I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 145


__ADS_3

“Naaaah, pintar….” Kata Anton sambil mengacungkan dua jempolnya


“Pintar kenapa om ?” Tanya Sarah


“Pintar karena mau jadi ibu dari anak-anakku nanti” ucap Anton sambil tersenyum cerah


“Maksudnya ibu bagaimana om ? Sarah belum mau menjadi ibu-ibu !” kata Sarah bingung


“Hehe, ya gak sekarang juga sih. Nanti tunggu kamu lulus ” ucap Anton


“Hm, terserah om saja !” kata Sarah kemudian berlalu masuk kedalam kantor mendahului Anton


“Eh, tuh bocah mengerti gak ya maksud omongan aku tadi ?” ucap Anton menyusul Sarah


“Tungguin Rah !” ucap Anton


“Nah, sekarang om yang siput ! bukan Sarah lagi, wleeek !!!” ejek Sarah saat berhenti didepan lift sambil menggendong anak mochi


“Aisshhh, ternyata ini bocah memang tidak mengerti maksud perkataanku tadi !” guamam Anton yang memencet tombol lift untuk mereka naik


***


Sementara kusir kerajaan masih berjuang mengejar cinta sang Siput, Keluarga kerajaan yang sedang honeymoon mulai berdebat perkara detik yang belum sampai.


“Mas, ini masih kurang 30 detik ” ucap Naya cemberut ketika Derya sudah masuk kamarnya


“Tapi di jam tangan Mas sudah tepat pukul 10.25 sayang” ucap Derya lembut


“Hiks,,,hiks,,, tapi distopwatch Naya masih 30 detik lagi Mas !” kata Naya yang sangat sensitif


“Iya Mas minta maaf ya, Mas keluar lagi nih. Kamu hitung sampai 30 nanti Mas baru masuk lagi ya” kata Derya membujuk Naya


“Hm,,, Naya mau makan bubur saja sekarang…” jawab Naya mulai berhenti menangis


“Ya sudah, kalau begitu Mas keluarkan dari bungkusnya dulu ya” kata Derya


“Peluuuk !!!” ucap Naya sambil merentangkan kedua tangannya


“Hm ? tapi Mas mau membuka ini dulu sayang” kata Derya yang benar-benar kewalahan dengan perubahan mood Naya


“Hiks,,, hiks,,, Ya, ya sudah…” ucap Naya kembali sesegukan


“Sini sini sayang… sini Mas peluk …” ucap Derya sambil mendekat dan memeluk Naya


“Cup,cup,cup,,, sudah ya sayang sudah mas peluk nih” ucap Derya sambil menepuk pundak Naya


“Hm…” kata Naya sambil mengangguk dipelukan Derya


“Sekarang kita makan ya ? kasian cebong disini kesepian karena tidak ada bubur ayam yang menemaninya” kata Derya absurd


“Iiih, kenapa dipanggil kecebong sih Mas” kata Naya cemberut


“Hm, kalau begitu kita panggil apa sayang ?” Tanya Derya selembut mungkin


“Naya juga tidak tau, nanti Tanya Aydin saja” ucap Naya sambil antusias menatap bungkusan yang dibuka Derya

__ADS_1


“Ya sudah, nah ini makan dulu sayang… Aaa…” kata Derya menyuapi Naya


“Enak ?” Tanya Derya


“Enak Mas, mas juga makan dong” kata Naya mengarahkan sendok kemulut Derya


“Terimakasih sayang” ucap Derya sambil tersenyum hangat


“Hiks,,,hiks,,,” ucap Naya ditengah-tengah memakan bubur ayamnya


“Kenapa lagi sayang ?” Tanya Derya benar-benar kebingungan kali ini apalagi penyebab Naya menangis


“Naya rindu Aydin mas, hiks…” jawab Naya


“Nanti setelah kita cekout dari sini kita akan langsung bertemu Aydin kok sayang” kata Derya menenagkan Naya


“Hm, baiklah… setelah makan ini kita bertemu Aydin ya mas” ucap Naya bersemangat


“Iya sayang… sekarang lanjut makan lagi ya…” kata Derya kembali menyuapi Naya


Setelah selesai makan dan mengemas barang bawaan, Deryapun ingin keluar ruangan untuk mengurus kepulangan istrinya. Namun…


“Tok,tok,tok,,,” pintu kamar Naya diketuk oleh seseorang dari luar


“iya siapa ya ?” Tanya Derya sambil membukakan pintu yang memang sudah didepannya kala itu


“Assalamu’alaikum tuan. Ini saya bi Ira dan bi Lastri” sahut seorang dari luar


“Wa’alaikumsalam bi, silahkan masuk” ucap Derya membukakan pintu kepada mereka berdua


“Siapa mas ?” Tanya Naya sambil memanjangkan lehernya untuk melihat wajah orang yang baru masuk


“Assalamu’alaikum Nyonya Nayaaaa…” ucap bi Ira


“Wa’alaikumsalam. Bi Iraaa, bi Lastriii…” ucap Naya langsung bangkit dari duduknya


“Hati-hati sayang, kamu jangan lari-lari” tegur Derya karena melihat Naya yag begitu bersemangat


“Iya Nyonya Naya disitu saja…” ucap Bi Lastri langsung mengehentikan Naya yang berlari dirinya sepertinya mengerti kenapa Naya dirawat dirumah sakit, terasa dari suasana kamar dan juga dilorong depan tadi.


“Hiks,,,,hiks,,, Naya kangen sama bibi. Apa bibi baik-baik saja dirumah ? bibi pasti tersiksa disana karena ada Om Altan, maafkan Naya ya bi yang terlambat datang sehingga membuat Bibi berdua menjadi tersiksa, hiks,,,hiks,,,” kata Naya sambil memeluk mereka berdua kemudian terisak menangis


“Aduh nyonya Naya jangan nangis begini atuh… nanti pengaruh sama dede bayinya kalau ibunya sedih” kata Bi Ira menenangkan Naya


“Tapi,,, tapi Naya tidak bisa berhenti menangis,,, hiks,,, Naya juga tidak ingin terus menangis tapi tidak bisa bi…” ucap Naya sesegukan sebenarnya bukan itu kata yang ingin dia ucapkan, Naya ingin bertanya kenapa bi Ira bisa mengetahui dirinya sedang hamil saat ini, tapi malah kata-kata itu yang terucap


“Hiks, dimana nenek dan kakek ? apa mereka sudah baikan ?” Tanya Naya masih menangis


“Alhamdulillah, Nyonya besar Alara sudah siuman tadi pagi. Namun Tuan besar Metin masih belum siuman Nyonya” kata Bi Ira


“Naya mau menjenguk kakek dan nenek Mas, hiks,,,hiks,,,” ucap Naya mulai berhenti menangis karena kini dia sudah dapat mengontrol perasaanya


“Iya sayang, ini minum dulu ya. Kamu tenangkan diri kamu dulu… lihat wajah kamu sampai memerah karena menangis” ucap Derya sambil menyodorkan air mineral


“Kan tadi Naya sudah bilang Mas, kalau Naya juga tidak tau kenapa Naya terus menangis ?” ucap Naya kembali cemberut

__ADS_1


“Eh iya sayang. Maaf in Mas ya” ucap Derya langsung meminta maaf karena Naya mulai mendung


“Hm…” sahut Naya kemudian meneguk air yang diberi Derya tadi


“Oh ya kenapa bibi memanggil Naya nyonya ? panggil Neng aja bi, Naya tidak terbiasa dengan panggilan Nyonya, hehehe” kata Naya merasa lucu dengan panggilan Nyonya


“Em, tapi Nyonya Naya dan Tuan Derya sudah menikah. Jadi Neng Naya sekrang sudah menjadi nyonya dan majikan kami” ucap Bi Lasti


“Hm, ya sudahlah. Naya juga tidak bisa memaksakan kehendak Naya. Senyamannya bibi saja” ucap Naya kembali lembut


“Terimakasih Nyonya Naya” sahut mereka berdua


“Ayo bi antar Naya keruangan kakek dan nenek” ucap Naya sambil berdiri


“Sayang kamu pakai kursi roda ya !” kata Derya benar-benar posesif dengan kondisi Naya


“Tapi kata dokter Naya sudah tidak apa-apa Mas, Naya juga sudah tidak merasa lemas lagi” ucap Naya ceria


“Hm, tapi jaga-jaga sayang kamu pakai kursi roda ya ! takutnya ruangannya jauh dan mas juga harus mengurus kamu keluar rumah sakit dulu sayang” ucap Derya benar-benar khawatir


“Hm, baiklah Mas” jawab Naya menurut, dia bisa melihat dengan jelas semburat kekhawatiran diwajah suaminya itu


“Minta tolong ya bi, buat dorong Naya” kata Naya saat bi Ira mengambil alih kursi roda dari Derya, bi Ira merespon dengan anggukan dan senyuman


“Mas nanti menyusul keruangan kakek dan nenekkan ?” Tanya Naya merasa enggap melepaskan genggaman tangan Derya


“Iya sayang, nanti mas menyusul keasana. Mas keluar duluan ya…” ucap Derya melepas lembut genggaman tangan Naya sambil mengusap pucuk kepala Naya


“Ayo bi, kita bertemu kakek dan nenek” ucap Naya setelah punggung suaminya tidak terlihat lagi dari pandangannya


“Baik Nyonya Naya…” jawab bi Ira sembari mendorong kursi roda dan bi lasstri dengan sigap membukakan pintu untuk mereka berdua


“Alhamdulillah, bibi sangat senang saat melihat Tuan Derya begitu lembut dan perhatian pada Nyonya Naya” ucap Bi Lastri tersenyum hangat sambil menunggu pintu lift terbuka, memang benar ucapan Derya bahwa ruangan Naya dan kakeknya cukup jauh


“Iya Nyonya, Saya juga turut bahagia ketika melihatnya” sambung bi Ira


“Terimakasih bi, ini semua juga berkat do’a kalian yang selalu meminta saya untuk menjadi nyonya dirumah besar Mas Derya” kata Naya tersenyum hangat


“Iya, Alhamdulillah Allah mengijabah do’a kita” sahut bi Lastri


Beberapa menit kemudian, mereka bertiga pun tiba didepan ruangan kakek Derya dirawat.


“Tok,tok,tok,,, Assalamu’alaikum” ucap bi Lastir yang menegtuk pintu


“Wa’alaikumsalam” sahut seroang wanita dari dalam ruangan


“Ceklek…” pintupun terbuka


.


.


.


See you next episode ya 😉

__ADS_1


Sebutkan harapan kalian, apa yang akan terjadi dengan Metin Murat di episode berikutnya ? 👴😁😁😁


__ADS_2