarang melihat pasukan Gold Dragon, tetapi aku sering sekali bertemu dengan mereka bahkan berulang kali dalam sehari. Aku yakin kalau mereka adalah mata-mata musuh. Kita harus segera menangkap mereka untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."
__ADS_1
"Sekarang?" tanya Austin dengan wajah yang serius. "Ini bulan madu kita. Kenapa kita harus bertarung."
"Kita memang sudah ditakdirkan untuk bertarung di manapun dan kapanpun. Jadi Berhentilah mengeluh." Norah segera beranjak dari kursi yang ia duduki. Wanita itu memutar tubuhnya lalu berjalan ke arah jalanan setapak yang menghubungkannya ke sebuah desa tidak berpenghuni. Dia akan menjebak orang-orang yang selama ini mengikutinya di sana. Austin tetap duduk di kursi yang sejak tadi ia duduki. Ternyata pria itu memiliki caranya sendiri. Kini ia tidak mau mengikuti istrinya. Pria itu akan muncul ketika keadaan mendesak dan dia benar-benar dibutuhkan.
Orang-orang kiriman Dominic terlihat kebingungan ketika melihat Norah dan Austin berada di tempat yang berbeda. Hingga akhirnya mereka putuskan untuk berpencar. Sebagian mengikuti Norah dan sebagian lagi tetap menjaga Austin. Orang-orang yang bertugas untuk mengikuti Norah segera berlari kencang karena mereka hampir saja kehilangan jejak Norah.
"Apa mereka yang dimaksud oleh Norah?" Detik itu Austin juga baru sadar kalau apa yang dipikirkan oleh Norah benar. Selama ini ada segerombolan orang yang mengintai mereka. Bahkan mengawasi mereka secara diam-diam.
__ADS_1
"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?"
Orang-orang di depan Norah saling memandang sebelum akhirnya berlutut. Mereka hanya ditugaskan untuk menjaga Norah bukan untuk melukai Norah. Kini saatnya mereka untuk mengaku saja demi keselamatan nyawa mereka juga.
"Nona, maafkan kami karena selama ini sudah mengganggu kenyamanan Anda. Tetapi kami melakukan semua ini atas perintah Bos Dominic," jawab mereka apa adanya.
"Dominic kalian bilang? Bukankah dia telah kalah ketika Kak Zion bertarung dengannya di Las Vegas? Kenapa dia sekarang masih berani mengusik keluargaku?" ketus Norah dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Tidak, Nona. Anda sudah salah paham. Sebenarnya Bos Dominic meminta kami untuk mengawasi anda dari bahaya. Tugas kami sama seperti pasukan Gold Dragon yang selama ini menjaga anda. Tuan Zion sendiri sudah mengetahuinya. Tadinya Kami pikir Anda juga sudah mengetahui tentang kami. Kami sangat kaget ketika melihat anda berdiri dengan senjata seperti itu."
Norah segera menurunkan senjata apinya. "Aku akan segera menghubungi Kak Zion. Jika sampai dia bilang tidak mengetahui masalah ini, aku akan segera menembak kalian satu persatu!" ancam Norah dengan wajah yang serius.