I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Berjuang !


__ADS_3

"Akkh,,, mas…” ucap Naya meringis karena saking sakitnya


“Darah ! sayang kamu ? Suster !!! Perawaaat !!!” teriak Derya segera berteriak meminta pertolongan melihat Darah merembes digamis Naya


“Ada apa Pak ?” tanya suster segera mendekat


“Tolong istri saya, dia sedang mengandung !” ucap Derya segera mengangkat Naya dan sang suster mengambil ranjang dorong untuk segera melakukan pertolongan


Nayapun segera dibawa keruang operasi, dokter kandungan Naya segera datang keruangan dan bersiap melakukan operasi.


“Usia kandungan masih delapan bulan, kemugkinan akan lahir secara premature. Tolong siapkan peralatannya” ucap sang dokter


“Pak Derya, demi menyelamatkan keduanya kami akan segera melakukan operasi sesar. Anda bisa menandatangani dokumen ini” ucap Sang dokter


“Ya, saya mohon Dok. Selamatkan keduanya !” ucap Derya segera menandatangani berkas terebut


“Apa yang terjadi sehingga Bu Naya mengalami kontraksi dan kram perut tiba-tiba seperti ini ?” tanya sang dokter


“Mungkin karena terlalu banyak pikiran sebab anak saya sakit dan yang lainnya juga mengalami kecelakaan pagi ini” ucap Derya tersandar di kursi tunggu


“Bapak bisa hubungi keluarga lainnya untuk memberikan dukungan moril pada pasien dan juga anda” ucap sang dokter sambil menepuk pundak Derya agar tabah


“Ya, apa saya bisa masuk kedalam dok ?” tanya Derya setelah mengatur dirinya untuk tenang


“Anda bisa menghubungi keluarga sambil menunggu kami bersiap” ucap sang dokter yang segera masuk ruang operasi untuk berganti pakaian


“Tuut,,,tuuut,,,,” Derya segera menghubungi ibu mertuanya


“Assalamu’alaikum bu, apa kabar ?” tanya Derya mencoba ramah


“Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah baik Nak. Kenapa Nak Derya menelphone apa ada yang ingin dibicarakan ?” tanya Nisa ibu kandung Naya


“Naya sedang diruangan operasi untuk lahiran prematur. Maaf bu Derya baru mengabari sekarang dan Anton juga masuk rumah sakit karena kecelakaan lalulintas” ucap Derya merasa bersalah


“Astagfirullah apa yang terjadi Nak Derya ? kenapa bisa seperti ini ?” tanya Nisa kaget dan khawatir


“Ada banyak masalah yang membuat semuanya menjadi buruk seperti ini Bu. Apa ibu bisa datang kemari ?” tanya Derya


“Ya tentu, Ibu akan segera kesana. Kamu kirimkan alamatnya, ibu akan segera kesana !” ucap Nisa segera mencari Dinda dan menghubungi Sarah setelah telephone dimatikan


“Pak Derya, anda bisa masuk untuk memakai pakian medis ini” ucap sang suster memberikan Derya baju operasi


“Terimakasih” ucap Derya segera mengenakannya


“Silahkan lewat sii Pak !” ucap suster tersebut membimbing jalan

__ADS_1


“Sayang…” ucap Derya lirih segera mendekat kewajah Naya


“Mas, dede bayinya… ini belum waktunya, maafkan Naya…” ucap Naya menitikkan air mata


“Cup, sayang jangan menangis. Kamu harus kuat, kita bisa menyelamatkan dedek cebong dan kamu. Kalian akan bertemu dan sehat” ucap Derya mengecup kedua mata Naya


“Mas…” ucap Naya semakin erat menggengam tangan Derya


“Operasi kita mulai !” ucap sang dokter segera memegang pisau bedahnya setelah dilakukan pembiuasan


“Kamu kuat sayang, kamu kuat, kamu wanita hebat yang berjuang demi anak kita. Mas menyayangimu… Nayyara Salma, berjuanglah !” bisik Derya ditelinga Naya sambil genggaman mereka semakin erat


Naya merasakan pisau nan dingin itu menyentuh perutnya, merasakan pergerakan aneh itu membelah tubuhnya. Dalam hatinya dia hanya berharap bahwa anaknya baik-baik saja mesti lahir prematur


“Mas, bagaimana dengan double K ? Kak Aydin ?” tanya Naya malah terpikirkan anaknya yang lain


“Sayang, ada bi Lastri yang menjaga Aydin Mas sudah memanggilnya. Double K juga anak yang tangguh mereka pasti baik-baik saja” ucap Derya menenangkan Naya, padahal dirinya juga belum mengetahui keberadaan double K namun dia percaya dengan asisten serbagunanya itu tidak akan membiarkan anak-anaknya terluka


“Mas, Naya mengantuk…” ucap Naya dengan lemah


“Sayang jangan tidur, jangan tinggalkan Mas !” ucap Derya kalut


“Titip anak-anak ya Mas” ucap Naya dengan wajah pucatnya


“Sayang jangan berucap seperti itu. Mas tidak akan sanggup jika tidak ada kamu. Kamu ingat bahwa tugas membesarkan anak itu tugas kamu dan aku jangan pergi tanpa menuntaskan tanggungjawab ! Berjuanglah !” ucap Derya frustasi


“Mas, Naya lelah” ucap Naya dengan mata sayunya


“Tidak, tidak,,, kamu jangan tidur sayang. Ingat anak-anak diluar menunggu kamu. Ada Ibu dan juga kedua adikmu ! sayang kamu ingat masa tua yang kita impikan, kita sama sekali belum mewujudkannya. Sayang kamu ingat ingin travelling kemana bersama keluarga bahagia kita ? kita belum melakukannya. Sayang jangan tidur ya !!!” ucap Derya memberi Naya semangat, karena jika Naya tertidur maka kondisi pasien bisa semakin tidak terkontrol


“Naya akan berusaha ! ” jawab Naya


“Istri mas memang hebat ! Bundanya Aydin, Kila dan Kivanc memang luar biasa !” ucap Derya terus memberikan semangat


“Bayi berhasil dikelurkan !” ucap sang dokter sambil menepuk-nepuk punggung abyi merah tersebut


“Mas, apa bayi cebong sudah lahir ? tapi kenapa tidak menangis ?” tanya Naya. Derya tidak bisa menjawab, wajahya juga nampak pucat sangat khawatir namun beberapa detik kemudian suara yang ditunggu akhirnya terdengar


“Oeek,,, oeeek,,, oeeek,,,!” akhirnya bayi tersebut menangis, lalu dibersihkan oleh suster dan segera masuk kedalam tabung


“Sayang, bayi cebong menangis, dia menangis…” ucap Derya dengan bahagia


“Syukurlah…” ucap Naya perlahan menutup matanya


“Sayang, Sayang kamu jangan tertidur ?” ucap Derya kembali panik

__ADS_1


“Kondisi pasien cukup stabil saat ini. Mungkin sang ibu lelah sehingga pingsan, Anda bisa berikan rangsangan agar Ibu Naya segera sadar” ucap dokter menenangkan Derya sambil menambahkan suntikan pada cairan indus Naya


“Sayang kamu dengar tangisan itu ? itu bayi cebong yang ada diperutmu ! kamu belum melihatnya, hanya mendengarnya bukan ? Ayo bangun dan lihat bayi tampan kita, kau selalu iri karena anak-anak mirip aku, coba lihat wajah anak kita yang ini kamu pasti akan bahagia” bisik Derya ditelinga Naya dengan lembut.


🍃🍃🍃


Diluar ruangan operasi banyak orang yang menunggu dengan harap-harap cemas, lalu kehadiran sepasang anak kecil membuat mereka harus mengubah ekspresi untuk pura-pura semuanya baik


“Aunty Inda! kenapa ada Aunty dicini ? apa Unda dan Ayah didalam ?” tanya Kivanc yang akhirnya sampai keruang operasi 3 diantar oleh suster yang ditemuinya tadi


“Apa Bunda melakukan operasi didalam ?” tanya Kila


“Ya, Bunda kalian ada didalam” jawab Dinda


“Nini cenapa belbalik cepelti itu ? apa Nini menangis ?” tanya Kivanc mendekati Nisa yang sedang mengusap air matanya


“Tidak kok, Nini hanya kelilipan saja tadi sayang” ucap Nisa segera berbalik dan memeluk Kivanc


“Haah,, haaah,,, BU,, ibu,,, cucu ibu ! double K kabur !” ucap Sarah yang tiba-tiba datang


“Mereka mengelabui bodyguard dan kabur, mereka hilang dirumah sakit ini !” ucap Sarah dengan panic


“Aunty Calah, memangnya kami Kabul kemana ?” tanya Kivanc


“Entahlah, kata bi Ira kalian mencari Bunda dan Ayah kalian. Kita harus menghubungi satpam rumah sakit dan memeriksa cctv !” ucap Sarah


“Aunty, kami disini” ucap Kila


“Iya KIla, kalian kabur kemana sih heh ?” ucap Sarah belum sadar juga


“KIla ? Kivanc ? Eeeeh ? kalian kenapa disini ?” tanya Sarah akhirnya menyadari makhluk yang dicari ada didepan matanya


“Mata aunty Calah cepeltinya digantungin gajah becal deh” celetuk Kivanc membuat Nisa dan Dinda tersenym tipis. Disituasi seperti ini kenapa mereka malah ngelawak bersama sih ?


.


.


.


See you next episode ya 😉


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Thanks 💞

__ADS_1


__ADS_2