I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 38


__ADS_3

Sementara itu, disebuah gedung nan megah seorang pria dengan setelan jasnya kini tampak acak-acakan. Amarahnya meletus bagai gunung merapi karena baru mengetahui hal yang sangat tidak ingin terjadi….


“Bagaimana bisa Aydin tidak ada dikamar ? HANYA MENJAGA ANAK KECIL SAJA KAMU TIDAK BECUS !!!” Kata Derya sambil berteriak kepada Anton


Karena kesibukannya dengan klien, bahkan Derya sendiri melupakan Aydin karena masalah perusahaan di kota Y semakin menjadi karena tidak terselesaikan kemaren.


Derya sibuk masalah tersebut dan pekerjaanya sehingga melupakan sosok anak kecil yang seharusnya dia jaga dan perhatikan ...


“Maaf Bos, saya hanya mengikuti bos seharian ini. Apa bos bisa bertemu dengan clien tanpa saya ?” tanya Antin balik


“Saya butuh kamu disisi saya untuk membantu saya, tapi kenapa kamu juga melupakan Aydin ??? harusnya kamu bisa membagi waktu antara saya dan memperhatikan Aydin” kata Derya tidak ingin disalahkan


“Hadehh, nasib gue gini banget ya… Punya bos yang tidak mau disalahkan, apa salahku Tuhan ?” batin Anton mengasihani nasibnya


“Ya sudah, ayo cepat kita cari Aydin. Ayo keruang CCTV perusahaan ! “ kata Derya sambil bergegas.


Derya sebenarnya sadar jika dirinya yang salah, namun dia perlu meluapkan emosinya dan Antonlah yang menjadi sasaran empuk kemarahan tersebut...


Dengan langkah yang terburu-buru mereka menuju ruang keamanan, nampak jelas bahwa kegelisahan dan kemarahan terukir diwajah sang bos, sehingga tidak ada yang berani menyapa bos mereka yang memang terkenal dingin dan arogan tersebut.


“Cepat periksa cctv yang mengarah ke ruangan saya dan yang menuju pintu keluar !” perintah Derya ketika mereka baru saja tiba diruangan tersebut, membuat beberapa penjaga terkejut


“Selamat sore bos...” sapa seorang penjaga sopan


“Saya tidak suka basa basi… cepat periksa dan coba lihat kemana anak saya pergi !” Semua orang disana tidak ada yang berani menatap bosnya yang marah tersebut, lalu mereka langsung bekerja sesuai keinginan bos.


“Bos, tenanglah…” kata Anton melihat sang bos yang berteriak seperti itu, itu akan menurunkan citra baik sang bos pikir Anton


“Ini semua karena kamu Ton. Jika Aydin tidak ketemu kamu saya pecat !” ancam Derya pada sekretarisnya


“Aduh si bos kecil udah sampai rumah belum ya….” Batin Anton cemas, karena Aydin tidak ada menelpon atau menghubungi Anton setelah tadi siang dia mengabari kalau anak itu sudah bertemu Naya


“Bismillah aja deh, telpon aja nih biar gak tambah meledak nih bos” pikir Anton Akhirnya


“Bos, saya akan menghubungi orang rumah. Siapa tau Aydin sudah pulang karena bosan di kamar kantor” kata Anton setelah mendekati Derya


“Hm, cobalah…” kata Derya yang masih memperhatikan dengan seksama rekaman cctv.


Antonpun segera menghubungi bi Ira yang berada di rumah, dia berharap walau bos kecilnya tidak ada kabar lagi tapi rencana tetap berjalan dengan lancar...

__ADS_1


Dan anton akhirnya dapat bernafas lega karena saat ini Aydin sudah berada dirumah dengan Naya, dia senang berarti rencana berjalan dengan baik sampai tahap ini dan selanjutnya adalah tahapan terakhir dan paling penting. Semoga hasilnya sesuai dengan rencana mereka…


“Bos,,, bos kecil berada dirumah…” bisik Anton pada Derya


“Benarkah ? “ tanya Derya memastikan


“Iya bos, saya sudah menghubungi bi Ira dirumah dan dia sudah mengkonfirmasi jika bos muda ada dirumah” jelas Anton


“Ayo segera kita kerumah !!! ” Kata Derya langsung mengambil langkah panjang keluar ruangan agar dia dapat segera menemui Aydin


Orang yang ada didalam ruang keamanan dapat menghembuskan nafas lega karena bos mereka sudah keluar, sehingga hawa ruangan yang tadi panas mulai mendingin


“Humf,,, sangat mendebarkan melihat wajah bos seperti itu “ kata Pegawai 1


“Iya, sangat jarang bos sampai marah seperti itu” sambung pegawai lainnya


***


Dilain tempat, Aydin dan Naya kini sudah sampai dirumah mewah yang nampak sepi itu. Mentari sudah mulai berjalan kembali keperaduannya, mereka tadi mengendarai motor dengan pelan sambil menikmati angin yang Aydin suka jadilah mereka terlambat sampai kerumah Aydin.


“Assalamu’alaikum bi Ira” sapa Naya saat mereka dibukakan pintu oleh bi Ira


“Wa’alaikumsalam Neng, wah ternyata Neng Naya dan Aden to… Ayo masuk” kata bi Ira terlihat senang karena Naya kembali kerumah tersebut


“Makasih bi…” jawab Naya


“Mau minum apa Neng ?” tawar bi Ira


“Gak perlu repot-repot bi. Oh ya Naya kesini mau bantu Aydin buat cari selimut peninggalan Bunda Aydin, apa bibi tau dimana ?” tanya Naya


“Oh tentang itu Bibi tidak tau Neng, Bibi sama Bi Lastri baru bekerja disini setelah umur Den Aydin satu tahun” jelas bi Ira


“Yah, terus siapa bi yang sudah lama bekerja disini ?” tanya Naya tak putus asa


“Hm,,, sepertinya pak Sholeh sudah lama bekerja disini neng, tapi beliau tidak berdiam disini. Beliau biasanya datang sore hari seperti ini untuk membersihkan taman sebentar” jelas bi Ira


“Oh kakek yang ada ditaman depan tadi ya Bi ?” tanya Naya karena tadi sempat melihat pria berusia lanjut sedang menyapu taman


“Sepertinya iya Neng “ jawab bi Ira

__ADS_1


“Kalau begitu Naya menemui kakek sholeh dulu ya…” kata Naya sambil bangkit dari duduknya


“Gak minum dulu Neng,,,” tawar bi Ira lagi


“Enggak usah Bi, nanti Naya kemalam disini,,, hehe… jangan sampai ketahuan Bos ya bi kalau saya kesini” kata Naya sedikit khawatir tentan itu


“Tenang neng aman, biasanya bos pulang ketika petang sekitar jam 6 sore” kata bi Ira yang memahami kekhwatiran Naya


“Makasih bi, Naya sama Aydin menemui kakek sholeh dulu ya” jawab Naya dan kemudian mereka keluar. Naya baru tahu jika seseorang bernama Pak Sholeh tersebut sudah berumur sehingga Naya mengganti panggilannya menjadi Kakek Sholeh.


“Assalamu’alaikum,,, benarkan ini kakek sholeh ?” tanya Naya saat sudah berdekatan


“Wa’alaikumsalam, Iya saya Sholeh Neng. Wah aden muda sudah besar ya…” kata Kakek sholeh saat melihat Aydin


“Assalamu’alaikum Kek…” kata Aydin sambil mencium tangan Kakek sholeh


“Hehe, iya kek Aydin makin besar karena makannya juga besar porsinya” canda Naya


“Hehe, Neng ini siapa ya ?” tanya kakek yang bingung melihat Naya


“Oh, perkenalkan saya Naya kek” jawab Naya kemudian salim kepada sang Kakek


“Ini Bunda Aydin kek, Aydin sayang banget dengan Bunda” kata Aydin ikut memperkenalkan Naya


“Bunda barunya Aydin ya ?” tanya sang kakek sedikit bingung


“ Em,,, anu,,, bukan Kek. Saya hanya dekat dengan Aydin dan meyayangi Aydin seperti adek saya sendiri” jelas Naya


“Hiks,,,hiks,,, hiks,,, “ Terdengar dari samping seorang anak mulai menangis.


Entah kenapa anak itu kini sering sekali menunjukkan perasaaanya kepada orang lain, khususnya Naya. Aydin kini tidak menyembunyikan lagi pada dunia apa yang sebenarnya dia inginkan dan rasakan...


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2