
Pagi Naya dihabiskan dirumah mewah milik bosnya ini. Suasana disana nampak hangat dan bahagia, ada canda Naya dan tawa Aydin memenuhi ruang keluarga. Para asisten rumah tangga yang sedang membersihkan rumah juga sekali-kali menanggapi candaan Naya saat mereka lewat didekat mereka. Suasanan rumah nan mewah ini kini mulai dipenuhi kehangatan karena kehadiran Naya.
“Sayang Bunda mau pulang dulu ya” ucap Naya disela-sela candaan karena saat ini sudah menunjukkan pukul 09.30
“Hm, kenapa pulang Bunda ?” kata Aydin cemberut
“Hey, anak ganteng gak boleh cemberut gitu donk, nanti gantengnya luntur kayak baju daster emak-emak” ucap Naya bercanda sambil mengusap kepala Aydin
“Daster itu seperti apa Bunda ?” tanya Aydin penasaran
“Itu sayang seperti yang dipakai sama bi Ira…” bisik Naya agar tidak terdengar oleh bi Ira yang sedang mengepel tak jauh dari mereka
“Jadi gantengnya Aydin akan ke bi Ira ya Bunda karena luntur ?” tanya Aydin yang tidak paham
“Ahaha,,, kamu lucu sayang. Oh ya, Bunda beneran mau pulang nih. Bunda pamit ya…” kata Naya kembali ke topik, karena jika dia menjelaskan mengenai daster yang luntur akan semakin rumit
“Kenapa Bunda pulang sih ? Bunda tinggal disini saja ya…” pinta Aydin
“Kan Bunda udah nyewa kosan sayang masa Bunda nyewa disini lagi sih ? Double dong nanti Bunda bayarnya, bisa bangkrut Bunda. Hehe…” jawab Naya bercanda
“Bunda kalau tinggal disini tidak bayar kok Bun” jawab Aydin cepat
“Ahahaha, nanti rugi Ayah kamu sayang kalau nampung Bunda disini…” ucap Naya
“Bunda beneran harus pamit nih sayang, Bunda mau kekampus dulu ya sayang, mau bimbingan.” sambung Naya yang memang ada jadwal untuk konsul hari ini jam 11.00
“Oh,,, Bunda mau sekolah di kampus ?” tanya Aydin
“Iya sayang, makanya Bunda mau pulang dulu mau siap-siap untuk ke kampus” jawab Naya
“Hm, Aydin juga ingin sekolah Bunda” kata Aydin sedih
“Nanti Aydin bilang sama Ayah ya, nanti Bunda temani Aydin cari sekolah yang bagus. Oke sayang” kata Naya menyemangati
“Sudah pernah Bunda, tapi Ayah selalu marah saat Aydin minta untuk pergi ke sekolah” jawab Aydin sedih
“Hm, kan besok ulang tahun Aydin. Coba Aydin minta saat itu” kata Naya memberi saran
“Tapi tadi Aydin tadi sudah meminta permohonan sebagai ganti hadiah Aydin Bunda” jawab anak mochi masih cemberut dengan pipi mochi menggemaskannya itu
__ADS_1
“Ishhh,,, mengesalkan sekali bos Derya ini ! anak sendiri kok dibikin susah, kena azab tau rasa entar…” kesal Naya dalam batinnya
“Em,,, nanti besok Bunda bantu deh… “ Kata Naya
“Tapi Bunda di undang kan ke acara ulang tahun Aydin besok ? ” canda Naya
“Iya, Bunda diundang kok, Bunda harus datang ya… mana ya undangan untuk Bunda ? Aydin lupa dimana menaruhnya, padahal Aydin bikin sendiri tadi malam untuk dikasih ke Bunda” ucap anak mochi kebingungan mencari undangan yang dibikinnya
“Hehe,,, carinya gak perlu tergesak-gesak gitu sayang. Ayo Bunda bantu cari…” kata Naya
“Nah ini dia Bunda…” ucap Aydin setelah beberapa saat mencari akhirnya menemukan kartu undangan yang ternyata bersembunyi di antara koran di atas meja
“Ini Bunda, undangan untuk ulang tahun Aydin. Bunda harus datang ya” pinta anak mochi bersemangat
“Iya Bunda pasti datang kok sayang, wah undangan yang Aydin bikin sangat indah…” puji Naya tulus, terlihat di kartu undangan ada gambar seorang perempuan dan laki-laki mengandeng seorang anak diantara mereka.
“Makasih Bunda, ini Bunda ini Aydin dan ini Ayah…” kata Aydin sambil menunjuk gambar yang ada dikartu tersebut
“Wah ternyata Aydin sangat pandai menggambar ya. Oh ya pasti banyak teman-teman Aydin yang datang. Hmm,,, Bunda harus menyiapkan apa ya biar teman-teman Aydin makin suka dengan Aydin” ucap Naya kebingungan, dia ingin anak mochi semakin banyak memiliki teman yang bisa diajaknya bermain
“Hiks,,, hiks,,, Aydin,,, Aydin tidak ada teman untuk datang ke ulang tahun Aydin Bunda” kata anak mochi mulai sesegukan
“Hanya ada orang rumah Bunda,,, hiks,,,” jawab Aydin masih sesegukan
“Udah ya sayang jangan menangis lagi, nanti Bunda beri hadiah agar Aydin bisa merayakan ulang tahun dengan teman-teman yang hampir seumuran dengan Aydin. Apa Aydin mau ?” kata Naya
“Mau Bunda…” Jawab Aydin bersemangat
“Oke sayang, nanti setelah kita meryakan ulang tahun dirumah Aydin. Setelah itu nanti Bunda bawa Aydin menghampiri mereka…” jawab Naya senang karena Aydin nampak bersemangat
“Baik Bunda,,, terimakasih” ucap Aydin sambil memeluk Naya
“Iya sayang, sudah ya … Bunda sudah hampir terlambat untuk ke kampus jika ditahan Aydin terus,,, hehe…” Kata Naya
“Maaf Bunda…” Kata Aydin sambil melepaskan pelukannya
“Iya sayang, tidak papa. Aydin tidak salah kok” ucap Naya sambil bersiap untuk pamit
“Dadah anak mochi sayang ,,, Bunda pulang dulu ya, Assalamu’alaikum…” Sambung Naya setelah mencubit gemas pipi mochi Aydin
__ADS_1
“Wa’alaikumsalam Bunda, hati-hati dijalan ya…” kata Aydin sambil mengantar Naya sampai depan pintu
“Iya sayang…” ucap Naya mencium pipi mochi kemudian menghampiri beaty kesayangan
“Dadah sayang,,,” kata Naya saat dia hendak melajukan motornya
“Dadah Bunda…” jawab Aydin sambil melambaikan tangannya
Begitulah perpisahan alot nan penuh kasih sayang terulang kembali. Aydin benar-benar merasa enggan melepaskan Naya untuk pergi, Aydin selalu ingin Naya ada disisinya, Aydin sudah tidak sabar menanti saat dimana dirinya dan Naya akan menjadi Bunda dan anak yang sesungguhnya. Aydin selalu berdo’a kepada Tuhan semoga Bunda Naya akan selalu ada disisi Aydin dan menjadi Bunda Aydin sesungguhnya…
***
“Hoaaam,,, bisa-bisanya perempuan itu tidur nyenyak ditempat yang dingin seperti itu” gumam Derya yang masih ngantuk
“Hm, ternyata ini rencana Aydin. Tapi tidak mungkin anak kecil berusia 4 tahun itu bisa melakukannya sendiri” pikir Derya, memang anaknya itu pintar dan penuh dengan kejutan tapi untuk rencana sebesar ini tidak mungkin dilakukan sendiri bukan ?
“Aku curiga,,, dari ekspresi Anton tadi sepertinya perkiraanku benar. Pasti dia yang membantu Aydin” gumam Derya
“Hukuman apa ya yang cocok untuk Anton ? Apa ku pecat, tapi dia sudah cocok dengan kinerja ku. Kalau dipotong gajih, itu sudah biasa“ kata Derya sambil berpikir
“Haha,,, aku tau !!!” kata Derya sambil tertawa
“Hoaaam,,, sudahlah aku harus tidur setidaknya dua jam lagi untuk mengisi tenaga…” ucap Derya sambil memejamkan matanya. Pasalnya walaupun dia berusaha tidur dan menutup matanya tadi malam, tetap saja dia tidak terbiasa tidur nyenyak ditempat dingin yang ada makhluk kecoak manja seperti itu.
.
.
.
.
.
Kira² hukuman apa ya yang diterima Anton ?
Tunggu di episode berikutnya ya ~~~
See you 😉
__ADS_1
_Jangan lupa like 👍 komen 💬 dan juga vote 🎫...