I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 60


__ADS_3

"Ayo Bunda…” ajak Aydin sambil menarik tangan Naya


“Selamat datang Ayah dan Bunda… silahkan duduk…” kata sang dokter menyambut dengan ramah.


Ada sekat antara pintu masuk dan ruang dokter sehingga ketika pertama kali masuk tidak langsung terlihat dokternya, mereka tadi hanya disampit oleh perawat bertugas


“Waaah, perhatian sekali ya suaminya Bun…” ucap sang dokter tersenyum ramah


“Hehe, bukan dok” sahut Naya canggung


“Haha, Bundanya masih malu-malu nih…” sahut sang dokter lagi


“Ahaha…” Naya tertawa canggung karena tidak mengetahui maksud sang dokter kenapa sampai mengira mereka suami istri


“Bunda sudah punya pengalaman kan ? ini yang kedua ya Bun ?” tanya sang dokter karena melihat Aydin yang setia mendampingi Naya


“Hah ?” Naya masih kikuk, dia menoleh Aydin dan kemudian menatap dokter sambil berpikir keras


“Sudah berapa bulan Bu ?” tanya Dokter lagi


“Maaf Dok, sepertinya kami salah ruangan. Hehehe…” kata Naya akhirnya yakin dengan pasti bahwa ini adalah ruangan dokter kandungan


“Saya ingin mengobati luka dikaki saya dok, sepertinya Pak Bos salah masuk ruangan, hehe,,,” kata Naya agak malu menjelaskan


“Tidak usah malu Bun, jika ingin promil juga bisa Bun kami disini menyediakan berbagai pelayanan untuk promil “ bujuk sang dokter yang mengira Naya malu-malu


“Hahaha,,, Buru-buru promil dok, suami saja tidak punya punya...” kata Naya tertawa miris


“Haha,,, ada-ada saja Bunda ini, itu suami dan anak yang menemani disamping tidak diangggap ? umur kakaknya juga sudah pas untuk memiliki adik Bun” kata Dokter tersebut sambil menatap Aydin


“Adik ? Aydin mau adik Bunda…” pinta Aydin dengan keras


“Tuhkan Bun, kakaknya juga sudah siap punya adik” kata sang Dokter membujuk Naya


“Buukkkh,,,” Naya menyikut Derya yang sejak tadi diam saja


“Shhhtt,,,” respon Derya sambil mengusap perutnya yang kena sikut Naya


“apa ?” kata Derya dengan isyarat bibir tanpa mengeluarkan suara


“Bicara bos, jelasin !” ucap Naya berbisik pelan

__ADS_1


“Ayooo Bunda… Aydin mau adik” rengek anak mochi lagi


“Memangnya tau apa Adik itu sayang ?” tanya Naya menghentikan rengekan Aydin


“Tau, Adik itu yang harus Aydin lindungi dan teman Aydin bermain Bunda…” jawab Aydin senang karena kata Dokter Bundanya akan memberikan adik pada Aydin


“Ahaha, Aydin memang anak pintar….” Ucap Naya mengusap lembut kepala Aydin


“Kami salah ruangan, permisi …” ucap Derya kemudian berlalu begitu saja mendoorng kursi roda Naya


“Eeehhh….” Naya yang kaget karena didorong tiba-tiba


“Haaahhh ?” dokter yang melihat sikap Derya hanya terbengong karena bingung dengan keluarga itu


“Bos ih, langsung dorong-dorong saja. Kalau saya jatuh yang ada itu kuku saya lepas beneran “ ucap Naya kesal


“Kamu kebanyakan omong tadi, makanya saya langsung pergi…” ucap Derya yang kemudian masuk kedalam ruangan yang benar kali ini


“Silahkan duduk Pak Bu, kenapa ya Ibunya ?” tanya dokter yang sudah dapat menebak jika yang sakit adalah Naya karena duduk dikursi roda


“Itu Dok, kukunya mau lepas karena tidak pakai mata saat berjalan” kata Derya


“Waduh, harusnya ibu lebih hati-hati ya Bu,,, mari saya obati dulu” ucap Dokter sambil meminta suster untuk mempersiapkan obat untuk luka Naya


“Baik Dok “ Jawab Naya mencoba bediri


“Ck...” decak Derya karena dirinya tidak suka dengan orang yang lamban


“Akhh,,,” teriak Naya kaget karena Derya tiba-tiba saya menggendongnya dan meletakkan Naya diatas ranjang rumah sakit


“Lekas, saya harus makan malam dengan anak saya” kata Derya dingin


“Bunda… Apa itu sakit sekali ?” tanya Aydin yang memperhatikan saat luka Naya diobati


“Tidak sayang, Bundakan hebat. Jadi itu tidak terasa sakit untuk Bunda…” ucap Naya mencoba terlihat baik-baik saja


“Dokter, apa kuku Bunda Aydin akan tumbuh kembali ?” tanya Aydin pada dokter


“Iya dek, nanti kukunya akan tumbuh lagi jika dirawat dengan baik. Tolong bantu jaga Bundanya ya dek…” kata dokter


“Dokter, Aydin bukan Adik, Aydin ini kakak ! Nanti Bunda akan memberikan Aydin Adik, benarkan Bunda ?” kata Anak mochi yang tidak ingin dipanggil adik

__ADS_1


“Waaah,,, selamat ya Bu atas kehamilannya…” ucap Sang Dokter meberi selamat


“Ahahaaa,,, Iya…” jawab Naya canggung


“Iya nanti jika saya beneran hamil baru ucapan selamatnya saya terima Dok, ini ditabung dulu ya ucapannya…” batin Naya melanjutkan


“Ayo pulang…” kata Derya ingin menggendong Naya lagi


“Ini udah diperban. Saya bisa berjalan lebih baik…” ucap Naya menolak halus


“Bunda… kapan Bunda memberikan Aydin adik ?” Aydin bertanya lagi mengenai Adik ketika mereka baru saja duduk di mobil.


“Nanti ya sayang…” jawab Naya, dirinya tidak sanggup menjelaskan karena merasa lelah akibat perut keroncongan


“Kruuukkk…” suara perut Naya terdengar sampai ketelinga Derya di kursi depan


“Kita ke restoran untuk makan setelah itu pulang !” kata Derya menegaskan keinginannya


“Tapi Aydin ingin makan masakan Bunda yah…” kata Aydin yang sudah berani mengemukakan keinginannya


“Apa Bunda kamu bisa memasak dengan kaki seperti itu ?” tanya Derya dingin


“Bunda ???” Batin Naya merasakan sedikit getaran didadanya karena ucapan itu


"Ah apa ini ? apa aku jantungku bermasalah ?" batin Naya kaget


“Yaaaaah,,, Nanti Bunda harus masak untuk Aydin ya Bunda… Bunda harus segera smebuh agar bisa segera bermain dan memasak untuk Aydin” kata Anak mochi sedikit kecewa


“Iya, nanti Bunda janji akan masak untuk Aydin ya sayang…” Ucap Naya


“Bos cari restoran Indonesia ya, biar Aydin bisa memesan sate” pinta Naya


“Hm,,,” sahut Derya


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2