I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 77


__ADS_3

"Plaaak….”


“Apa-apaan ini !!!” tanya seseorang yang menahan amarahnya


“Ada apa sih Bos, kenapa menghempaskan tangan saya seperti ini ?” tanya Naya sambil mengusap tangannya yang dipukul Derya karena ingin menyerahkan sepucuk surat tersebut dan kini surat tersebut sudah tergeletak dilantai


“Kamu yang ada apa ? malah berduaan disini ! kenapa tidak menjaga Aydin, Kamu itu Bundanya Aydin kenapa tidak menjaganya dengan benar malah sibuk berduaan disini “ kata Derya marah


“Ternyata ibu orang tua murid disini ya ? mohon maaf Bu saya tadi berbicara santai dengan anda…” ucap Andre sopan


“Iya, dia sudah punya anak jadi kamu jangan dekat-dekat dengan dia !” kata Derya tajam


“Ayo pergi….” Ucap Derya sambil menarik lengan Naya


Nayapun tertarik paksa oleh Derya, dia sangat malu karena banyak orang yang melihat kejadian tadi…


“Ini sepertinya tidak benar, mengapa aku merasa seperti istri yang tertangkap basah oleh suami…” batin Naya saat mengingat kejadian tadi


“Bos lepasin tangan saya !” kata Naya mencoba melepaskan cengkraman tangan Derya dilengannya


“Apa ? kenapa kamu malah berduaan dengan lelaki lain, bukan menjaga Aydin dengan benar ?” tanya balik Derya yang masih menggengam lengan Naya


“Mana ada kami berduaan bos, disana banyak sekali orang. Apa bos tidak melihat mereka yang memperhatikan kita disana tadi ?” tanya balik Naya


Saat ini mereka sedang berdebat dilorong kelas yang sepi sehingga tidak ada yang memperhatikan pertengkaran mereka.


“Tetap saja kamu malah berdekatan dengan laki-laki bukannya menjaga Aydin” kata Derya tidak mau kalah


“Bos, anda tidak tau alasan saya jadi mendekati lelaki tersebut kan ? jangan asal tuduh dong bos” kata Naya membela diri


“Bukan urusan saya !” kata Derya acuh kemudian menarik lengan Naya kembali


“Saya itu mau ngasih surat bos…” ucap Naya ingin menjelaskan tapi terpotong


“Iya surat cinta kan ? kamu mau pdkt sama lelaki itu kan ?” tuduh Derya pada Naya

__ADS_1


“Iya, untuk pdkt tapi bukan saya. Itu untuk teman saya “ kata Naya melanjutkan penjelasan yang terpotong


“Heh, jangan berkedok teman seperti itu ! saya tidak suka dibohongi” ucap Derya


“Saya tidak berbohong ! Bos tanya saja dengan teman saya Kak Tina, dia guru kelas 5 disini” kata Naya


“Hm,,, kita lihat saja nanti” ucap Derya yang masih menarik tangan Naya, kali ini sudah tidak ada paksaan atau cengkraman kuat, hanya sekedar genggaman lembut yang menuntun Naya untuk terus mengikuti Derya.


“Sudah waktunya istirahat, Aydin menunggu kamu di mobil” ucap Derya yang ternyata membawa Naya keparkiran


“Hah ? bukannya 30 menit lagi ya “ kata Naya kaget


“Karena hari pertama jadi istirahatnya lebih cepat” kata Derya dengan nada dingin


“Oooh, apa ada makanan di mobil ?” tanya Naya yang sedang menahan lapar


“Ya” jawab Derya singkat


“Bunda….” teriak anak mochi langsung turun dari mobil saat melihat Bundanya


“Sayang,,, maafin ya Bunda tadi ke kantin duluan bareng teman Bunda. Bunda kira Aydin masih lama baru jam istirahat” kata Naya merasa bersalah karena meninggalkan Aydin sendiri


“Ada apa sayang ?” tanya Naya


“Tidak apa-apa kok Bunda, ayo kita makan ini….” Kata Aydin sambil menyerahkan sebuah box berisi makaron


“Waaah, terimakasih sayang… ayo kita makan” kata Naya mengajak Aydin duduk kedalam mobil


“Yaaah, aku pikir makan nasi ternyata makan ginian. Mana kenyang ?” batin Naya sedikit kecewa namun tetap menutupinya dengan senyuman


“Saya pesan nasi padang, tapi masih dalam pengiriman” ucap Derya yang ternyata duduk disamping Aydin


“Hehehe,,, iya Bos. Terimakasih” ucap Naya


“Apa sangat terlihat diwajahku ya kalau aku sedang lapar ?” tanya Naya pada dirinya sendiri

__ADS_1


“Bukan dari wajah Nay, tapi itu suara perut kamu bunyinya kayak lagi drum band” sahut Anton yang ternyata ada dikursi depan


“Hah ? sejak kapan kamu ada disitu Ton ?” tanya Naya sedikit kaget


“Sejak tadi ! kamu saja yang terlalu fokus dengan keluarga mu sehingga mengacuhkan aku yang hanya orang luar ini” kata Anton dibuat puitis


“Oooh” ucap Naya yang tidak mood membalas ucapan Anton


“Yaaaah, kanjeng ratu lemes karena gak dikasih makan sama baginda raja” kata Anton mengejek Naya


“Siapa baginda raja ?” tanya Derya tiba-tiba ikut nimbruk dalam obrolan Anton dan Naya


“Anda Bos, anda adalah baginda raja dari segala raja…” kata Anton dengan intonasi sangat membanggakan sang Bos


“Jadi maksud kamu gara-gara saya Naya jadi kelaparan ?” tanya Derya dengan nada menuduh


“Bukan Bos, bukan begitu. Memang Nayanya saja yang perut gentong jadi mudah lapar” ucap Anton tidak ingin mmebuat bosnya marah


“Lah, kenapa jadi ngatain aku sih Ton ?” kata Naya tidak terima


“karena perkataan kamu yang tidak ditata dengan baik, gaji kamu saya potong 5%” ucap Derya


“Bos ???? kenapa dipotong gajih saya, saya tidak membuat bos marah atau melakukan kesalahan pada and abos” kata Anton protes


“Telinga saya sakit karena perkataan kamu yang tidak beraturan itu” ucap Derya dingin kemudian mengalihkan perhatiannya ke handphone ditangannya


“Hm,,,” Anton hanya bisa pasrah


“By,,,by,,, 5% persen gajihku…semoga yang memotong gaji ku mendapatkan balasannnya segera mungkin” gumam Anton yang masih terdengar samar oleh mereka dibelakang


“Apa katamu ton ?” tanya Derya


“Saya tidak berkata apa-apa bos…” ucap Anton cepat


“Hm, awas saja kamu mengatai saya !” ancam Derya

__ADS_1


"Iya bos, mana berani saya” kata Anton kemudian mengalihkan pandangan kedepan


“Hahaha,,, rasa in tuh Ton…. Lagian suka banget ngata-ngatain orang…” batin Naya merayakan kemenangannya


__ADS_2