Generasi Ke 3

Generasi Ke 3
Bab. 252


__ADS_3

Austin mengernyitkan dahi ketika melihat Norah masih bertahan di dalam mobil. Mereka sudah tiba di lokasi tujuan. Tetapi istrinya itu seperti enggan untuk turun.


"Sayang ...." Austin mengambil tangan Norah lalu mengusapnya lembut. "Ayo."


Norah memandang gedung rumah sakit yang ada didepannya itu. Wanita itu menghela napas berat.


"Besok saja. Aku belum siap!" tolak Norah.


Austin menggeleng pelan. "Kau takut?"


Norah mengangguk. "Bagaimana kalau gagal lagi?" Wanita tangguh itu mengusap perutnya. Rasanya baru dua minggu yang lalu ia melakukan pemeriksaan dan hasilnya gagal. Norah tidak mau kali ini gagal lagi dan kecewa lagi.


"Lalu, kita pulang tanpa hasil?" Austin membenarkan posisi duduknya. "Meskipun kita gagal lagi, setidaknya kita tahu. Tidak penasaran lagi saat pulang nanti." Pria itu berusaha keras menyakinkan istrinya.


Karena sangat ingin memiliki anak, akhirnya Norah dan Austin memutuskan untuk mengikuti prosedur bayi tabung. Sebenarnya dokter sendiri bilang kalau pernikahan mereka masih terbilang baru. Norah masih berpeluang hamil dalam waktu dekat. Akan tetapi, Norah sangat tidak sabar. Ia juga ingin hamil seperti Faith dan Livy. Wanita itu justru berharap kalau nanti dia bisa hamil, anak mereka akan lahir di tahun yang sama.

__ADS_1


Hari ini adalah tahapan pertama yang harus dilalui Norah untuk bisa mendapatkan anak. Norah harus melakukan proses yang dinamakan dengan Induksi Ovulasi. Setelah itu mereka akan menunggu satu sampai dua minggu lagi sebelum melakukan tahap selanjutnya.


"Sayang ...." Austin mengecup punggung tangan Norah ketika wanita itu tidak memberikan jawaban.


"Ya, ayo. Aku tidak akan menyerah." Norah tersenyum. Wanita itu segera turun dari mobil. Austin juga terlihat bersemangat. Mereka bersama-sama masuk ke dalam gedung rumah sakit tersebut.


Karena sudah mengatur janji, akhirnya Norah dan Austin langsung saja masuk ke ruangan dimana Dokter kandungan itu berada. Norah semakin kesulitan untuk bernapas. Dia gugup. Tangannya menggenggam tangan Austin dengan begitu erat.


"Bagaimana? Apa kita bisa mulai sekarang, Dok?" tanya Austin ketika Dokter kandungan itu tidak kunjung memberi jawaban.


Baik Norah maupun Austin sama-sama kaget. Padahal jelas-jelas kemarin Dokter itu bilang kalau mereka berdua telah memenuhi syarat untuk melakukan proses bayi tabung.


"Dok, apa kesempatan saya mengalami masalah?" Norah akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Nyonya, selamat. Anda hamil. Usia kandungan anda dua Minggu."

__ADS_1


Norah dan Austin tertegun kaget mendengarnya. Untuk beberapa detik mereka berdua mematung dan tidak memberikan respon apapun.


"Nona, apa anda baik-baik saja?" tanya Dokter itu lagi.


Norah memandang ke arah Austin dengan mata berkaca-kaca. "Aku ...." Norah menunduk memandang perutnya sendiri. "Akan menjadi ibu?"


Austin segera menarik Norah. Pria itu menghujaninya dengan kecupan cinta. "Sayang, selamat. Aku akan menjadi seorang ayah."


Dokter itu merasa lega. Dia kembali memandang hasil pemeriksaan Norah. Tadinya Dokter itu sudah sempat menduga kalau Norah akan hamil dengan proses yang alami. Tetapi dia masih kurang yakin. Hari ini setelah melakukan pemeriksaan ulang, akhirnya Dokter itu yakin 100% kalau telah ada benih di dalam rahim Norah.


"Saya harap anda bisa menjaga anak-anak anda dengan baik," ujar Dokter itu sambil menuliskan resep Vitamin untuk Norah.


"Anak-anak?" Norah ternyata sadar kalau ada yang ganjil dari ucapan selamat Dokter tersebut.


"Ya, Nona. Anak anda kembar!"

__ADS_1


__ADS_2