
“Ayo tidur siang bareng !” ucap Derya dengan santainya
“Apaan sih mas, belum sah tau. Udah ah kalau gak mau melanjutkan membicarakan tentang kakek, Naya menemani Aydin tidur siang saja !” kata Naya ingin pergi
“Eh iya, jangan ! jangan ngambek dong Bunda” rayu Derya sambil menahan tangan Naya yang masih digandengnya
“Ayo kita omongin tentang kakek peyot itu. Dimana kamu bertemu dengan dia ?” Tanya Derya kembali serius, kini mereka berdua kembali duduk di posisi awal
“Hm, Kakek dan nenek sebenarnya ada dirumah ini mas. Tapi mas tenang dulu !” Kata naya langsung memegang tangan Derya yang sepertinya ingin segera bangkit dan mencari keberadaan mereka dirumah ini
“Mas dengerin Naya dulu, Kakek tidak ada mempengaruhi Naya. Naya juga tidak sempat mengobrol lebih dengan kakek, karena ketika beliau pulang beliau langsung tidur dikamar tamu” jelas Naya
“Jadi kakek tidak sempat bertemu dengan kamu Bunda ?” Tanya Derya
“Tidak mas, Naya sempat kok bertemu dengan kakek. Namun tidak sempat berkenalan dengan kakek” jelas Naya
“Bagaimana maksudnya Bun ? kok aku gak mengerti ya” Tanya Derya
“Begini mas……” ucap Naya menceritakan kejadian dirinya mulai bertemu dengan nenek Alara sampai sang kakek mengira Naya tukang pijit. Semuanya Naya ceritakan kepada Derya.
“Hm, jadi kakek dan nenek ada disana mengambil kamar kamu Nay !” Tanya Derya menatap pintu kamar tamu yang ada dibawah
“Iya mas. Mas pasti belum makan siang kan, makan dulu yuk, biar emosinya jadi kalem” kata Naya mengajak Derya makan siang
“Gak Bun, aku gak selera makan jika ada kakek peyot itu dirumah ini” kata Derya
“Ayolah mas, Naya juga belum makan nih. Kalau makan sendiri kan sepi, lebih baik ada temannya” kata Naya membujuk Derya
“Hm, baiklah” kata Derya akhirnya menurut
Ayah Bear akhirnya mau makan setelah dibujuk oleh pawangnya, kini mereka sedang duduk di meja makan dan Naya dengan sabar menyiapkan semua peralatan makan untuk mereka berdua. Ketika mereka sedang hening karena menikmati makan siang mereka tiba-tiba ada makhluk yang tak di undang datang.
“Booos, yuhuuuuu. Adakah anda dirumah ?” teriak seseorang dari pintu depan
“Assalamu’alaikum bos” kata orang tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Anton, Nampak dari suara sepertinya si Anton sedang menuju ke dapur
“Eeh, keluarga kerajaan lagi pada makan siang ya. Berdua aje nih ?” Tanya Anton mendekati meja makan
__ADS_1
“Ada apa kamu kemari ?” Tanya Derya dingin karena merasa keharmonisan dan ketenangan akan langsung terganggu ketika Anton hadir
“Ya cari bos aku yang paling baik hati seduinia ini lah, masa iya si bos ngilang gitu aja Nay gak ngabarin. Kan aku panik, mana ada berkas yang mesti ditandatangani lagi. Nih bos saya bawa in” kata Anton sambil menyerahkan map dimeja makan
“Ton, ini lagi makan loh. Bahas kerjanya nanti aja ya” ucap Naya menegur Anton, karena ramalan cuaca baginda raja sudah mulai mendung dihiasi petir
“Hehehe, baik kanjeng ratu” ucap Anton mengambil kembali berkasnya dan memasukkan ke dalam tas
“Eh ini lagi pada makan ya ? bisa kali kusir kerajaan juga ikut nimbruk makan, kan gak baik makan berdua-duaan yang ketiganya setan. Daripada ada setan kan lebih baik ada Anton yang ganteng ini iya gak Nay ?” kata Anton sambil duduk dan mengambil piring serta nasi serta lauk pauk untuk dirinya sendiri
“Cih, ganteng kalau dilihat dari ujung sedotan” gumam Derya mengejek
"Terserah kamu lah Ton” ucap Naya kemudian kembali memakan makanan miliknya
“Bunda, mau yang itu” tunjuk Derya dengan bibirnya
“Yang ini mas ?” Tanya Naya sambil mengambilkan udang saus tiram
“Iya, terimakasih” kata Derya tersenyum karena Naya mengerti apa keinginanya
“Oh, mau udang. Kirain mau minta cium” ucap Anton yang memperhatikan kemesraan calon pengantin dimeja makan ini
"Hehehe,,, becanda ..." ucap Anton sambil mengacungkan tanda piss
“Hm,,, nasib mu ton !” gumam Anton sambil menunduk dan mengelus dadanya
Setelah sesi makan yang sedikit tegang utuk Anton, mereka pun masuk keruang kerja Derya untuk membahas berkas yang dibawa Anton tadi. Naya dengan telaten membersihkan bekas makan mereka tadi lalu naik ke atas untuk memeriksa Aydin yang tidur siang.
Beberapa puluh menit berlalu menciptakan ruang keheningan, namun keributan kembali terjadi di lantai bawah. Naya segera bergegas turun untuk menengahi pertengakaran tersebut, sepertinya yang bertengkar adalah Derya dan kakeknya.
“Kamu yang kurang ajar ! tidak patuh ! cucu durhaka ! sudah dibilang kakek yang akan mencarikan calon ibu untuk cicit kakek. Kakek tidak ingin kamu membawa wanita sembarangan masuk kedalam keluarga Murat ya Derya !” teriak sang kakek didepan pintu kamarnya
Sepertinya saat ini sedang terjadi perang mulut antara kakek yang bersikeras untuk mencarikan jodoh untuk sang cucu agar tidak terulang kembali kejadian yang manyakitkan untuk cucunya dan seorang laki-laki dewasa yang ingin kebebasannya dalam memilih. Nampak Alara dan Anton mencoba menahan keduanya.
“Kakek yang telalu ikut campur urusan Derya ! Derya tidak ingin dikekang. Derya bisa memilih siapa yang cocok untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak Derya nanti kek.” jawab Derya membalas
“Mohon maaf sebelumnya, kurang enak jika pertengkaran ini dilanjutkan seperti ini. takutnya Aydin yang masih kecil mendengar ini, bisa kita duduk dulu disana untuk membicarakannya baik-baik” ucap Naya selembut mungkin agar mereka tidak tersinggung, mereka semua menatap Naya yang sudah turun dari tangga.
__ADS_1
“Terimakasih nak Naya, ayo by kita duduk dulu” ucap Alara yang sejak tadi menenangkan Metin namun tidak berhasil
Merekapun duduk kursi ruang tamu, Naya berusaha menengahi perdebatan ini namun ketika ingin memulai pembicaraan teriakan anak kecil sampai ketelinganya.
“Huwaaa, Bunda… jangan pergi…hiks,,,hiks,,,” teriak Aydin yang menangis dan saat ini anak mochi tersebut sedang berdiri di ujung tangga
“Iya sayang, Bunda disini... Cup,cup,cup,,, sudah ya jangan menangis” kata Naya langsung berlari menghampiri Aydin dan menenangkannya
“Kenapa, hiks,,, kenapa dibawah ada orang teriak-teriak Bunda ?” Tanya Aydin yang kini berada dalam pelukan
“Hm,,, Aydin masuk kekamar lagi ya sayang nanti ada Om Anton yang menemani Aydin” kata Naya membujuk Aydin
“Tidak, Aydin tidak mau tidur lagi Bunda. Aydin mendengar teriakan ayah, apa Ayah sedang marah-marah Bunda ?” Tanya Adyin sambil mengitnip mereka yang ada dibawah melalui celah pelukan Naya
“Bunda siapa yang duduk disamping nenek buyut ?” Tanya Aydin yang melihat seorang pria di usia senja duduk di dekat nenek buyutnya
“Apa itu kakek buyut ?” sambungnya lagi
“Iya sayang itu kakek Aydin” jawab Naya melepaskan pelukan dan kemudian menuntun Aydin turun untuk menghampiri mereka semua
“Assalamu’alaikum, selamat siang semuanya” sapa Aydin pada semua orang dan dia menatap mereka satu persatu
“Om Anton ! lihat badan Aydin sudah semakin besar kan ? Aydin sudah mandiri loh om” ucap Aydin malah memamerkan kemandiriannya pada Anton
“Waaah, hebat. Pasti sebentar lagi Aydin akan punya adik” kata Anton memuji dengan mengacungkan kedua jempolnya
“Hehe, iya om. Kan Aydin anak yang pintar” ucapnya sambil tersenyum dan membuat pipi mochi itu semakin mengembang
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~