I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Memikirkan


__ADS_3

"Habislah aku !!!!” kutuk Anton pada diri sendiri


“Ekheem, ini sudah malam bagaimana jika saya antar pulang. Gratis !” ucap Anton mengalihkan pembicaraan


“Ada benarnya juga kata Anton, kita pulang ya anak-anak ! besok boleh kok jenguk Aldo lagi” ucap Naya membujuk Kivanc


“Hm, baik Unda” ucap Kivanc mengangguk


“Tapi kau tidak bisa menghindar Ton, ganti rugi biaya berobat dong ! harus tanggungjawab” ucap Naya yang tidak bisa dikecoh


“Hehehe, gratis jadi supir pribadi selama seminggu ya kanjeng ratu. Boleh kok kalau itu” ucap Anton bernegosiasi dengan Naya


“Dan potong gajimu 5% bulan ini” ucap Derya dingin seperti biasanya


“Pak Bos, saya sedang berbnegosiasi dengan bu Bos. Bukan anda !” ucap Anton protes karena kata-kata itulah yang sejak awal tidak ingin dia dengar


“Gaji kamu jadi sopir seminggu tidak menutupi potongan gaji 5% itu Ton ! bagaiman jika kita ikuti aturan …” ucap Naya sambil memutar matanya kearah Derya


“Eh, satu bulan deh kanjeng ratu, satu bulan” ucap Anton segera menyadari jika Naya ingin setuju dengan Derya


“Em, satu bulan ya… lalu tugas kamu sebagai sekretaris bagaimana ?” tanya Naya tidak henti-hentinya mengerjai Anton


“Saya akan kerjalkan malam, apapun itu asalkan jangan memotong gaji saya bu bos” ucap Anton memohon


“Hahhaha,,, terserah kau saja ! Lakukan sebisamu saja Ton, aku hanya bercanda jangan masukkan ke empedu ya” ucap Naya tertawa renyah melihat wajah Anton yang ketakutan


“Huuuuh,,, Kanjeng ratu memang terbaik segalaksi bima sakti” puji Anton berlebihan


“Memangnya kau pernah keplanet lain dan membandingkan aku dengan alien disana ?” tanya Naya


“Eh,, bu,,bukan gitu maksudnye kanjung ratu… maksud saya itu, kanjeng ratu baik, gak galak, gak dikit-dikit pengen potong, lembut, baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung” ucap Anton lagi


“Aiih, sudahlah ngomong sama kamu gak aka nada habisnya. Ayo kita pamitan dulu” ucap Naya mengakhiri permbicaraan unfaedah ini


“Ayo kita panggil dek Kila bang” ucap Naya mengajak Kivanc


“Bial Ipan caja Unda, ayo kak Ay !” ucap Kivanc segera menarik Aydin, Naya dan Deryapun juga berpamitan pada Angel dan Haris


“Dek Ila, ayo kita pulang” ucap Kivanc saat melihat Kila bersama Nia diatas ranjang


“Abang udah ketemu ?” tanya Kila


“Belum, ipan ilang lagi nih” ucap Kivanc bersembunyi dibelakang Aydin


“Oooh, ada apa ka Ay ?” tanya Kila tidak merespon candaan Kivanc


“Bunda dan Ayah menyuruh kita pulang” ucap Aydin


“Ipan cenapa idak dipelhatikan cih. Kan Ipan ceding belcanda” ucap Kivanc akhirnya keluar dari belakang Aydin dengan kesal


“Becanda abang tidak lucu” ucap Kila dingin

__ADS_1


“Haaah…” Kivanc yang kesal hanya bisa menghembuskan nafas saja


“Apa Nia juga akan pulang ?” tanya Aldo yang ada diranjang sebelah


“Tidak tau, om Blam dan Teh Canti belum datang tadi” jawab Kivanc


“Nia juga pulang dulu ya Nak Aldo, kan besok masih sekolah jadi harus pulang kerumah dulu” ucap Santi yang baru saja bergabung dengan obrolan anak kecil disana


“Yaaah, Aldo jadi kesepian deh” ucap Aldo agak sedih


“Idak apa, dicebelah uga ada teman jahat kita do. Kamu bica belmain dengan dia jika bocan” ucap Kivanc


“Siapa ?” tanya Aldo


“Itu Alek, ada Alek dicebelah tapi lukanya dia lebih anyak dalipada Aldo dan Ipan” ucap Kivanc memberitahu


“Benarkah?” tanya Aldo tidak percaya


“Hm, benal. Nanti Aldo lihat caja !” ucap Kivanc serius


“Tidak, aku tidak berani jika sendiri menghadapinya. Tunggu kalian saja” ucap Aldo segera menyerah


“Hm, tunggu kita ya. Nanti cetelah pulang cekolah kita akan menyucun lencana !” ucap Kivanc seperti ketua geng


“Ya, kalian hati-hati dijalan ya” ucap Aldo akhirnya dengan rela melepas mereka


“Ada-ada saja anak-anak ini, mereka masih kecil tapi banyak hal besar yang mereka omongkan” batin Teh Santi yang mendengar pembicaraan mereka


“Apa kalian agen detektif ?” celetuk Laila yang juga ikut mendengarkan sejak tadi


“Kapan kita membuat nama itu ?” gumam Aldo


“Abang semakin aneh jika larut malam” gumam Kila, sedangkan Aydin hanya menepuk jidatnya mendengar perkataan Kivanc


“Baiklah, ayo segera pulang !” ucap Aydin menarik Kivanc


“Hm, kita pulang dulu ya. Dadah Nia, dadah Aldo, dadah Teh Santi, dadah Mbak laila” ucap Kila mewakili Kivanc beramitan pada semua


“Daah…” mereka semua yang disebut oleh Kila melambai dengan bingung karena tidak biasanya Kila bertingkah seperti itu. Sepertinya bukan hanya Kivanc yang semakin aneh jika mulai malam, Kila juga.


“Ayah, Bunda, bi Ira. Ayo kita pulang” ucap Kila saat sudah berada diruang depan


“Tunggu sayang, Bunda belum berpamitan dengan mereka yang didalam” ucap Naya bangkit dari duduknya saat melihat ketiga anaknya saling rangkul mengamankan Kivanc


“Kami menunggu diparkiran ya Bunda, bersama bi Ira” ucap Aydin memutuskan


“Baiklah, kalian jangan cepat-cepat. Smabil tunggu Bunda dan Ayah” ucap Naya mengelus kepala Aydin kemudian masuk kedalam untuk berpamitan pada lainnya


“Om Bram, Om Haris dan Tante Angel, kami pamit dulu ya. Dadah…” ucap Kila mewakili kakak-kakaknya


“Hati-hati ya, terimakasih sudah menjenguk Aldo” ucap Angel

__ADS_1


“Hm…” respon Kila sambil mengangguk


Merekapun keluar dan menuju parkiran, nampak dimobil sudah ada kusir kerajaan yang menunggu disamping pintu


“Selamat datang pangeran dan tuan putri, silahkan masuk” ucap anton membukakan pintu


“Terimakacih Om Anton, oh ya Om tau tidak ?” ucap Kivanc mulai berbicara karena mulutnya sudah dilepas Aydin


“Apa memangnya bos ?” tanya Anton penasaran


“Teman jahat Ipan penuh lebam cepelti ini ! cepeltinya dia juga belteman dengan olang jahat lainnya, lalu kalah dan macuk lumah cakit !” ucap Kivanc bercerita


“Memangnya dia dirawat dimana bos ?” tanya Anton lagi


“Dikamal cebelang, Ipan dan Kak Ay mendengal dia menangis telus dimalahin cama nenek lampil” ucap Kivanc bercerita dengan mata 100 watt


“Dirawat disebelah itu tandanya dia orang yang punya banyak uang, dimarahin nenek sihir bisa jadi itu ibunya atau tantenya, lalu lebam itu sepertinya karena pukulan benda tumpul berarti teman jahat kamu itu sering dipukuli” ucap Anton menganalisis dari cerita Kivanc


“Kacian cekali… tapi dia jahat ! Ipan idak ingin tolong” ucap Kivanc menyilang kedua tangannya didada


“Tumben ?” ucap anton mengangkat satu alisnya heran


“Hm,,, tapi dia kacian. Pasti Alek kecepian dan kecakitan” sambung Kivanc lagi sambil berpikir


“Nahkan, jadi ???” ucap Anton menurunkan Alis dan memancing Kivanc


“Akan Ipan pikilkan” ucap Kivanc kemudian bersandar lalu memejamkan mata


“Beah, agaknya sudah macam bos besar banyak pikiran aja nih anak” batin Anton melihat Kivanc


“Om itu Bunda dan Ayah, ayo kita pulang” ucap Aydin menujuk kearah belakang


“Ah, baik akan saya sambut !” ucap Anton segera balik kanan dan dengan ramah menyambut


Selama perjalanan hanya ada keheningan. Naya dan Derya masih memikirkan siapa wanita yang mereka temui tadi, sedangkan para bocil sudah tertidur, ingin memulai pembicaraan namun melihat wajah baginda raja yang berkerut membuat Anton mengurungkan niatnya…


“Eemmhhh…” Kivanc menggeliat dan mengerjapkan matanya beberapa kali


“Akhrinya ada teman ngobrol yang bangun” batin Anton ingin segera memulai obrolan


“Bo…” Anton mulai membuka mulut


“Cetoooop !!!” teriak Kivanc membuat semua orang kaget dan melihat kearahnya


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Ipan bilang cetooop, jangan diskip aunty ! like dan komen dulu ya, hehehe 😁


...Kira² apa nih maksud Kivanc nyuruh berhenti ? 🤔🤔🤔...


__ADS_2