
“Mau apa kamu mengajak anak saya ke kampung ? “ Kata suara bariton yang tiba-tiba terdengar dalam percakapan mereka.
“Eh,,, ada Pak Derya ya. Selamat malam Pak” sapa Naya berbasa-basi. Hanya suara yang terdengar, Naya bisa mengenali suara yang sudah menunduhnya menculik anak kecil tersebut dengan baik
“Ayah, kenapa Ayah disini ? “ tanya Aydin kaget karena sang Ayah sudah ada didekatnya
“Ini sudah jam 19.35 Aydin, kamu sudah terlambat 5 menit untuk makan malam” ucap Derya tegas
“Maaf ayah…“ ucap Aydin sambil menunduk
“Matikan telponnya dan segera turun kebawah !” perintah Derya
“Baik...“ sahut Aydin
“Bunda, sudah dulu ya telponnya. Dadah Bunda, Aydin sayang Bunda. Assalamu’alaikum...” ucap Aydin mengakhiri percakapannya
“Wa’alikumsalam sayang, makan yang banyak ya biar makin pintar, Dadah…” ucap Naya mencoba untuk megakhiri dengan nada ceria.
Padahal dia merasa sangat jengkel dengan kehadiran Derya yang mengintimidasi Aydin dan membuat Naya melihat pipi mochi yang menggemaskan pun berakhir.
***
__ADS_1
Setelah mematikan vc dengan Naya Aydinpun turun kebawah untuk makan. Sang Ayah sudah duduk dikursinya, ada kehampaan disana karena mereka hanya makan berdua saja tanpa sosok wanita penyayang yang hadir diantara mereka dan itu adalah sosok Bunda yang akan membuat suasana dimeja makan ini menjadi lebih hangat.
“Ayah…” ucap Aydin ingin mengajak berbicara
“Makan itu tidak boleh berbicara. Jika ada yang ingin dibicarakan nanti setelah makan” sahut Derya dengan tegas
“Hm,,,“ sahut Aydin
Tak berapa lama sesi makan malam yang hampa itupun berakhir. Derya berjalan menuju ruang televisi untuk bersantai sejenak, Aydinpun mengikuti sang Ayah.
“Ayah, apa Ayah bisa mendatangkan teacher yang dapat mengajari Aydin mengaji dan shalat ? Aydin ingin belajar shalat dan mengaji Ayah, kata Bunda karena Aydin agama Islam jadi harus shalat dan mengaji” kata Aydin mengungkapkan keinginannya
“Nanti saja, besok selama seminggu kedepan kita akan keluar kota dan Aydin ikut jadi dimulai nanti saja belajar mengaji dan shalatnya” jawab Derya yang menyesuaikan jadwal mereka
“Kenapa ? kenapa tidak ikut, biasanya Aydin selalu ikut bukan ? “ tanya Derya
“Aydin tidak ingin ikut Ayah, karena Aydin tidak ingin semakin jauh dengan Bunda. Aydin ingin bertemu Bunda setiap hari” jawab Aydin jujur
“Sudah Ayah tegaskan dia bukan Bunda kamu Aydin !” jawab Derya
“Tapi Aydin sayang Bunda, Bunda juga sayang Aydin. Pokoknya Aydin tidak ingin ikut dengan Ayah jika Ayah pergi jauh” ucap Aydin merajuk dan meninggalkan Derya diruang tamu, dia menuju ke kamarnya
__ADS_1
“Humff,,,, anak ini semakin keras kepala saja sejak bertemu dengan perempuan itu. Lebih baik aku tidak mengijinkan jika mereka ingin bertemu nanti, perempuan itu membawa pengaruh buruk” gumam Derya setelah menghembuskan napasnya
***
“HAAchiiiiM…” Suara bersin
“Kenapa tiba-tiba bersin ya ? Sepertinya ada yang berbicara buruk tentang ku” batin Naya setelah mengusap hidungnya yang tiba-tiba gatal
“Siapa ya kira-kira ? perasaan aku tidak ada berbuat salah deh hari ini ? “ batin Naya memikirkan siapa yang sedang berbicara buruk tentang dirinya
“Ahhh, sudahlah. Lanjutkan mengedit saja Naya, fokuussss….” Ucap Naya pada dirinya sendiri. Saat ini Naya sedang mengedit hasil foto yang diambilnya sore tadi, agar hasil yang diterima client memuaskan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~