
"Apa kamu memberitahu orang tua kamu kalau maksud aku datang kesini ingin melamar kamu Nay ?” Tanya Derya dengan datarnya membocorkan rencananya
“Aduh si Boss…” gumam Anton sambil menepuk jidatnya
“Hah maksudnya bos ?” Tanya Naya bingung
“Gak ada Nay, gak ada. Ini siapa yang kawinan Nay ?” Tanya Anton dengan sigap menjawab agar si bos tidak membocorkan lebih lanjut rencana mereka
“Aku juga gak tau Ton, turun dulu yuk !” ajak Naya
“Sini Aydin biar aku yang gendong” kata Derya dengan sigap mengambil alih Aydin dipangkuan Naya
“Makasih bos” ucap Naya tersenyum lalu membuka pintu mobil
"Manisnya..." Batin Derya terkena panah asmara, membuat dirinya melamun sebentar kemudian tersadar harus segera mengikuti Naya
“Nay, tunggu” kata Derya segera menyusul Naya
Semua mata tertuju pada Naya, mereka malah berbisik-bisik dibelakang Naya dan itu membuat Naya semakin tidak nayman…
“Itu ya anak yang tidak berbakti itu ?” bisik tetanga pada orang disebelahnya
“Iya ya, keluarga sendiri kesusahan malah tidak dibantu” bisik yang lainnya
“Masih ada muka ternyata anak durhaka itu kesini ?” bisik tetangga yang lain
“Iya pasti dia datang kesini hanya untuk semakin menyiksa keluarganya sendiri” kata yang lain
Entah kabar seperti apa yang tersebar di kampung halamannya ini, yang pastinya itu adalah hal yang buruk.
“Jangan dengarkan omongan mereka, lebih baik kita langsung kedalam saja mencari kebenarannya !” kata Derya sambil menggandeng tangan Naya agar tidak terpengaruh
“Ada apa ini ?” batin Naya kalut dia berjalan sambil menunduk mendengar semua bisikan tetangga yang mengatai dirinya. Rasa takut dan gugup memenuhi benak Naua namun genggaman tangan yang erat yang dilakukan Derua mengisi keberanian dalam dirinya untuk terus melangkah
“Oooh, teryata ini anak yang tidak berbakti itu ! malah kabur kekota mendapatkan keluarga baru yang kaya dan meninggalkan keluarga yang sudah membesarkan dari kecil” teriak seorang pria paruh baya didepan pintu menghalangi Naya masuk
“Anda siapa ?” Tanya Derya dengan kesal
“Saya bapak kandungnya ! Ciih, masih ada muka ternyata datang ke sini ? membuat keluarga sendiri dalam kesusahan kemudian datang di hari pernikahan adik kandung yang menggantikan posisi sendiri” kata bapak kandung Naya menghina Naya
“Apa maksud Bapak ?” Tanya Naya masih bingung
__ADS_1
“Ini semua gara-gara kamu Nay ! kamu yang tidak kunjung pulang dan tidak mengangkat telepone yang saya tadi pagi. Jadi, adikmulah yang menerima semua akibatnya” kata sang Bapak dengan nada penuh kemenangan karena masalah yang dibuatnya sendiir bisa diselesaikan oleh bekas keluarganya
“Bukannya bapak sendiri yang membuat keluarga ini dalam kesulitan, Adik saya menikah menggantikan saya ini pasti karena Bapak ! dimana adik-adik dan ibu saya !!!” kata Naya memberontak ingin masuk
“Kamu tidak di ijinkan untuk masuk !” tegas Bapak Naya terus menghalangi Naya
“MINGGIR...” Teriak Naya dengan kencang membuat orang yang ada didalam rumah menoleh kearah keributan
“Minggir Pak, dimana adik saya… hiks,, hikss,,, bapak jangan menjual adik saya ! saya yang sudah membesarkan mereka sedangkan Bapak hanya membuat kesulitan untuk keluarga ! Minggirrr !!!” kata Naya histeris karena dia tidak menyangka pulang kampungnya kali ini disambut dengan kejutan yang sangat menyesakkan hatinya
“Bunda kenapa ?” Tanya anak mochi yang terbangun karena keributan
“Dindaaa,,, Saraaaah,,, ini Kak Naya. Kalian jangan takut lagi dengan bapak yang menjual kalian ini ! Ayo kita pergi bersama kakak !” teriak Naya tidak peduli dengan orang-orang yang menatap kearah mereka
“Anton, kamu bawa Aydin kedalam mobil. Saya akan mengurus hal disini “ kata Derya sambil menyerahkan Aydin ke gendongan Anton
“Permisi Pak, biarkan Naya lewat !” kata Derya dengan tenaga memberikan Naya celah agar bisa masuk kedalam
Nayaupun segera berlari dan mengacaukan ijab kabul yang sedang berlangsung didalam rumah…
“Saya tidak setuju ! saya tidak terima dengan pernikahan ini ! bisa-bisanya kalian menikahkan anak dibawah umur !” kata Naya mengacaukan meja ijab Kabul
“Kakak…. Hiks,,,hiks,,,” peluk Dinda adik pertama Naya yang masih duduk dikelas X SMA
“Maaf nak, Maafkan ibu… ibu sudah terlalu menyulitkan kamu, ibu terlalu malu untuk menyushakan kamu lagi” kata sang ibu menunduk merasa bersalah
“Ini semua salah ibu yang memilih laki-laki tidak tahu untung itu sebagai Ayah kalian, ini semua salah ibu sehingga membuta kalian menderita, hiks,,, hiks,,, maafkan ibu Nak” kata beliau menyalahkan diri sendiri
“Bu, Naya anak ibu. Apapun kesusahan ibu, apaun masalah ibu, ibu jangan pernah menutupinya dari Naya, hiks,,,hiks,,, Naya pasti akan membantu ibu, sesulit apa pun itu. Naya ingin ibu dan adik-adaik Naya bahagia” Naya masih sesegukan menahan rasa sakit melihat keluarganya seperti ini
“Maaf,,, maafkan ibu Nak “ kata Nisa ibu Naya yang tertunduk lesu karena tidak bisa memberikan kebahagian pada hisup anak-anaknya
“Dimana Sarah bu ?” Tanya Naya mencari keberadaan adik terkecilnya itu
“Maaf nak, Sarah,,, hiks,,, dia ada di tempat tuan Takur, dia,,, hiks, dikurung disana,, hiks,,hiks,,” kata ibu Naya kembali terisak
“Kenapa ? kenapa ibu tidak memberitahu Naya. Sarah pasti tersiksa disana bu, hiks,,,hiks,,,” kata Naya memeluk ibunya
“Saya akan mengurusnya. Orang-orang disini sudah diamankan, Tuan Takur si rentenir dan maaf Nay ayah kamu juga sudah di amankan polisi” ucap Derya yang sejak tadi membuat kondisi mulai kondusif
“Terimakasih bos…” ucap Naya lemah
__ADS_1
“Kalian istirahatlah, saya akan menjemput Sarah adik kamu” kata Derya menenagkan Naya
Saat ini kondisi rumah sudah tidak ada orang luar, penghulu sudah diberi pengertian bahwa pernikahan hari ini dibatalkan, para saksi dan tamu undangan juga sudah dipulangkan.
Derya segera menghampiri Anton dan membawa Aydin masuk kembali kedalam rumah untuk bersama Naya.
“Ayah, bunda kenapa ?” Tanya Aydin yang kebingungan dengan situasi
“Bunda sedang sedih Aydin, karena Ayah Bunda jahat dan melukai adik Bunda. Jadi Aydin nanti hibur Bunda ya anak pintar, Ayah mau mengurus sesuatu dulu” kata Derya sambil menggendong Aydin dan membawanya menghampiri Naya
“Nay, aku titip Aydin sebentar” kata Derya saat sudah sampai dalam rumah
“Iya Bos” kata Naya sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Aydin
“Bundaaaa, Bunda jangan sedih. Aydin akan menghibur Bunda disini” kata Aydin mengusap bekas air mata di pipi Naya
“Saya permisi” kata Derya dengan sopan kepada calon ibu mertuanya (cieee,,,cieee calon mertua)
Deryapun segera bergegas keluar dan menghampiri Anton
“Apa semuanya sudah siap ? bodyguard sudah ditugaskan untuk berjaga dari jauhkan ? saya tidak ingin antek-anteknya si Tuan takur mencelakai Naya dan keluarganya !” kata Derya
“Siap Bos, semua sudah ditempat !” kata Anton
“Ayo berangkat !” kata Derya dengan aura mafianya
Dia akan memberantas markas rentenir di desa ini dan membahagiakan keluarga orang yang dicintainya !
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Biar lamarannya mulus, si Derya harus medapatkan hati ibu mertua dulu ya guys... So, yang sabar menanti 😉
__ADS_1
Nanti acara nikahannya author undang kok 🤗🤗🤗 Tenang ✨✨✨👍