I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Rumah Sakit


__ADS_3

“Apa abang bisa jalan ?” tanya Kila setelah melihat Kivanc selesai diobati


“Hm, Ipan kan anak kuat” ucap Kivanc mau turun dari ranjang


“Hati-hati” ucap Aydin segera membantu


“Kak, Bunda titip adik-adik dulu ya” ucap Naya kemudian dia mengikuti keruangan dokter untuk resep obat Kivanc


“Jangn pergi kemana-mana, tunggu Bunda disini saja” ucap Aydin dengan tegas


“Baik kak” ucap double K


“Hmmm, bocan” gumam Kivanc yang hanya duduk diam sambil menunggu


“Kenapa bang ?” tanya Kila yang duduk disampingnya


“Cenapa Unda lama cekali ya de Ila, Ipan ingin segela menjenguk Aldo” ucap Kivanc cemberut


“Mungkin sebentar lagi bang” ucap Kila


“Itu kak Ay lihat-lihat apa cih ? kenapa cepelti detitip begitu ?” tanya Kivanc bingung melihat kakaknya yang menggunakan sensor mata pada alat-alat kedokteran


“Entahlah, mungkin kak Aydin suka benda yang berbau obat seperti itu” ucap Kila mengira jika Aydin menyukai aromanya


“Hueekkk, celela kak Ay aneh. Ipan caja idak cuka bau lumah cakit kenapa kak Ay malah cuka cih !” ucap Kivanc berakting jijik


“Tapi rumah sakit itu tempat yang hebat loh bang, dokter disini hebat-hebat karena bisa menyembuhkan orang yang sakit” ucap Kila memandang sisi positifnya


“Benal juga cih, tapi jika memilih abang tidak ingin pelgi kelumah cakit kalena baunya idak enak” ucap Kivanc


“Terimakasih ya sayang sudah menunggu” ucap Naya baru saja keluar dari ruangan dokter


“Bagaimana Unda ? Ipan idak pelu dicuntikkan ?” tanya Kivanc


“Tidak kok sayang, lebamnya hanya perlu diolesi salep saja” ucap Naya mendekati double K


“Dimana Kak Aydin ?” tanya Naya


“Itu cedang jadi detitip” ucap Kivanc sambil menunjuk Aydin


“Kakak Bunda sudah selesai, ayo kita pergi menjenguk Aldo” ucap Naya memanggil Aydin dengan lembut


“Ah, baik Bunda” ucap Aydin sedikit kaget karena sudah ada Bundanya disana


“Ayo sayang” ucap Naya menggandeng Kila dan Kivanc sedangkan Aydin menggandeng Kila, syukurlah tidak terjadi perebutan disana karena biasanya Aydi masih belum biasa mengalah kepada Kivanc tapi jika itu Kila dirinya akan senang hati mengalah


“Unda dimana Nia ?” tanya Kivanc sudah bisa berjalan dengan baik karena rasa sakit sudah diredam


“Nia sudah adadiruangan Aldo sayang, nah sebentar lagi kita sampai” ucap Naya berjalan pelan karena mengingat kondisi Kivanc


“Nah ini ruangannya” ucap Naya saat mereka tiba disebuah kamar anak VIP


“Sepertinya ada banyak orang didalam” ucap Aydin yang bisa melihat dibalik kaca dipintu


“Ya, ada banyak orang didalam. Ada mommy dan juga daddynya Aldo” ucap Naya ingin mengetuk pintu


“Unda, cetoop” pinta Kivanc tiba-tiba


“Kenapa sayang ?” tanya Naya


“Unda, Ipan takut. Nanti mommy dan daddy Aldo malahin Ipan. Ipan idak mau macuk” ucap Kivanc takut


“Sayang, kan Kivanc tidak sengaja. Kivanc harus berani dan datang meminta maaf” ucap Naya menyemangati

__ADS_1


“Hm, idak mau. Ipan tunggu dicini caja” ucap Kivanc malah duduk dikursi tunggu depan ruangan Aldo


“Bunda biar Kila dan Kak aydin yang masuk dulu untuk bertanya dengan mommy dan daddy Aldo” ucap Kila


“De Ila tolong tanyakan ya” ucap Kivanc memohon, padahal Naya masih bingung darimana datangnya rasa takut itu


“Baik, abang tunggu disini ya” ucap Kila menegtuk pintu kemudian dibantu Aydin mendorong pintu untuk masuk


“Assalamu’alaikum, permisi” ucap Kila saat baru masuk, semua orang didalam menoleh dan menyambut kedatangan Kila dan Aydin. s


Semetara diluar Naya masih tidak habis pikir dengan perasaan anaknya


“Abang kenapa takut ?” tanya Naya menanyakan


“Ipan takut dimalahi, cepelti anak dicebelah Unda” tunjuk Kivanc pada sebuah ruangan disebrang


“Dimarahi ?” tanya Naya bingung


“Hm, coba Unda dengalkan” ucap Kivanc sambil meletakkan tangan ditelinganya


“Kamu itu anak sial ! kenapa jatuh dan jadi begini ? bikin repot saja !” tedengar makian dari ruang sebelah


“Hei, aku membesarkanmu bukan untuk merawatmu seperti ini ! lalu kau juga mencelakai anak orang lain juga ! Sekarang siapa yang bertanggung jawab ? anak yang merepotkan !” bentak orang itu lagi


“Unda apa Ipan juga akan dicalahkan begitu ?” tanya Kivanc takut


“Astagfriullah, sayang tidak semua orang menyalahkan seperti itu. Jika Kivanc minta maaf dengan tulus dan menjelaskan dengan baik tidak aka nada yang marah pada Kivanc kok” ucap Naya menenangkan Kivanc, karena terfokus pada ruangan Aldo Naya bahkan tidak menyadari suara makian itu


“Benarkah Unda ?” tanya Kivanc ragu


“Iya sayang, ada Bunda yang akan menyemangati Kivanc” ucap Naya mengelus lembut kepala Kivanc


“Abang, ayo masuk ! Mommy dan Daddy Aldo tidak marah kok dengan abang” ucap Kila yang baru saja keluar dari ruangan Aldo


“Hm, benar” jawab Kila mengangguk


“Ayo Unda, kita macuk kedalam” ajak Kivanc sampai lupa jika kakinya sedang terluka


“Shht…” ucap Kivanc berdesis karena menghentakkan kaki dengan bersemangat


“Abang tidak apa ?” tanya Naya


“Idak apa Unda, ayo !” ajak Kivanc segera


“Assalamu’alaikum” ucap Kivanc dan Naya saat memasuki ruangan


“Kivanc, tidak perlu takut dengan om dan tante ya. Kami tidak marah dengan Kivanc kok” ucap Haris mendekati Kivanc


“Em,,, baik. Om, ante, Ipan mau minta maap, Ipan idak cengaja membuat Aldo jatuh” ucap Kivanc meminta maaf dengan tulus


“Iya, om tau kok Kivan tidak sengaja. Ayo kita temui Aldo” ajak Haris


“Baik om” ucap Kivanc ikut berjalan


“Mas kemana Nia dan Santi ?” tanya Naya menemui sang suami lebih dulu


“Mereka memeriksa Nia sayang. Apa Kivanc baik-baik saja ?” tanya Derya


“Siapa yang memeberi tau Mas ?” tanya Naya


“Santi bilang Kivanc terluka, apa parah ?” tanya Derya khawatir


“Mas lihatlah sendiri anaknya, bahkan dia sudah bisa berlari” ucap Naya mengerakkan dagunya menunjuk Kivanc

__ADS_1


“Apa dia menahannya ?” tanya Derya


“Sepertinya begitu, bersiaplah nanti malam akan kena manjaannya” ucap Naya memperingati Derya


“Bukan hanya mas, kamu juga” ucap Derya sambil menoel hidung Naya


“Hehehe, selalu saja seperti itu anakmu itu mas. Sama seperti kamu, takut rumah sakit sehingga bilang tidaka da yang sakit supaya tidak lama-lama tapi jika sudah dirumah seperti beruang manja yang ingin ini dan itu” ucap Naya


“Dia juga anakmu sayang” ucap Derya memegang gemash kedua pipi Naya


“Hehehe…” keduanya tersenyum karena setiap anak mereka memiliki sikap berbeda saat sakit, tawa mereka terhenti saat mendengar teriakan nyaring dari dalam bilik


“Aldoooo !!! hiks,,, hiks,,, huwaaaa… Aldo jangan belubah...” Teriak seseorang dengan histeris


“Abang kenapa berteriak sih ?” ucap Kila yang menutup terlinganya


“Apa Aldo melubah menjadi monstel, cepelti mumi dikaltun waktu itu de Ila” tunjuk Kivanc pada Aldo


“Hah ada monster mumi dimana Van ?” tanya Aldo kebingungan karena Kivanc menunjuk dirinya


“Itu aldo belubah jadi muminya” ucap Kivanc bersembunyi dibelakang Kila


“Van, laki-laki itu tidak boleh penakut ! lihat dengan benar itu perban untuk menutupi luka Aldo bukan berubah menjadi mumi” ucap Aydin sambil menarik keluar Kivanc yang bersembunyi dipunggung Kila


“Idak mau, Ipan idak mau dimakan monstel !” ucap Kivanc masih takut


“Kivan ! lihat betul-betul !” ucap Aydin dengan tegas karena sangat kesal melihat adiknya itu menjadi penakut


“Betul, betul, betul” ucap Kivanc meniru logat bicara kartun yang biasa dia tonton


“Hahaha, Kivanc lucu. Ketakutan melihat perban Aldo” tawa Aldo yang menyadari apa yang dimaksud mumi oleh Kivanc


“Eh, apa mumi bica teltawa ?” tanya Kivanc akhirnya memberanikan diri membuka mata


“Abang itu bukan mumi itu Aldo” ucap Kila menjelaskan


“Benarkah Aldo ?” tanya Kivanc ragu


“Iya, nih Kila pegang” ucap Kila menggapai tangan Aldo untuk meyakinkan Kivanc


“Ah benal, dia Aldo… Aldoo,, maapin Ipan ya” ucap segera mengambil alih tangan Aldo dari Kila


“Haha,,, iya Aldo maafin kok” ucap Aldo tersenyum terhibur dengan kehadiran sahabatnya ini


“Tangan Aldo kencapa ada celangnya ? kenapa botol itu pipis ?” tanya Kivanc bingung melihat infus


“Entahlah, kata doktel bial Aldo beltenaga jika memakai ini” ucap Aldo menjelaskan sepemahamannya


“Ini namanya infus, cairan itu masuk kedalam tubuh kita untuk memberikan vitamin untuk tubuh sehingga membuat kita lebih bertenaga dan sehat” Jelas Aydin


“Ooooh…” Aldo dan Kivanc hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Aydin


Walau para bocah itu tidak mengerti maksud Aydin, bagaimana bisa air itu bisa masuk kedalam tubu namun mereka tetap mendengarkan. Naya dan Derya juga mengawasi dari jauh, melihat anak-anak mereka bertumbuh dan saling peduli kehangatan dihati mereka juga semakin bertambah.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣

__ADS_1


Kira² siapa ya the next mission geng minion ini ? 🤭


__ADS_2