
Faith tiba di Las Vegas ketika langit telah gelap. Setelah tiba di bandara wanita itu sekarang tidak tahu harus ke mana. Dia memang ingin bertemu dengan Dominic namun tidak untuk sekarang. Faith ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu sebelum menemui Dominic. Malam yang dingin membuatnya ingin segera mencari tempat istirahat. Faith juga merasa lapar. Dia memeriksa sakunya. Ada lembaran uang yang diberikan Leona untuk Faith bertahan hidup sampai dia mendapatkan pekerjaan nantinya.
Faith memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya. Dari beberapa orang yang berlalu Faith tahu kalau ada sebagian anak buah Dominic yang kini memperhatikannya dengan seksama. Namun Faith tidak terlalu peduli, wanita itu segera melangkah menuju ke taksi yang sudah menunggunya di depan. Tidak ada barang bawaannya karena memang Faith tidak memiliki barang apapun.
"Aku harus segera masuk agar tidak tertangkap anak buah Dominic," gumam Faith di dalam hati.
Namun sebelum masuk. Saat ingin membuka pintu taksi tiba-tiba seorang pria memegang tangan Faith dan mencegah wanita itu untuk masuk ke dalam taksi. Faith memandang pria tegap yang berdiri di sampingnya.
"Siapa Anda?" tanya Faith dengan wajah polosnya meskipun sebenarnya wanita itu tahu kalau pria yang berdiri di hadapannya adalah anak buah Domimic.
"Ikut denganku karena seseorang ingin bertemu denganmu," ucap pria itu tanpa mau memperkenalkan diri.
Faith melepas tangannya dengan paksa lalu memalingkan wajahnya. "Katakan kepada Dominic kalau aku sendiri yang akan menemuinya. Dia tidak perlu repot-repot untuk memaksaku menemuinya dengan cara seperti ini. Aku butuh waktu untuk sendiri. Sekarang aku sudah ada di Las Vegas. Di manapun aku bersembunyi pasti kalian akan menemukanku. Untuk saat ini aku ingin sendiri," ucap Faith dengan sungguh-sungguh hingga membuat pria itu tidak bisa memaksa lagi.
__ADS_1
"Baiklah, jika memang itu yang anda inginkan. Tapi aku harap anda bisa pegang kata-kata anda. Segera temui Bos Dominic. Jika tidak aku yang akan menemui anda dan menyeret anda secara paksa," ujar pria itu dengan penuh ancaman. Dari sikap dan nada bicaranya ia sudah tidak hormat lagi kepada Faith meskipun dia tahu kalau Faith adalah wanita yang sempat dicintai dan membuat bosnya tergila-gila. Kini pria itu seperti membenci Faith.
Faith segera masuk ke dalam taksi. Wanita itu memandang pria berbadan tegap tersebut sejenak sebelum memberi perintah kepada supir taksi di depan untuk jalan.
Setelah taksi yang ditumpangi Faith melaju cepat, pria itu segera mengambil ponselnya dari dalam saku. Dia menekan nomor Dominic lalu melekatkan ponselnya di telinga.
"Katakan kepada bos Dominic kalau Nona Faith menolak untuk menemuinya. Dia butuh waktu untuk sendiri. Nantinya Nona Faith sendiri yang akan menemui Bos Dominic," ujar pria itu apa adanya. Setelah itu dia mematikan panggilan telepon tersebut lalu memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku. Pria itu kembali pada tugasnya.
Di dalam taksi, Faith menghapus air mata yang tiba-tiba saja menetes membasahi wajah. Setelah tiba di Las Vegas justru bayang-bayang Zion menghantuinya. Itu merasa semakin sesak Ketika semakin jauh dari Zion. Padahal sebelumnya perasaan itu tidak ada.
"Aku telah dipermainkan oleh perasaanku sendiri. Sekarang aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku sudah memaksa semua orang untuk membenciku," gumam Faith di dalam hati. Tanpa disadari Faith kalau supir taksi yang kini membawanya adalah orang yang jahat. Melihat Faith berpenampilan sangat kacau membuat supir taksi itu ingin menjebak Faith di suatu tempat.
"Nona, kelihatannya Anda sedih sekali. Apa anda sedang ada masalah?" tanya supir taksi itu untuk mendekatkan diri.
__ADS_1
"Tidak ada. Aku hanya lelah saja," dusta Faith.
Supir taksi itu mengambil air minum mineral yang ada di depannya lalu ia memberikannya kepada Faith.
"Minumlah Nona agar anda jauh lebih tenang. Tidak baik jika anda menangis seperti itu."
Faith yang tidak curiga sama sekali segera mengambil air mineral itu lalu membuka tutupnya. Tanpa pikir panjang wanita itu meneguk isinya secara perlahan lalu menutup tutupnya lagi dan meletakkannya ke depan. Wanita itu memandang ke arah jendela untuk menikmati pemandangan malam yang indah.
"Aneh, kenapa mataku tiba-tiba ngantuk? Apakah ini karena aku terlalu lelah?" gumam Faith sambil memijat bahunya sendiri.
Tidak lama setelahnya Faith merasa sangat mengantuk sekali. Kepalanya terasa begitu pusing. Faith sudah berjuang keras untuk tetap membuka matanya. Namun tetap saja kedua matanya terpejam hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri dan tertidur di dalam taksi.
Supir taksi yang ada di depan tersenyum licik karena rencananya telah berhasil. Pria itu ingin membawa Faith ke suatu tempat yang sangat sunyi. "Wanita bodoh," gumam supir taksi itu dengan senyum menyeringai.
__ADS_1