I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Pelaku


__ADS_3

“Kila Kivanc maaf,,, hiks,,,hiikss,,,” ucapnya lagi sambil sesegukan, dia berjalan mendekat dengan sebuah kotak berwarna biru ditangannya.


“Haaah, otak ipan !” tunjuk Kivanc kaget


“Hiks,,, ma, maaf… ini Aldo kembalikan” ucap anak yang menangis tersebut sambil menyerahkan kotak bekal yang diambilnya


“Terimakasih do, Api cenapa Aldo angis ?” Tanya Kivanc sambil memiringkan kepalanya


“Hiks,,, hiks,,, Aldo,,, Aldo yang ambil kotak makan Kivanc” ucap Aldo sesegukan


“Hah ? Aldo ukan olang jahat, cenapa Aldo ambil otak ipan ?” Tanya Kivanc tidak percaya


“Hiks,,, Aldo tidak mengambil otak Kivanc, otak Kivanc masih ada dikepala Kivanc, hiks…” jawab Aldo yang salah paham


“Otak ini Aldo” ucap Kivans sambil menunjuk wadah makannya


“Hiks,,, Maafkan Adlo Kivanc, hiks,,, Aldo sebenarnya juga ingin punya bekal, Aldo ingin punya Bunda seperti Bunda Kivanc, hiks,,,, Aldo mau Bunda… huhuhuuuuuu…hiks….” ucap Aldo semakin menangis


“Aldo angan menangis, anak aki-aki idak boyeh cengeng kata Unda” ucap Kivanc menenangkan


“Hiks,,, ba,,, baiklah…hiks…” ucap Aldo masih sesegukan


“Aldo jika ingin bekal ayo cini ita makan belcama. api Unda Ipan tidak bica ipan bagi” ucap Kivanc


“Hiks,,, hiksss,,, tapi apa boleh Aldo bertemu Bunda Kivanc ?” Tanya Aldo yang ingin bertemu langsung


“Boyeh dong, anti cetelah puyang cekolah Aldo ke lumah Ipan ya” ucap Kivanc tersenyum karena Aldo tidak ingin merebut Bundanya


“Hm, terimakasih” ucap Aldo mengangguk


“Aldo, ayo kita makan bareng disini” ajak Kila


“Apa boleh ?” Tanya Aldo ragu karena dia sudah berbuat salah


“Ya, kemalilah” ajak Kivanc sambil melambaikan tangannya untuk mengajak Aldo mendekat


“Terimakasih” ucap Aldo berjalan mendekat dan duduk disamping ranjang Kivanc


“Ini untuk Aldo” ucap Kivanc memberi satu sandwichnya


“Terimakasih” ucap Aldo tersenyum

__ADS_1


“Ya, celamat makan” ucap Kivanc dan langsung melahap roti lapis tersebut


“Enyak…” ucap Kivanc


“Iya, enak” ucap Aldo ikut menimpali


“Oh ya, cenapa Aldo ingin Unda Ipan kan Aldo punya Unda cendili ?” Tanya Kivanc


“Bunda Aldo berbeda dengan Bunda Kivanc dan Kila, Aldo biasanya memanggil dengan sebutan Mommy. Hm,,, mommy itu sibuk, tidak pernah ada waktu untuk Aldo” cerita Aldo


“Kenapa Mommy Aldo tidak ada waktu, apa yang mommy Aldo lakukan saat dirumah ?” Tanya Kila


“Mommy tidak pernah lama ada dirumah, ketika dirumahpun mommy pasti bekerja tidak mengjaka Aldo bermain” ucap Aldo


“Mommy Aldo bekelja ? cenapa ukan Ayah Aldo yang bekelja ?” Tanya Kivanc


“Daddy sudah pergi ke luar negri, daddy tidak ada sini” ucap Aldo sedih


“Maksud Aldo Dady dan Mommy Aldo tidak bersama lagi ?” Tanya Kila


“Ya, Daddy tidak pernah datang menjenguk Aldo” ucap Aldo


“Abang, Jika Ayah kita kasih ke Aldo kita tidak memiliki Ayah lagi. Kila tidak ingin Ayah pergi” ucap Kila menolak dengan tegas


“Hm,,, telus bagaimana cupaya Aldo punya daddy ? biar mommy Aldo idak kelja telus. Kan cehalusnya Dady yang Kelja cali uang cepelti Ayah kita” ucap Kivanc


“Ayo kita tanyakan Bunda nanti” ucap Kila


“Betul, Unda pacti unya ide untuk cemua hal” jawab Kivanc dengan semangat


Waktu makan siang mereka habiskan di UKS, tempat yang tidak umum untuk dijadikan tempat makan bersama. Bi Ira juga datang membawakan buah pesanan Kivanc, kepala Kivanc sedikit benjol akibat kejadian namun sudah mulai mengempes karena dikompres.


Dan kini mereka akhirnya memasuki jam pulang, Aldo sudah menanti saat ini dirinya dengan bersemangat menggandeng Kila dan Kivanc.


“Ayo kita pergi” ucap Aldo bergegas menarik tangan Kila dan Kivanc


“Aldo, Ipan beyum pakai tas nih” ucap Kivanc sambil menggelembungkan pipinya


“Ah iya, pakai dulu” ucap Aldo segera melepas tangannya


“Do, tangan Kila juga lepas. Kila mau ambil tas” ucap Kila

__ADS_1


“Ah iya, maaf. He…” ucap Aldo


“Cudah, ayo Do !” ajak Kivanc setelah menggunakan tasnya


Merekapun naik mobil double K bersama. Aldo ditemani oleh babysitternya sedangkan Pak sopir Aldo mengikuti dari belakang.


“Kivanc, apa nanti Aldo boleh peluk Bunda Kivanc ?” Tanya Aldo


“Hm, boyeh kok tapi angan elat-elat. Coalnya ada Ade Ayi dipelut Unda” ucap Kivanc


“Kivanc mau punya adik bayi ?” Tanya Aldo


“Iya, ade Ayi udah cegini dipelut Unda” ucap Kivanc sambil menunjukkan jarinya 4 buah


“Aldo juga ingin punya adik, tapi Mommy selalu marah jika Aldo bilang ingin adik” ucap Aldo sedih


“Kata Unda Adik Ayi itu bica ada dipelut unda halus ada Ayah yang antu. Jadi Mommy Aldo halus cali daddy dulu” ucap Kivanc menjelaskan si penasaran itu bahkan menanyakan tentang ini kepada Budanya dulu, sehingga dia mengingatnya saat ini.


“Hm, baiklah. Aldo akan berusaha mencarikan daddy untuk mommy !” ucap Aldo bersemangat


“Bukankah itu urusan orang tua ? apa kita bisa membantu ?” tanya Kila


“Anti ita tanya Unda dulu De Ila. Ipan anak baik, Ipan akan dengalkan calan Unda” jawab Kivanc meyakinkan


“Hm, baiklah bang” ucap Kila


Para babysitter hanya mendengarkan obrolan anak kecil didepan mereka itu, nampak obrolan orang dewasa yang seperti sedang rapat suatu yang penting. Mereka hanya tersenyum mendengar percakapan para anak kecil tersebut. Biarlah mereka berjuang dan mandiri untuk membantu temannya batin bi Ira yang melihat anak majikannya begitu peduli dan penuh dengan ide.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Gimana sih Ipan, masa Ayah Bear mau dikasih, sih😁. Jangan lah pawangnya Ayah bear cuma satu, only Bunda Naya. Kalau lepas kandang habis entar 🤣🤣🤣


Thanks All ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2