
Saat sarapan pagi, Zion dan Faith terus saja saling curi-curi pandang. Sebenarnya Zean menyadari akan hal itu. Namun dia pura-pura saja tidak tahu agar Zion dan Faith merasa nyaman. Berbeda dengan Dominic. Bahkan pria itu sampai tidak selera makan karena melihat kebucinan antara Faith dan juga Zion.
Walaupun begitu, Dominic tidak mau banyak bicara. Ia hanya berani mengumpat di dalam hati. "Apa mereka pikir dunia ini hanya milik mereka berdua? Belum menikah saja sudah seperti ini. Bagaimana jika nanti mereka sudah menikah?" gumam Dominic yang hanya berani di dalam hati saja.
Tiba-tiba ponsel Zion berdering. Pria itu tadinya ingin mengabaikan panggilan telepon tersebut. Namun ketika dia melihat ada nama Norah di sana, pria itu memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon dari adiknya. Siapa tahu saja ada informasi penting yang ingin disampaikan.
"Paman, ini telepon dari Norah. Aku harus mengangkatnya," pamit Zion. Bagaimanapun juga kini pria itu ada di kediaman Zean. Tentu saja ia harus pamit dengan sang pemilik rumah sebelum meninggalkan meja makan.
"Ya, cepat angkat. Siapa tahu ada informasi penting yang ingin dia katakan padamu," ucap Zean setuju. Pria itu kembali melanjutkan sarapan paginya.
Zion melekatkan ponselnya di telinga sambil sesekali memandang ke arah meja makan. "Ada apa Norah? Kakak sedang sarapan pagi bersama dengan Paman Zean dan juga Faith."
__ADS_1
"Maafkan aku karena sudah mengganggu Kakak. Tadinya aku pikir Kakak sedang santai-santai saja. Jika memang Kakak masih sarapan, aku akan menghubungi Kakak lagi nanti."
"Sudah terlanjur seperti ini kenapa harus menunggu nanti? Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?Cepat katakan sekarang."
"Kak, aku sudah berhasil menemukan identitas putri dari Tante Letty. Namanya Elyna. Aku pikir dia sangat cocok untuk kita jodohkan dengan Dominic. Siang ini aku akan berangkat ke Amerika bersama dengan paman Oliver untuk bertemu dengannya. Aku harap tidak ada halangan lagi."
"Jika tidak berhasil juga tidak masalah," jawab Zion .
"Kenapa Kakak jadi patah semangat seperti ini? Bukankah kemarin kakak yang paling setuju untuk mencarikan Dominic jodoh.
"Jadi ini aku batal berangkat ke Amerikanya? Aku tidak perlu bertemu dengan Elyna?"
__ADS_1
"Ya, seperti itu saja. Kau dan Austin juga baru saja pulang. Sebaiknya kalian banyak-banyak istirahat di rumah. Lusa kakak akan pulang."
"Ya sudah kalau begitu. Aku akan telepon Paman Oliver dan katakan padanya Kalau kami tidak jadi berangkat ke Amerika. Aku juga tidak tega untuk meninggalkan Harumi di rumah bersama mama. Tadi ekspresi wajah Harumi terlihat sedih ketika aku berpamitan untuk pergi."
"Hemm," jawab Zion. Pria itu tidak mau menanyakan soal Harumi karena sebelumnya Norah sudah menjelaskan. "Kakak akan menghubungimu lagi nanti."
"Kak, bagaimana dengan oleh-oleh yang waktu itu aku bawakan? Apa kakak sudah membacanya?"
"Awalnya terlihat sangat menarik tapi lama-kelamaan kepalaku menjadi pusing. Aku sendiri sudah tidak tahu di mana Aku letakkan buku itu."
Norah tertawa mendengar jawaban Zion. "Maafkan aku. Sebenarnya itu hanya hadiah iseng saja. Hadiah yang asli ada di sini. Cepatlah pulang agar Kak Zion bisa menerima oleh-oleh dariku. Oleh-oleh ini sangat spesial dan tidak semua orang bisa memilikinya."
__ADS_1
"Ya. Aku akan mengabarimu lagi nanti jika aku sudah siap-siap pulang."
Panggilan telepon itu segera berakhir. Zion memasukkan ponselnya ke dalam saku lalu kembali ke meja makan. Pria itu juga tidak mau sampai ketinggalan. Dia ingin mengakhiri sarapannya bersama dengan yang lainnya.