I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 10


__ADS_3

Naya melajukan motornya untuk segera sampai kekos yang disewanya, kos yang disewanya hanya sepetak ruang yang didalamnya sudah ada kamar mandi dan wc. Tidak ada kamar tamu ataupun dapur semuanya menjadi satu tanpa sekat. Namun, karena Naya orangnya rapi dan pandai menata tempat hal tersebut bukanlah suatu masalah sehingga kos yang Naya sewa tampak bersih dan nyaman untuk ditinggalinya.


Saat diperhentian lampu lalulintas dijalan menuju kosnya Naya sempat melamun tentang sikap anak Mochi yang sangat berbeda hari ini.


“Hm,,, anak Mochi itu jika sering tersenyum dan ceria seperti saat bermain tadi semakin manis dan sangat menggemaskan. Beda sekali saat pertama kali bertemu dengan anak tersebut, dia sangat dingin dan hemat berbicara. Apa yang terjadi dengan dirinya ya sehingga bisa berubah seperti itu ??? Apapun itu, itu adalah hal yang baik karena bisa menumbuhkan aura anak-anak pada diri Anak Mochi yang lucu itu” batin Naya dengan bibir yang melengkung ke atas saat melamun kan anak Mochi


“Tiitt,,,titt,,,tiitttt…” Suara klakson mobil dibelakang membuat Naya sadar dari lamunannya, ternyata lampu sudah hijau menunjukkan kendaraan untuk jalan.


*Flashback on


“Ayah, apa Aydin punya Bunda ? “ Tanya Aydin pada sang Ayah. Kini setelah pertemuan pertama kali dengan Naya tadi mereka sudah berada dalam mobil untuk menuju kantor.


“Iya...” jawab Derya dengan dingin


“Dimana Bunda Aydin ayah ? “ kata Aydin penasaran


“Nanti Ayah ajak menemui Bunda, sekarang kamu diam saja dan makan buah itu dengan tenang” ucap Derya


“Benar ya Ayah, kita bertemu Bunda ? Aydin sangat ingin memiliki Bunda Ayah” rengek Aydin


“Kenapa ?” tanya Derya yang kini menatap anaknya

__ADS_1


“Hm ??? “ Aydin memiringkan kepalanya bingung dengan pertanyaan Derya


“Kenapa Aydin ingin Bunda ?“ kata Derya memperjelas pertanyaannya


“Ini Ayah, seperti dalam video ini. Bunda Beruang menjaga anak Beruang saat Ayah Beruang sedang pergi bekerja dan bermain bersama anak beruang. Aydin juga ingin bermain dan bersama Bunda, tapi Aydin tidak tahu dimana Bunda Aydin tinggal. Tadi Aydin baru bertemu Bunda Ayah malah mengusir Bunda” ucap Aydin mejelaskan keinginannya


“Bunda kamu bukan dia Aydin” kata Derya dingin, dia kini mengalihkan pandangannya ke laptopnya


“Tapi Aydin ingin Bunda yang tadi Ayah” pinta Aydin pada sang Ayah


“Bunda kamu sudah tidak ada Aydin dia sudah tenang di alamnya, jadi yang tadi itu bukan Bunda kamu” ucap Derya memberi penjelasan


“Jika tidak ada Aydin akan cari Bunda yang tadi saja. Aydin ingin Bunda yang di restoran tadi yang menjadi Bunda Aydin yang baru” ucap Aydin


“Bolehkan yah ?” tanya Aydin


“Tidak, Ayah tidak ingin ada Bunda baru” ucap Derya dingin


“Kenapa tidak ingin ? “ tanya Aydin lagi


“Aishhh, kenapa anak ini semakin banyak tanya saja” batin Derya karena bingung menjelaskan kepada sang anak

__ADS_1


“Terserah kamu, sudah sekarang kamu diam jangan banyak bertanya lagi tentang itu” ucap Derya akhirnya


“Yey, terimakasih Ayah” ucap Aydin dan mencium Derya


Dia dari tadi sangat ingin mencium Bundanya, namun karena Ayahnya datang maka Aydin tidak sempat mencium Naya. Karena seperti itu yang dilakukan anak beruang saat senang dengan sesuatu, dia hanya mencontoh apa yang dilihatnya.


Derya yang mendapat ciuman dari sang anak menjadi membeku. Sang anak yang dulunya kaku dan sering menjawab dengan singkat ketika ditanya, kini mejadi sosok lain yang sangat ceria. Entah apa yang membuat sang anak berubah menjadi seperti ini Deryapun juga bingung, padahal dia dan Aydin selalu bersama 24 jam.


Derya menatap sang anak yang kini sudah sibuk dengan tabletnya, memilih beberapa video untuk ditontonnya. Ternyata yang dipilihnya masihlah cerita fable tentang keluarga beruang yang menceritakan kehangatan dan kebahagian keluarga, mungkin itu yang mepengaruhi pemikiran sang anak.


“Hmmm,,, sepertinya aku harus memilihkan video yang tidak bersangkutan dengan keluarga lagi, karena dia tidak pernah merasakannya dan membuat permintaan aneh seperti ini membuatku menjadi pusing” batin Aydin saat mengetahui penyebab keinginan anaknya tersebut. Dia berharap keinginan tersebut hanya keinginan sesaat dan kemudian terlupakan.


Sedangkan Aydin tersenyum senang smabil menonton video di tabletnya, dia mmebayangkan bagaimana jika dia memiliki Bunda, bersama Bunda setiap harinya dan bermain bersama. Anak itu sepertinya benar-benar menginginkan sosok Bunda.


*Flashback off


.


.


.

__ADS_1


Bagaimana anak kecil yang sangat menginginakn sosok Bunda tersebut mengapai keinginannnya? cara apa yang akan dia tempuh agar berhasil membujuk sang calon Bunda dan Ayah beruang yang sangat dingin kepada anaknya itu ?


Mari terus baca Novel ini dan tunggu kelanjutan episodenya ya😉…


__ADS_2