
“Oh,,,,” dan Sreet !!! bunyi sesuatu yang robek
“Bukk !!! ” Bunyi seseorang jatuh
“Auu,,, jidat Aydin sakit sekali” ucap Aydin yang kesakitan karena terjatuh
Sang pencopet tidak memperdulikan anak yang terjatuh dihadapannya dia langsung kabur begitu saja…
“Ah hanphone Aydin, Aydin belum menghubungi Bunda” kata Aydin sadar apa yang seharusnya dia lakukan
“Om,,,, jangan pergi om. Kembalikan handphone Aydin ! Aydin ingin menghubungi Bunda…” teriak Aydin sambil mengejar om brewok tersebut
Ternyata pencopet tersebut tidak dapat berlari dengan kencang karena kakinya sedikit pincang dan itu mebuat Aydin masih dapat melihat kerah mana om brewok berlari.
“Om, tunggu sebentar saja ! Aydin ingin menghubungi Bunda Aydin…” teriak Aydin
“Jika om mau handphone Aydin ambil saja. Tapi ijinkan Aydin memakainya sekali untuk menghubungi Bunda” sambung Aydin sambil berteriak
“Hiks,,, hiks,,, Aydin hanya ingin bertemu dengan Bunda Om” kini Aydin mulai menangis karena rencananya akan gagal jika dia tidak bisa menemui Naya
“Om,,, Aydin mohon” terisak Aydin pilu. Membuat orang yang mendengarnya akan kasihan. Namun entah kenapa jalanan sepi pagi ini sehingga tidak ada yang melihat kejadian tersebut...
Sang pencopet pun berhenti berlari medengar teriakan Aydin. Tanpa sadar kini mereka sedang berada disebuah taman…
“Om brewok…” ucap Aydin lesu karena sudah kelelahan
“beneran ya, handphonnya buat Om !” kata om brewok sambil memperhatikan Aydin yang tidak jauh dari dirinya
“Iya om, Aydin janji akan kasih ke om kalau perlu mainan Aydin ini Aydin juga kasih ke Om” kata Aydin sambil menjulurkan Tas dipunggungnya
“Om tidak perlu mainan kamu, Om hanya ingin handphone ini untuk anak Om” jawab Om brewok dengan jujur
“Iya Om, Aydin akan kasih. Om Aydin lelah karena berlari. Ayo kita duduk disana dulu” ajak Aydin sambil menuju ke sebuah kursi yang ada ditaman
“Ayo…” kata Om brewok karena merasa anak didepannya ini dapat dipercaya
“Ini om minum “ kata Aydin menawarkan air minumnya setelah dia minun terlebih dahulu tentunya
“Terimakasih” jawab om tersebut langsung menerima pemberian Aydin, dia jua merasakan dahaga karena berlari
__ADS_1
“Om brewok kenapa mengambil hanphone Aydin, itukan tidak baik om ?” kata Aydin penasaran
“Uhuuuuk… ini, emmm,,, anu” kata om Brewok yang tersedak karena diingatkan oleh anak kecil atas tindakannya
“Om tidak tahu harus berbuat apa ? Om tidak memilki uang membelikan handphone untuk anak om. Om kasihan dengan anak Om yang selalu diejek karena tidak meilihi handphone oleh teman sekolahnya. Anak om yang malang, karena om yang cacat seperti ini sehingga tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mencukupi kebutuhan anak om…” kata om brewok bercerita
“Hm,,, om ambil saja handphone Aydin supaya anak om tidak diejek lagi oleh temannya. Aydin tidak memilki teman jadi Aydin tidak pernah merakan hal yang seperti itu. Pasti sangat menyakitkan…” kata Aydin sambil membayangkan bagaimana persaan anak om brewok tersebut
“Tapi, kamu tidak akan melaporkan ini kepolisi bukan nak ?” kata om Brewok yang masih tidak yakin dengan kepolosan atau kebaikan dari anak didepannya ini.
Dia memang berkata jujur tentang kondisi keuangannya, tapi mana ada seseorang yang dengan ikhlasnya memberikan sesuatu yang berharga seperti ini dengan orang asing yang baru dtemuinya.
“Iya om. Aydin tidak akan melaporkan om kok !” kata Aydin yakin
“Humfff….” Om brewok menghembuskan nafasnya dengan kasar, karena memikirkan tindakannya ini
“Oh ya Om, Aydin ingin menguhubungi Bunda Aydin boleh ?” kata Aydin yang baru teringat akan tujuannya
“Oh iya ini… tapi apa kamu akan menceritakan ini kepada Bundamu ?” kata om brewok yang ragu
“Tidak, Aydin hanya ingin Bunda menemui Aydin disini” kata Aydin ceria
“Hm, baiklah… ini” kata om brewok menyerahkan ponsel Aydin
“Assalamu’alaikum Bunda…” kata Aydin ceria
“Iya, Aydin juga sangat rindu dengan Bunda, hehe…” jawab Aydin
“Aydin sedang berada ditaman yang waktu itu Bunda, apa Bunda dapat menjemput Aydin disini ?” tanya Aydin
“Tidak apa-apa Aydin hanya ingin menyegarkan diri dan bertemu Bunda disini” kata Aydin memberi alasan
“Iya, Ayah tahu kok Bunda, Bunda jemput Aydin ya…” pinta Aydin
“Terimakasih Bunda, Aydin sayang Bunda…” kata Aydin senang
“Wa’alikumsalam Bunda…” kata Aydin mengakhiri percakapannya dengan ceria
“Ini om, om matikan saja ponselnya dan cabut kartunya ya supaya Ayah Aydin tidak dapat melacaknya. Lalu setelah 24 jam om baru hidupkan kembali handphonenya” kata Aydin memberi saran
__ADS_1
“Beneran nak ? ini handphone mahal…” kata om brewok merasa tidak enak
“Tidak apa-apa om, ambil saja… Aydin tidak memegang uang sekarang, jadi Aydin tidak dapat bersedekah kepada om dengan uang. Sebagi gantinya om ambil saja handphone Aydin” kata Aydin meyakinkan
“Kalau begitu saya terima dan terimakasih banyak nak” kata om brewok tulus
“Iya om, sama-sama” jawab Aydin
“Apa kamu tidak apa-apa menuggu Bunda kamu sendirian disini ? om tidak bisa menemani karena om harus kepasar untuk menjaga parkir kembali” kata om brewok
“Iya om, Aydin berani kok” jawab Aydin tersenyum
“Baiklah, sekali lagi terimakasih” kata Om brewok pamit
“iya om, hati-hati dijalan” kata Aydin menjawab
“Iya, kamu juga harus berhati-hatilah” kata om brewok, kemudian pergi…
"Hm...." Respon Aydin sambil mengangguk
“Hoaamm,,, semoga Bunda tidak lama. Aydin sangat lelah sekarang” kata Aydin yang merasa lelah karena sudah berlari mengejar om brewok tadi
“Grukkkk,,, gruuukk…” bunyi perut yang sedang demo dengan sang pemiliknya untuk segera dipenuhi haknya dengan makanan
“Ah,,, Aydin lapar. Sepertinya energi Aydin habis karena berlari tadi…” gumam Aydin cemberut
Siri roti,,,, roti siriii rotiiii… gerobak dengan nyanyian khasnya itu berhenti tak jauh dari Aydin duduk, membuat rasa lapar Aydin semakin menjadi…
“Ummm,, aku tidak menyisakan uang untuk diri sendiri. Kenapa tidak terpikikan ya ?” gerutu Aydin pada dirinya
“Hah ? itukan dia ??? Aydin samperin ah…” kata Aydin langsung beranjak dari kursinya
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😉~~~