I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 132


__ADS_3

Tiga hari yang begitu indah telah berlalu, pengantinan baru dan rombongan kembali ke apartemen mereka. Kini Naya akan tinggal satu apartemen dengan Derya karena mereka sudah sah menjadi suami istri, Naya akan mulai menjalani perannya menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecil ini


“Selamat pagi Bunda” sapa Aydin yang baru saja bangun tidur dan langsung keluar kamar untuk menemui Naya


“Pagi sayang, apa Aydin sudah cuci muka dan gosok gigi ?” Tanya Naya yang sedikit sibuk membuat sarapan


“Sudah Bunda” jawab Aydin yang sekarang sudah duduk di meja makan


“Pintarnya anak Bunda, tunggu sebentar ya sayang Bunda menyelesaikan ini dulu nanti baru menyiapkan Aydin untuk berangkat sekolah” kata Naya


“Baik Bunda” jawab anak mochi yang ternyata masih mengantuk, kini dia merebahkan kembali kepalanya di meja makan


“Pagi my boy dan selamat pagi Istriku sayang” sapa Derya yang sudah rapi langsung menghampiri Naya dan menciumnya


“Aaah, Aydin juga ingin mencium Bunda” kata Aydin cemberut karena Derya mencium Naya


“Opsss, ketahuan ya. Ayah pikir Aydin tidur “ kata Derya tersenyum kemenangan


“Aydin juga mau mencium Bunda” rengek Aydin yang langsung turun dari kursi dan menghampiri Naya


“Iya sayang, nih” kata Naya membungkukkan tubuhnya


“Cup” Aydin berhasil mencium pipi kanan Naya


“Bunda, sini biar Mas bantu goreng telurnya. Kamu bisa siapkan Aydin untuk berangkat sekolah. Tapi nanti setelah itu pilihkan dasi Mas ya” kata Derya sambil mengambil alih spatula ditangan Naya


“Hm, kebiasaan kalau ngebantu pasti ada maunya” kata Naya pura-pura cemberut


“Hehehe,,, kan hanya kamu yang mengerti selera aku sayang” kata Derya merayu


“Hm, baiklah Ayahanda tercinta… Ayo sayang kita mandi, let’s go” ajak Naya pada Aydin


“Kok Ayahanda sih Bunda. Kakanda dong atau gak baginda raja gitu kaya Anton biasanya” jawab Derya kurang setuju, namun Naya sudah masuk kamar Aydin untuk menyiapkan anak mochi tersebut pergi ke sekolah.


Begitulah pagi di keluarga baru ini, selalu ada keributan untuk mendapatkan perhatian satu-satunya kanjeng ratu di istana tersebut dan hal inilah yang membuat suasana kebahagiaan terpancar karena pada akhirnya mereka berdua sama-sama mendapatkan perhatian tersebut dari kanjeng ratu.


Aydin dan Derya telah siap, mereka juga sudah sarapan dan hanya menunggu Naya yang merapikan bekal makan siang mereka nanti. Bel akan selalu berbunyi ketika jam setengah delapan tepat, siapa lagi yang bertamu pagi-pagi begini kalau bukan Anton si asisten serbaguna.


“Tingting…” bel berbunyi


“Aydin bisa buka pintunya tidak ?” kata Derya yang masih sibuk memainkan handphonenya


“Tidak bisa Yah, Aydin sedang sibuk.” Saat ini anak mochi tersebut sedang melihat album foto pernikahan Bundanya kemaren


“Ayah juga sedang sibuk nih” kata Derya yang menggeser layar handphonenya untuk melihat foto pernikahan mereka


“MASUK !!!” Teriak keduanya karena berakhir tidak ada yang ingin membukakan pintu

__ADS_1


“Ceklek…” pintu terbuka, sebenarnya Anton tau kode pas untuk membuka pintu namun dia tidak berani masuk sembarangan jika belum mendapat ijin dari sang empu apartemen


“Selamat pagi Bos, awali pagi dengan senyuman dan sarapan” kata Anton menyapa keduanya


“Hm, tuh ada roti di atas meja.” Kata Derya sibuk dengan urusannya


“Terimakasih bos ku yang baik hati dan tiada duanya” puji Anton yang langsung bergegas ke meja makan


“Pagi kanjeng ratu” sapa Anton pada Naya yang sibuk menyiapkan bekal


“Hm, pagi Ton” sahut Naya seadanya


Sebuah kebiasaan baru bahwa Anton akan mendapatkan sarapan di apartemen bosnya, semenjak ada Naya sang bos sudah jarang marah-marah dan lebih bisa memanusiakan manusia terutama asistennya ini. Misi berhasil, menemukan pawang yang tepat untuk si bos beruang yang dingin.


Selanjutnya adalah menghempaskan para lintah dan ulat bulu sampai ke akarnya ! begitulah yang ada dipikiran Anton, karena apa yang dia lakukan adalah untuk kesejahteraan dirinya sendiri. Ketika semua masalah dalam hidup sang bos mulai terhempas kan maka ancaman potong gaji, god by. Perintah sana sini, by by. Dan bonus dan hadiah come to Daddy !!!


Anton tersenyum senang ketika membayangkan kehidupan sejahtera nya sampai tidak sadar ada seseorang yang mengamati tingkahnya.


“Om, om sehat ?” Tanya seseorang kebingungan


“Kakak ipar, sepertinya anda perlu mengganti asisten” ucap Sarah yang kebetulan mampir untuk mengantarkan minuman herbal untuk kakaknya


“Memangnya ada apa Sarah ?” Tanya Derya yang bingung


“Itu, om Anton mulai tidak waras” ucap sarah menunjuk Anton


Dua menit kemudian Naya sudah selesai merapikan bekal Derya dan Aydin kemudian menatap aneh kearah Anton


“Woy cicak, kesambet lagi ya !” tegur Naya dengan sedikit nyaring


“Eh, siap kanjeng ratu. Ini enak” ucap Anton langsung tersadar dari lamunannya


“Oh, jadi harus begitu ya kak baru nih Om labil sadar” ucap Sarah mengerti


“Astagfirullah, kapan ini siput masuk ke sini ?” Tanya Anton yang kaget karena ada Sarah didekatnya


“Om dari tadi kemana aja. Orang aku sudah dari tadi ada disini” jawab Sarah kesal karena dipanggil siput


“Oooh” sahut Anton tidak perduli


“Ayo berangkat !” kata Naya pada semuanya


“Sarah, kamu mau barengan dengan kaka tidak ?” Tanya Naya


“Hm, makasih kak. Aku berangkat bareng Ka Dinda saja" jawab Sarah


Mereka semua pun akhirnya berangkat, pergi menuju tujuan masing-masing. Namun ada yang tidak ingin berpisah dan lengket bagaikan lem tikus, dimana Derya dengan manjanya bersender di bahu Naya tidak ingin berpisah

__ADS_1


“Bos, kita sudah sampai di sekolahan Aydin. Setelah ini kita ada pertemuan penting” kata Anton menyebutkan jadwal Derya. Sepanjang perjalanan Anton menahan sabarnya karena melihat kemesraan suami istri yang lengket bagai perangko ini


“Bunda ayo kita turun” ajak Aydin


“Hm, tunggu sebentar. Sebentar lagi Bunda” kata Derya masih menyender dibahu Naya


“Ayah, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Nanti Aydin terlambat” ucap Naya lembut


“Hm, biarkan saja… nanti Mas akan minta ijin untuk Aydin terlambat kepada kepala sekolahnya” kata Derya


“Mas jangan begini, malu atuh dilihat Anton sama Aydin” bisik Naya mengingatkan bahwa disini masih ada orang bukan hanya mereka berdua


“Ekhem,,, oke. Aydin belajar yang rajin ya boy” kata Derya langsung bersikap seperti biasa


“Iya Ayah, Assalamu’alaikum” kata Aydin sambil mencium tangan Ayahnya


“Naya jaga Aydin sekolah dulu Mas, Assalamu’alaikum” kata Naya pamit sambil mencium tangan Naya


“Wa’alaikumsalam” sahut Derya kemudian mencium pucuk kepala mereka masing-masing


“Mas tangannya !” kata Naya dengan isyarat mata


“Hehe, maaf sayang” kata Derya yang tidak menyadari jika dia masih menggenggam tangan Naya


Akhirnya merekapun berpisah untuk beberapa jam kedepan, Derya juga melanjutkan jadwalnya untuk pergi ke perusahaan miliknya sendiri yang berfokus pada keamanan tersebut.


Dirinya berusaha tidak peduli dengan perusahaan rintisan kakeknya, karena dia sudah bertekad untuk tidak berhubungan apa pun lagi dengan kakek peyot yang gila harta itu.


“Kita sampai bos” kata Anton berhenti disebuah gedung berlantai 5 tersebut


Mereka berdua pun turun dan masuk kedalam perusahaan, para pegawai tidak ada yang tahu bahwa yang datang adalah CEO perusahaan ini, mereka menganggap bahwa Derya adalah pelanggan yang membutuhkan jasa perusahaan mereka. Baru saja mereka memasuki lobby perusahaan sebuah tepuk tangan terdengar.


“Prok,,,prook,,,proook,,,”


“Akhirnya kita bertemu kembali” kata orang yang bertepuk tangan tersebut


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like 👍 comment 💬 and vote 🎫


Kira² siapa ya yang tepuk tangan itu ? 🤔

__ADS_1


__ADS_2