
"Hm,,,” Aydin menatap apa yang dihadapannya sambil memikirkan penjelasan Naya
“Tapi ini tidak bisa Aydin ajak bermain Bunda…” kata Aydin sedikit kecewa
“Siapa bilang sayang, kucing adalah hewan yang suka sekali bermain. Aydin pasti akan senang jika bermain dengan kucing yang Aydin pilih nanti” kata Naya meyakinkan Aydin
“Eeem, Ayah apa Aydin boleh memelihara kucing ?” tanya Aydin pada sang Ayah
“Asalkan Aydin bisa merawatnya dengan baik, Ayah tidak masalah” kata Derya, dia tau maksud Naya bahwa ingin mengajarkan Aydin untuk bertanggung jawab sehingga dia membolehkan Aydin memelihara kucing. Padahal Derya kurang suka dengan hewan.
“Terimakasih Ayah….” Ucap Aydin sambil tersenyum cerah
“Bunda, Aydin ingin kucing yang itu” tunjuk Aydin
“Wah, Aydin sangat pandai memilih dia sangat lucu sayang…” ucap Naya menatap kucing pilihan Aydin
“Hm,,, Terimakasih Bunda” ucap Aydin tersipu karena dipuji
“Nah ini kucing Aydin, Aydin mau memberi nama kucingnya siapa sayang ?” tanya Naya sambil menggendong kucing yang dipilih Aydin setelah sang penjaga toko mengeluarkan kucing tersebut dari kandang
“Karena bulunya panjang dan berwarna abu-abu Aydin ingin memberi namanya kucingnya Grey Bunda…” Jawab Aydin
“Wah, nama yang sangat manis sayang” ucap Naya sambil medekatkan Grey kepada Aydin
“Hihi,,, tapi jika Naula yang memanggilnya akan menjadi Gley bunda… hihi…” Ucap Aydin sambil mengelus kucing imutnya
“Hahaa, iya sayang Naurakan masih belum terbiasa menyebutkan huruf R” ucap Naya mengingat lucunya Naura
“Baiklah Aydin akan menamainya Gley supaya menjadi tambah lucu Bunda,,, hehehe” Ucap Aydin smabil tertawa
“Ahaha, baiklah sayang…” ucap Naya
“Ckckck, mewarisi sifat siapa anak ini sehingga sangat suka mengingat ejekan kepada seseorang” Batin Naya sambil melihat Aydin yang tiba-tiba menyebut Naura saat memberi nama kucingnya, mungkin segala sesuatu yang berkaitan dengan huruf R akan membuatnya mengingat Naura.
“Yey Bunda…. Ayo bawa Gley pulang Bunda… Aydin tidak sabar ingin bermain dengan Gley” kata Aydin senang
“Alhamdulillah kalau Aydin suka, Let’s go kita bawa Gley pulang. Tapi kita harus membeli keperluan Gley dulu sayang” jelas Naya
“Baik Bunda, Aydin ingin membelikan Gley baju. Apa ada Bunda ?” tanya Aydin
“Ada sayang, ayo kita ke atas disana lengkap menjual semua kebutuhan Gley…” kata Naya
__ADS_1
“Bos nanti bayar ya…” bisik Naya pada sang bos, kalau urusan duit Naya akan angkat tangan dan menyerahkan semuanya kepada Derya. Itulah gunanya Derya ketika ikut menjadi bodyguard mereka…
“Hm, kalian duluan saja. Saya akan mengurus pembelian kucingnya dulu” kata Derya terkesan enggan
“Makasih bos, Aydin sayang bilang terimakasih dulu sama Ayah Aydin” ucap Naya
“Untuk apa Bunda ?” tanya Aydin bingung dan dari tadi matanya terus menatap tangga menuju lantai dua karena dirinya sudah tidak sabar
“Karena Ayah Aydin sudah mau membelikan Aydin Gley dan semua perlengkapannya nanti” jelas Naya
“Wah, terimakasih Ayah. Aydin kira Bunda yang akan membelikan Aydin Gley” kata Aydin sedikit kecewa karena itu bukan dari Naya
“Kan itu ide dari Bunda sayang, ide itu lebih mahal lo dari apapun” kata Naya meyakinkan Aydin
“Hm, Makasih juga Bunda…” ucap Aydin tersenyum kemudian berlari memeluk Naya
“Ahaha, yuk kita ke atas sayang…” ajak Naya tanpa memperdulikan wajah dari Ayah anak mochi yang iri
Setelah berbelanja kebutuhan keluarga baru mereka yakni Gley sang kucing abu-abu, merekapun singgah sebentar ke sebuah restoran yang ramah dengan hewan. Disana para hewan diberikan ruangan khusus untuk menunggu majikannya makan.
“Bunda, apa tidak apa-apa Gley tinggal didalam sana ? Gley tidak kenal dengan mereka Bunda” kata Aydin khawatir karena Gley dititipkan ditempat penitipan hewan yang ada direstoran tersebut
“Tidak apa-apa sayang, Gley akan senang bermain disana karena banyak teman dan mainan” ucap Naya menenagkan Aydin
“Kalau Aydin ingin lekas bertemu Gley lagi, Ayo Aydin makan dulu setelah itu akan dapat segera bertemu Gley nanti” bujuk Naya lagi
“Baiklah Bunda…” jawab Aydin sambil menggandeng Naya, Derya sudah lebih dulu masuk retoran dan memilih meja
Naya mencari-cari sosok keberadaan bos bearnya itu dan dia melihat Derya mengangkat tangannya sedikit, Naya pun segera menghampiri Derya.
“Apa sudah dipesankan bos ?” tanya Naya memastikan karena itu sudah menjadi kebiasaan Derya ketika mereka ada di restoran
“Ya” jawab Derya singkat
“Bunda, Aydin ingin mengajak Gley bermain ditaman apa boleh ?” tanya Aydin
“Boleh kok sayang, tapi setelah Aydin tidur siang ya….” Jawab Naya
“Hm, tapi Aydin ingin sekarang Bunda… Aydin ingin bertemu Naula dan memperkenalkan Gley” rengek Aydin
“Nanti ya sayang… Aydin kan masih ada jadwal tidur siang dan belajar nanti, sore ini guru les Aydin akan datang” bujuk Naya
__ADS_1
“Tapi Bunda,,, Aydin tidak ingin tidur siang dna belajar hari ini. Aydin ingin bermain dengan Gley” kata Aydin kekeh
“Aydin, jika kamu tidak patuh Ayah akan mengurung Gley” ancam Derya
“Jangan,,, jangan Ayah, jangan hukum Gley, hukum Aydin saja. Aydin salah Ayah, maaf…” ucap Aydin melindungi Gley
“Pastikan kamu menyelesaikan jadwal kamu, setelah itu baru bermain dengan Gley” tegas Derya
“Baik Ayah…” jawab Aydin lesu
Naya menatap Derya dengan tidak suka, kenapa harus sekeras itu dengan anak sendiri ? pikirnya
“Kenapa ?” tanya Derya dingin
“Tidak ada bos” jawab Naya
“Ayo kita makan dulu sayang, Nah Aydin mau yang mana sayang ?” tanya Naya mengalihkan perhatian Aydin
“Hm,,, Aydin tidak ingin makan Bunda” kata Aydin masih sambil menunduk
“Nanti pagi kita akan mengajak Gley jalan-jalan sayang saat Ayah Aydin pergi bekerja, bagaimana ?” bisik Naya pada Aydin
“Benarkah Bunda?” balas Aydin sambil berbisik juga
“Hm, Ayo kita makan dulu sayang…” kata Naya setelah menganggukan kepalanya
“Baiklah Bunda…” jawab Aydin yang mulai melirik makanan di atas meja
.
.
.
.
.
See you next episode ya😉~~~
Yang bener nebak adik anak mochi adalah kucing atau hewan peliharaan dapat heart dari Aydin nih ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Thanks semuanya sudah setia membaca I Want Bunda 💜