I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 135


__ADS_3

Setelah kehebohan yang terjadi, bel istirahat pun berbunyi. Anak-anak berhamburan ke luar kelas menuju kantin untuk makan siang. Para bu ibu komplek SD terpaksa pamit untuk menghampiri anak mereka, padahal sebenarnya mereka masih mau memberikan wejangan kepada pasangan muda yang sedang berusaha memperoleh momongan itu.


“Mas, Naya mau jemput Aydin boleh ?” Tanya Naya yang tetap dipaksa Derya untuk berbaring diranjang UKS


“Tidak, kamu disini saja ! biar Anton yang memanggil Aydin kesini” kata Derya yang setia menggenggam tangan Naya


“Hm, baiklah” ucap Naya


“Ton panggil Aydin kesini !” kata Derya dingin


“Em, anu bos. Tapi saya lupa dimana kelas Aydin, hehehe…” jawab Anton


“Ck, bareng bodyguard sana jemput Aydin !” kata Derya memerintah


“Baik bos, laksanakan !” kata Anton memberi hormat kemudian keluar ruangan untuk pergi menjemput Aydin bersama bodyguard


Ketika Anton sudah pergi Derya kembali fokus menatap lembut wanita dihadapannya ini, dia menelisik setiap sudut wajah istri tercintanya ini


“Kenapa Mas ?” Tanya Naya yang tidak biasa dipandangi seperti itu


“Mas hanya membayangkan bagaimana wajah anak kita nanti” jawab Derya tersenyum


“Hm ? kan Naya juga belum isi mas, kenapa malah membayangkan wajah anak kita ?” kata Naya yang sebenarya tidak enak


“Hehehe, tidak apa sayang. Kita akan selalu berusaha dan berdoa agar kecebong mas cepat jadi disini” ucap Derya sambil mengusap perut Naya


“Aamiin” ucap Naya yang sebenarnya juga menginginkan segera memiliki momongan


“Aamiin, malam ini kita ikhtiar lagi ya sayang” ucap Derya sambil tersenyum menggoda


“Mas ih,,, jangan di omongin atuh kan Naya jadi malu” kata Naya menutup wajahnya


“Hehehe, kamu lucu sayang kalau lagi malu begini” Derya malah tertawa melihat tingkah Naya yang menurutnya menggemaskan ini


“Bunda…” teriak Aydin saat dirinya baru tiba didepan pintu UKS


“Bunda sakit apa ? hiks,, hiks,,,” Aydin berjalan mendekat sambil menangis


“Aydin sayang Bunda tidak apa-apa kok, jangan menangis ya” bujuk Naya sambil merentangkan kedua tangannya ingin segera memeluk Aydin


“Ayah, tidak bisa naik. hiks,,,hiks,,,” kata Aydin sambil merentangkan kedua tangannya agar Derya bisa menggendongnya dan membawanya duduk disamping Naya


Derya sebenarnya malas jika Aydin juga ikut duduk disamping Naya karena perhatian Naya pasti hanya akan fokus pada anaknya ini. Diakan juga ingin dipangku, dipeluk dan dicium seperti Aydin.


“Ayaaah…” rengek Aydin yang tak kunjung dibantu Derya


“Mas, itu Aydinya minta di angkat” tegur Naya

__ADS_1


“Eh iya sayang. Maaf ya boy ayah melamun tadi” kata Derya tersenyum kikuk


“Hiks, Bunda sakit apa ?” tanya Aydin yang kini sudah memeluk Naya


“Cup,cup,cuup… sayang Bunda hanya magh saja kok, Bunda tidak apa-apa tadi juga sudah dikasih obat sama dokter” kata Naya sambil mengusap punggung Aydin


“Hm, apakah adik Aydin juga baik-baik saja ?” Tanya Aydin


“Hm, Aydin do’akan ya sayang agar segera ada adik Aydin diperut Bunda” ucap Naya


“Iya Bunda, kan kata Bunda setiap perkataan adalah do’a. jadi Aydin selalu berkata bahwa ada adik Aydin diperut Bunda sini” kata Aydin mengusap perut Naya


“Aamiin” kata Naya yang merasa senang karena Aydin menjadi anak yang shaleh dan pandai


“Bunda, Aydin disuruh ibu guru untuk tampil dipertunjukan ulang tahun sekolah nanti” kata Aydin mulai bercerita


“Waaah, benarkah ? Aydin maukan sayang ?” Tanya Naya antusias


“Hm, Aydin bilang Aydin harus ijin sama Ayah dan Bunda dulu. Jadi aydin belum menjawabnya Bunda” kata Aydin


“Bunda sangat senang jika Aydin berani tampil nanti dan Bunda pasti akan selalu mendukung Aydin” ucap Naya memberi semangat


“Kalau Ayah bagaimana ?” Tanya Aydin menatap Derya


“Jika Bunda mengijinkan Ayah juga mengijinkan, memangnya mau adakan pertunjukan apa nanti ?” Tanya Derya


“Hm, kata ibu guru nanti kami akan tampil untuk bernyanyi dan menari bersama ” ucap Aydin


***


Seminggu berlalu, Aydin dan teman-teman sekelasnya mulai berlatih untuk penampilan mereka nanti. Naya semakin dekat dengan geng bu ibu rempong di Sekolah, karena mau tidak mau ketika dirinya berada di sekolah bu ibu remponglah yang paling sering mengajak dirinya berkomunikasi.


Banyak wejangan-wejangan yang diberikan oleh bu ibu ini untuk menghasilkan bayi kembar, Naya sudah kenyang dengan semua ucapan dan tingkah mereka sehari-hari dalam menyampaikan semua itu.


Hari ini kebetulan para anak-anak berlatih di sekolah dan para bu ibu berkumpul untuk mengantar dan menemani mereka.


“Gimana jeng Naya ? itu kurma mudanya sudah dimakan kan ?” Tanya Nia sang pemilik saran


“Hehehe, iya sudah kok bu” jawab Naya yang sebenarnya mengikuti resep tersebut karena memang tertera khasiat kurma muda untuk kehamilan disalah satu buku yang dibacanya


“Usahanya jugakan Jeng ?” Tanya Ayu yang menyarankan hal-hal tak masuk akal menurut Naya


“Hehe, iya bu” jawab Naya kikuk, membahas hal tersebut dengan orang lain menurutya merupakan hal yang tidak pantas dan memang tidak seharusnya dibahas. Namun para bu ibu ini malah sering menanyakan hal tersebut.


“Nah, kalau gitu bulan nanti harus cek ya Jeng, jangan sampai telat taunya kalo sudah isi” saran Lidya


“Iya bu” jawab Naya

__ADS_1


“Bener tuh jeng ! kalau gak ada yang nemenin, nanti kita yang nemenin Jeng Naya periksa. Iyakan Jeng ?” kata Jeng Putri pada yang lainnya


“Iya Jeng bener banget” sahut mereka secara bergantian


“Terimakasih bu” ucap Naya tersenyum hangat


Walau mereka sangat rempong dan tidak bisa diam namun inilah sisi baik dari para bu ibu ini. Mereka tulus berteman dan saling membantu, menurut Naya tidak ada salahnya berteman dengan mereka yang lebih tua karena mereka pasti lebih banyak pengalaman, tidak ada salahnya berteman dengan mereka yang suka bicara karena kita menjadi tau segalanya mulai dari hal receh yang gak penting sampai sesuatu yang bermanfaat nantinya. So, bertemanlah dengan siapa saja asalkan kita bisa memilah dan selau positif dalam jalannya.


“Jeng beli rujak didepan yuk !” ajak Ayu


“Hm, aku ngilu jeng kalo ngerujak. Titip cilok aja ya boleh gak ? ini kaki lagi gak bersahabat suka kumat soalnya” jawab Jeng Nia sambil mengusap kakinya. (kebetulan Jeng Nia ini punya penyakit rematik guys, jadi kalau jalan atau berdiri lama lututnya bisa sakit)


“Hm, yang lain ada yang mau kedepan gak ?” Tanya Jeng Ayu yang sudah siap berdiri


“Ajak yang paling muda aja jeng ! itu si Naya” kata Jeng Putri


“Yuk Jeng Naya, kita kedepan cari jajanan sambil nunggu anak-anak latihan” ucap Jeng Nia langsung menarik tangan Naya


“Eh Jeng, titip batagor ya ! yang pedes” kata Jeng Lidya sedikit berteriak


“Aku nitip pempeknya satu Jeng !” kata Jeng Putri tak mau kalah


“Bu, kan bisa kasih tau lewat chat ya ? kenapa mesti teriak gitu ?” Tanya Naya bingung


“Biasa Jeng, udah kebiasaan sulit dilupakan !” ucap Jeng Ayu


Merekapun tiba didepan gerbang sekolah yang dipenuhi oleh jajanan, dimulai dari rujak, batagor, siomay, terang bulan, kue cubit dan lain-lain.


“Kamu beli apa Jeng ?” Tanya Nia sambil melihat-lihat penjual jajanan yang dipesan


“Hm, aku mau rujak aja deh bu. Soalnya panas-panas gini memang cocok makan yang seger-seger” ucap Naya yang sudah menemukan penjual rujak


“Yuk, kita beli rujak dulu !” kata Jeng Nia sambil berjalan menuju gerobak penjual rujak


Naya mengikuti Nia di belakang, namun seseorang mencegatnya sehingga dirinya terpaksa berhenti.


.


.


.


See you next episode guys 😉~~~


Jadwal up author jadi malam ya sekarang jeng 😁 Karena kegiatan author udah kembali ke pengaturan awal sebelum ramadhan nih, jadi gak bisa up pagi...


Terimakasih semuanya yang sudah setia membaca I Want Bunda 🤗 senang banget membaca komentar-komentar kalian dan juga tau kalau kalian suka sama novel yg othor buat...

__ADS_1


Terimakasih atas segalanya ❤️❤️❤️


Salam sayang dari othor untuk kalian semua 💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌


__ADS_2