
Beberapa waktu yang lalu ....
Saat Zion ingin melangkah maju ke depan untuk mengucapkan selamat kepada Norah dan Livy di saat itulah ponselnya berdering. Zion awalnya tidak peduli dengan nomor telepon baru yang kini muncul di layar ponselnya. Pria itu menolak panggilan masuk tersebut lalu memasukkan ponselnya ke saku. Lagi-lagi ponsel itu berdering dengan nomor yang sama. Zion yang merasa kesal ingin segera mematikan ponselnya. Namun sebelum ponsel itu mati, tiba-tiba ada pesan masuk dan menunjukkan kalau pesan itu berasal dari Faith. Zion mengurungkan niatnya untuk mematikan ponselnya dan membaca pesan itu.
"Ini aku. Faith. Bisakah kau mengangkat teleponku karena ada hal penting yang ingin aku katakan."
Detik itu Zion sangat-sangat Dilema. Dia tidak tahu harus mengangkat panggilan masuk Faith atau mengabaikannya begitu saja. Sudah hampir dua minggu wanita itu tidak ada kabar. Zion juga tidak mau mencari informasi tentang Faith. Sakit hati dan rasa kecewa yang sempat memenuhi hati dan pikirannya sudah hampir sembuh jika ia tidak berhubungan dengan Faith lagi. Namun sekarang semua kandad. Bisa jadi pria itu akan kembali sakit hati dan kembali kecewa. Namun saat ini Zion sudah terlanjur penasaran dan ingin tahu sebenarnya apa yang diinginkan oleh Faith hingga akhirnya pria itu yang menghubungi nomor baru tersebut dan menyingkir ke tempat yang lebih sunyi agar tidak ada yang mendengarnya.
"Aku senang karena akhirnya kau mau mengangkat panggilan teleponku," ucap Faith dari kejauhan sana.
"Setelah sekian lama menghilang baru ini kau berani menghubungiku. Kau bener-bener wanita yang tidak punya sopan santun. Bisa-bisanya kau kabur dari markas Gold Dragon tanpa pamit denganku. Sekarang tanpa malu kau menghubungiku lagi," ketus Zion dengan wajah kesal. Walau sebenarnya di lubuk hati yang paling dalam pria itu merasa sangat senang. Entah kenapa hatinya menjadi bahagia karena bisa mendengar suara Faith lagi.
"Maafkan aku. Aku tahu kau pasti marah karena waktu itu aku pergi meninggalkan markas tanpa izin darimu. Tapi percayalah aku tidak sedang mementingkan diriku sendiri. Justru aku memikirkanmu. Zion Zein, aku tahu bagaimana sifat Dominic. Kabar kemenanganmu sudah sampai di telingaku. Tapi aku yakin kalau Dominic tidak akan membiarkanmu begitu saja. Entah setahun atau dua tahun lagi pria itu pasti berencana untuk menghancurkanmu atau tidak menghancurkan adik-adikmu. Bahkan mungkin keluargamu. Aku paham betul bagaimana Dominic. Dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak sebelum orang yang menyakitinya hancur."
"Ya, aku tahu kalau kau sangat mengenal Dominic. Sepertinya kau ini sangat perhatian sekali dengan Dominic sampai-sampai kau kembali ke Las Vegas hanya untuk menemuinya. Jika memang benar Dominic mengancam keselamatan keluargaku, kau bisa saja menceritakan semuanya kepadaku. Tidak perlu harus menemui Dominic secara langsung seperti itu." Zion masih belum mau percaya dengan apa yang dikatakan oleh Faith.
"Karena informasi ini harus aku sampaikan secara langsung kepada Dominic agar pria itu benar-benar mengurungkan niatnya untuk mencelakaimu, Tuan. Zion Zein, maukah Anda berangkat ke Las Vegas untuk bertemu dengan saya?"
"Atas dasar apa kau memintaku untuk berangkat ke Las Vegas dan menemuimu? Diantara kita tidak ada hubungan apapun lagi. Aku sudah tidak peduli denganmu. Apapun yang terjadi denganmu aku tidak mau tahu. Aku katakan padamu kalau aku menolak permintaanmu untuk berangkat ke Las Vegas. Aku juga tidak mau bertemu dengan Dominic lagi. Pertikaian yang terjadi di antara kami sudah cukup sampai di waktu itu saja. Aku tidak mau ada perkelahian lanjutan lagi. Ditambah lagi hari ini adalah hari bahagia adikku. Aku tidak mau membuat semua orang menjadi tidak tenang."
Faith tidak memberikan respon apapu. Wanita itu hanya diam sambil memikirkan sesuatu. Dia tidak mau sampai gagal meminta Zion untuk berangkat ke Las Vegas. Entah apalagi sekarang rencana yang sudah disiapkan oleh wanita itu.
"Maafkan saya jika harus memanfaatkan perasaan Anda kali ini. Tuan, Jika Anda memang benar-benar membenci saya anda tidak perlu berangkat ke Las Vegas hari ini. Tapi jika memang Anda masih peduli dengan saya tolong berangkatlah. Saya berjanji kalau masalah ini tidak akan merugikan Anda sama sekali. Kita harus meluruskan masalah ini agar tidak ada dendam lagi ke depannya. Anda harus tahu seberapa keras perjuangan saya untuk membersihkan nama anda agar anda dan Dominic tidak bermusuhan lagi. Tolong pikirkan sekali lagi. Saya akan menunggu Anda di sini di Las Vegas. Saya harap anda mau menemui saya." Panggilan telepon itu segera berakhir. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku dengan wajah yang bingung.
"Sekarang apa lagi yang wanita ini inginkan?" Zion memandang ke arah Leona dan Jordan. Pria itu tahu kalau dia berpamitan pasti tidak akan diijinkan mengingat kalau Leona sangat membenci Faith sejak kejadian waktu itu.
Zion berjalan menghampiri Daisy yang kebetulan sedang sendirian. Pria itu memberikan dua paper bag berisi hadiah kepada Daisy.
__ADS_1
"Apa ini Kak? Kenapa Kakak memberikannya kepadaku? Bukankah tadi Kakak bilang kalau ini adalah hadiah yang sudah Kakak persiapan untuk Kak Norah dan juga Kak Livy?" tanya Daisy bingung.
"Dulu Foster pernah berbuat salah dan membuatmu sakit hati sampai menangis berhari-hari. Aku ingat betul kejadian waktu itu. Bagaimana caranya hingga kau bisa memaafkannya dan bersatu lagi dengannya hingga seperti sekarang. Bukankah jika diingat-ingat lagi apa yang dilakukan oleh Foster sangat menyakitkan hati?" Kali ini Zion ingin berguru dengan adiknya yang paling kecil. Banyak sedikitnya, masalah mereka hampir sama. Bedanya kali ini Zion harus berjuang mendapatkan restu Leona. Berbeda dengan Daisy yang dulu kesulitan mendapatkan restu dari Zion Zein.
Daisy menggangguk setuju. Apa yang dikatakan oleh Zion benar kalau sebenarnya apa yang pernah dikatakan oleh Foster membuatnya sangat sakit hati. "Aku tidak bisa berbohong. Jika setiap kali aku mengingat kejadian itu hatiku kembali merasa sakit. Namun dengan cinta yang diberikan oleh kak Foster rasa sakit itu hilang begitu saja. Kak Foster sudah menebus kesalahan yang pernah ia lakukan dengan sejuta cinta yang ia berikan saat ini. Sekarang tidak ada lagi rasa sedih dan sakit hati. Kak Foster benar-benar membanjiriku dengan kebahagiaan dan cinta. Bagaimana mungkin aku kembali mengungkit masa lalu? Karena bagiku tidak ada alasan untuk mengungkit masa lalu dan menjadikannya masalah di masa sekarang. Jika aku boleh tahu masalah apa yang sedang Kak Zion hadapi hingga Kak Zion menyinggung masalah itu lagi sekarang."
"Ini tentang Faith," ucap Zion secara hati-hati. Biasanya ia akan menceritakan masalah ini kepada Norah. Namun sekarang Norah terlihat sangat sibuk dengan pesta pernikahannya hingga akhirnya membuat Zion memutuskan untuk merahasiakan cerita ini dari Norah dan mengatakannya kepada Daisy saja.
"Faith?" celetuk Daisy kaget. Wanita itu tahu kalau hubungan Faith dan Zion sudah berakhir. Ada wajah tidak setuju di sana ketika ia kembali mendengar nama Faith. wanita itu tidak mau kakak kandungnya disakiti lagi.
"Ya, ini tentang Faith," jawab Zion apa adanya.
"Masalah kita sangat jauh berbeda. Jika saat itu Kak Foster menyakitiku karena alasan keluarganya. Sekarang Kak Faith menyakiti Kakak tanpa alasan apapun. Maksudku wanita itu lebih memilih pria lain daripada Kakak. Sungguh jauh berbeda dari masalah yang aku hadapi. Aku pikir Kak Faith tidak pantas untuk mendapatkan maaf dari Kak Zion." Daisy jelas-jelas tidak setuju kakaknya pergi.
"Dia memintaku untuk menemuinya di Las Vegas."
"Faith bilang kalau dia membantuku untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara aku dan juga Dominic."
"Kak. Bukankah perselisihan yang terjadi diantara Kak Zion dan pria itu memang sudah berakhir. Kak Zion sudah menang melawan dia di Las Vegas waktu itu. Apa lagi yang mau dibahas sekarang? Aku rasa Itu hanya alasan Kak Faith saja agar Kak Zion mau berangkat ke Las Vegas dan menemuinya. Dia pasti merasa menyesal karena sudah meninggalkan Kak Zion seperti waktu itu. Sekarang dia baru sadar kalau sebenarnya dia juga mencintai Kak Zion," celetuk Daisy kesal.
"Dia juga mencintaiku?" tanya Zion dengan wajah kaget.
Daisy menutup mulutnya karena sudah salah bicara. Penjelasan yang ia katakan bukan membuat Zion bertahan di sana justru itu akan membuat Zion semakin bersemangat untuk berangkat ke Las Vegas dan menemui Faith.
"Maksudku tidak seperti itu." Daisy memalingkan wajahnya ke arah lain dan mencari alasan baru untuk menahan Zion agar tetap bertahan di sana.
"Kau benar. Faith tidak akan mungkin mau bersusah payah mendamaikanku dengan Dominic jika di hatinya tidak ada namaku. Kali ini aku merasa sangat yakin kalau Faith juga mencintaiku. Dia merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Waktu itu dia pergi meninggalkanku pasti karena ada alasannya. Tapi dia tidak mau mengatakannya kepada semua orang. Sekarang aku akan berangkat ke Las Vegas hari ini juga. Aku titipkan hadiah ini kepadamu."
__ADS_1
"Kak Zion jangan pergi. Aku akan dimarahi mama nanti," bujuk Daisy dengan rengekan.
"Aku tidak akan melibatkanmu di dalam masalah ini. Jika mama bertanya katakan saja kepada Mama kalau kau tidak tahu ke mana aku pergi. Aku akan berpamitan kepada Papa setelah aku tiba di pesawat nanti."
"Bagaimana kalau Kak Zion hanya dijebak saja oleh wanita itu?"
"Aku tidak akan tahu perasaan Faith jika tidak menemuinya langsung. Pertemuanku kali ini akan menjadi penentu. Setidaknya aku bisa melupakan Faith dengan tenang setelah mendengar penjelasan darinya. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kau tenang saja aku pasti akan kembali dalam keadaan selamat."
...***...
Zion tersentak kaget ketika pramugari meletakkan jus jeruk di hadapannya. Pria itu memandang pengawal yang ikut bersamanya untuk beberapa detik sebelum memandang ke depan lagi. Ia tahu kalau keadaan akan menjadi kacau ketika mereka semua yang ada di lokasi pesta tahu kalau saat ini dia berangkat ke Las Vegas hanya untuk menemui Faith. Cinta Memang benar-benar telah membuatnya menjadi pria bodoh sampai-sampai tidak bisa berpikir jernih lagi. Hanya Faith satu-satunya wanita yang bisa membuat Zion bertindak seceroboh ini. Biasanya Zion terkenal sebagai pria yang sangat perhitungan sebelum bertindak.
"Bos, ada satu pertanyaan yang sejak kemarin ingin saya tanyakan kepada anda."
"Tentang apa?" tanya Zion penasaran.
"Ini tentang jodoh yang sudah disiapkan oleh Bos Leona untuk Anda. Bukankah waktu itu Anda pernah berjanji kepada Bos Leona kalau anda akan mencintai wanita yang dipilih oleh Bos Leona untuk anda. Lalu kenapa sekarang dengan susah payah Anda pergi menemui Nona Faith? Jika detik ini Bos Leona sudah berhasil menemukan wanita yang cocok dengan anda, bukankah itu hanya akan membuat Nona Leona menjadi kecewa. Tidak baik menyakiti hati orang tua terutama ibu yang sudah mengandung kita."
"Kau tidak perlu mengajariku karena aku tahu keputusan apa yang harus aku ambil," jawab Zion santai.
Keputusanku ini tidak akan merugikan siapapun termasuk Faith dan Mama. Aku bisa membawakan diri untuk membuat dua wanita itu tetap berdamai.
"Lalu bagaimana jika nanti Nona Faith mengatakan kalau dia mencintai Anda? Apa Anda akan menerima cintanya dan memaafkan kesalahan yang sudah dia perbuat? Bos, wanita mudah sekali mencari perhatian. Hanya dengan air mata dia bisa membuat anda luluh."
"Aku menemui Faith hanya untuk meluruskan masalah yang pernah terjadi. Soal perasaan akan aku pikirkan lagi." Zion seperti sedang menghindari pertanyaan apapun tentang Faith karena memang detik ini pria itu juga tidak tahu harus berbuat apa nanti di Las Vegas jika Faith mengungkapkan perasaannya.
"Pertemuanku dengan Faith kali ini akan membuatku merasa mantap. Apakah aku harus melupakan Faith selama-lamanya atau tidak," gumam Zion di dalam hati.
__ADS_1