
Zion sudah ada di dalam mobil. Pria itu menunggu Norah masuk ke dalam mobilnya. Dia sudah mengirim pasukan Gold Dragon untuk menjemput Norah dan memintanya masuk ke dalam mobil. Sambil menunggu Norah masuk ke dalam mobil, Zion teringat buku diary milik Daisy yang kini tersimpan di dalam mobil. Pria itu mengambilnya dan ingin membaca isi di dalamnya.
"Ternyata dia suka menulis segala hal di dalam buku diary. Buku ini sudah hampir penuh," gumam Zion sebelum membuka sampul depan dan mulai membaca isi tulisan di dalamnya.
"Universitas Yale adalah universitas terbaik. Aku senang bisa kuliah di tempat ini. Mama dan papa sangat mendukungku. Terutama Kak Zion dan Kak Norah. Aku sayang mereka ...."
Zion tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Antara terharu dan sedih membaca tulisan Daisy. Dia yang begitu dibanggakan oleh Daisy nyatanya tidak berhasil menjaga wanita itu dengan baik. Sepuluh lembar pertama berisi dengan cerita sehari-hari Daisy selama di Universitas Yale. Zion melompat ke halaman terakhir. Dia ingin tahu sebenarnya apa yang sudah di tulis adiknya sebelum dia menghilang. Apa mungkin dia bisa menemukan petunjuk di dalam buku diary tersebut.
"Namanya Foster. Dia pria yang baik dan juga tampan. Tadi dia memandangku ketika aku sedang memandangnya. Aku sangat malu. Bagaimana ini? Kenapa aku? Apa aku sakit? Tidak. Aku tidak mungkin sakit. Tapi, kenapa setiap kali mengingat namanya debaran jantungku menjadi tidak karuan? Bahkan nafasku berubah sesak. Belum pernah aku merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.
Sebenarnya aku tahu, dia juga suka padaku. Entahlah. Apa aku terlalu percaya diri? Tapi, surat dan bunga mawar yang tadi dia kirimkan. Bukankah itu sudah melambangkan sebuah perasaan. Tetapi ... aku tidak berani dekat-dekat dengannya. Ini semua demi keselamatan dirinya juga. Kak Zion pasti akan marah. Aku tidak mau Foster celaka. Aku tidak mau dia terluka. Biarlah perasaan ini aku simpan di dalam hati sampai mati."
Zion tercengang membaca lembaran terakhir yang ternyata berisi perasaan Daisy terhadap Foster. Detik itu Zion tahu kalau ternyata bukan hanya Foster yang menyukai Daisy. Tetapi Daisy juga menyukai Foster. Ini menjadi rumit karena Zion tidak mau adiknya di sakiti. Dia tahu bagaimana sifat pria jaman sekarang. Apa lagi dilihat dari penampilannya, Foster bukan tipe pria yang setia.
"Aku tidak akan membiarkan Daisy dekat-dekat dengan pria itu. Dia tidak cocok untuk Daisy!" umpat Zion di dalam hati. Dia selalu saja berubah posesif setiap kali Daisy dekat dengan pria. Hal itu yang membuat Daisy sampai sekarang tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Termasuk Norah. Mereka tidak bisa mengenal dan dekat dengan pria lain selain kakak kandungnya sendiri.
Pintu mobil terbuka. Zion cepat-cepat menyelipkan buku itu di samping jok mobil. Dia memandang ke depan dan bersikap seolah sedang bosan menunggu Norah.
"Kenapa lama sekali?" protesnya.
__ADS_1
"Mama dan papa baru saja pulang," sahut Norah tanpa memandang. Dia memakai sabuk pengaman sebelum mengambil ponselnya dari dalam saku. "Kenapa di sini tidak ada jaringan?" protes Norah.
"Apa kau baru sadar?" Zion menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Dia memandang mobil Livy yang juga sudah melaju di belakang mobilnya. Begitu juga dengan pasukan Gold Dragon dan The Filast. Mereka semua sudah ada di kendaraan masing-masing dan siap menjaga pemimpin mereka dengan baik.
"Bagaimana dengan pria itu? Kenapa kita pindah tempat dan meninggalkan dia?" tanya Norah. Dia sadar kalau sekarang Foster dibiarkan di rumah kayu itu.
"Dia sudah tidak berguna lagi. Bukan dia yang menculik Daisy. Tetapi seorang wanita." Zion menurunkan kecepatan mobilnya ketika berada jalanan terjal.
"Wanita? Siapa?" Norah terlihat sangat antusias.
"Kita akan bicarakan masalah ini jika sudah sampai di tempatnya. saat ini petunjuk yang kita miliki sudah hampir 70%. Aku harap petunjuk yang sekarang kita dapat bisa segera mempertemukan kita dengan Daisy," jawab Zion penuh harap.
"Jika memang seperti itu yang terjadi seharusnya sudah sejak awal dia menghubungi kita."
Norah kembali diam. "Tadi Mama sempat bilang. Kalau lawannya kita hadapi tidak mudah dikalahkan. Sepertinya Mama dan papa sudah tahu seperti apa orang yang sudah mencurigai Daisy. Hanya saja mereka bersikap pura-pura tidak tahu."
Zion hanya diam saja mendengar perkataan Norah. "Aku harap kalian tidak pernah menyesal memiliki kakak sepertiku," gumam Zion di dalam hati.
***
__ADS_1
Mobil yang digunakan Zion, Livy, pasukan Gold Dragon dan The Filast berbaris rapi di halaman rumah. Beberapa bertugas untuk berjaga di halaman depan. Sebagian lagi di halaman samping. Sisanya akan berjaga di dalam rumah.
Zion, Norah dan Livy sudah ada di ruang tengah rumah mewah tersebut. Di atas meja ada banyak sekali dokumen berisi foto serta laptop yang kini memutar rekaman cctv yang baru saja didapatkan oleh Livy.
"Akhirnya, aku berhasil!" teriak Livy. Teriakan wanita itu memancing perhatian Zion dan Norah. Kakak adik yang tadinya sedang fokus memeriksa laptop mereka, kini memandang ke arah Livy dengan tatapan penuh tanya.
"Apa yang kau dapatkan?" tanya Zion penasaran.
"Wajah wanita itu lengkap dengan identitasnya!" sahut Livy dengan riang. "Aku akan kirim ke email Kak Zion sekarang." Livy memainkan jemarinya di keyboard laptop. Norah beranjak dari duduknya dan memilih untuk duduk di samping Zion. Wanita itu juga ingin melihat wajah wanita yang sudah berani menculik adiknya.
Zion mengeryitkan dahi melihat foto Rula terpampang jelas di layar laptopnya. Kalau diingat-ingat lagi, Zion tidak pernah memiliki masalah dengan Rula.
"Kakak kenal dengan dia?" tanya Norah sambil membaca informasi tentang Rula. "Informasinya kurang lengkap. Hanya nama dan usia saja," sambungnya tanpa mau memandang ke arah Livy.
"Tapi ini sudah lebih dari cukup," jelas Zion. Ia hanya tidak mau ada keributan antara Norah dan Livy.
"Kak, aku akan memeriksa semua cctv yang terdapat gambarnya. Dengan cara ini aku harap kita bisa tahu dimana dia membawa Daisy," ucap Livy penuh semangat. Zion hanya mengangguk saja. Dia juga sudah mengirimkan foto Rula ke semua ponsel pasukan Gold Dragon. Pria itu juga sudah menugaskan semua anggotanya untuk mulai melakukan pencarian mulai dari sekarang.
"Tidak lama lagi aku akan bertemu dengan Daisy," gumam Zion di dalam hati.
__ADS_1