I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Jadi ?


__ADS_3

“Ini enak yah, tidak acin” ucap Kivanc yang kini sudah duduk bersama Bunda dan Ayahnya


“lidah kalian sedang bermasalah ya ?” Tanya Derya tidak percaya


“Tidak, mas mau mencobanya lagi ?” Tanya Naya sambil menyodorkan sendok


“Amm,,, hm… kenapa rasanya beda sayang ?” Tanya Derya bingung


“Enakkan ? rasanya pas ?” Tanya Naya


“Sepertinya Naya lupa mengaduknya, hehe. padahalkan Naya selalu minta tambah garam jika pesan bubur didepan rumah sakit” ucap Naya yang beru teringat kebiasaanya


“Hm, pantas saja asin” ucap Derya memutar bola matanya


“Maaf sayang, hehehe… Yuk makan lagi, habis itu kita jenguk adik Adli” ucap Naya kembali mengingat keinginan anak itik


“Yeaaay, pelgi temu adik Li… uhuukk,,,uhuuk,,,” kivanc tersedak karena ayam goring masih ada dimulutnya


“Abang, hati-hati sayang” ucap Naya segera bergegas mengambilkan air minum


“Ayah sudah sering bilang bukan, jangan berbicara jika mulut penuh !” tegur Derya dengan tatapan tegas pada Kivanc


“Ciip Ayah, ciap, ciap…” ucap Kivanc sambil mengacungkan jempolnya


“Hm, ayo kita habiskan” ucap Derya kembali fokus pada nasi padang didepannya


Merekapun makan siang dengan hangat, beberapa candaan dan perilaku Kivanc membuat gelak tawa didalam ruangan terdengar.


“Eeghh…” Kivanc bersendawa karena telah menghabiskan setengah dari seluruh makanan sendirian


“Kenyang ?” Tanya Derya


“Hehe, maap Yah. Ipan tidak cengaja” ucap Kivanc segera menutup mulutnya


“Hm, ya kalian bersiaplah. Ayah akan membuang ini dulu” ucap Derya segera mengambil sampah makanan mereka dan membuangnya ketempat sampah


“Ipan cudah ciap !” ucap Kivanc sambil berdiri tegak dan tersenyum cerah


“Itu yang kau katakana siap ?” Tanya Derya mengangkat alisnya


“Hm, Ipan celalu ciap glak cepelti ini” ucap Kivanc masih dengan posisi siapnya


“Lalu apa yang ada diwajahmu itu ? apakah itu juga bagian dari siap” Tanya Derya menunjuk dengan dagunya


“Ada apa dengan wajah Ipan ? apakah hali ini Ipan lebih menggemaskan yah ?” Tanya Kivanc menepuk pipinya dengan kedua tangan


“Huumff,,,” Derya hanya menghembuskan nafas menahan emosinya


“Ipan cangat menggemaskan cepelti Gley !” ucap Naya mengambil tissue dan meminta Kivanc mendekat


“Benalkah ? Ipan jadi lindu dengan Gley…” ucap Kivanc sambil berjalan mendekat pada Bundanya


“Nanti kita menjenguk Gley ya dirumah nenek, sekarang kita bersihkan wajah Kivanc dulu lalu bersiap menemui Adik Adli” ucap Naya sambil membersihkan dengan lembut wajah Kivanc


“Hah ? kenapa wajah Ipan ada cokelatnya ? apa Ipan bica menghacilkan coklat Unda ?” Tanya Kivanc dengan polos karena melihat bekas tissue yang berwarna


“ini bukan cokelat sayang, ini bumbu ayam goring yang kamu makan tadi” ucap Naya dengan sabar


“Oooh, Ipan pikil Ipan bica menghasilkan cokelat unda. hehe…” ucap anak itik tertawa renya

__ADS_1


“Nah sekarang sudah benar-benar siap” ucap Naya sambil menatap lembut wajah anaknya


“Unda ayo kita pelgi” ucap Kivanc segera menarik Naya


“Tunggu sebentar ya sayang, Bunda harus pindah kekursi roda dulu” ucap Naya beralih menatap Derya yang sudah mengambilkan kursi roda


“Boy, kamu pegang kursinya. Ayah bantu Bunda naik kekursi dulu” ucap Derya yang sudah dekat dan membagi tugas pada anaknya


“Ciap, lakcanakan !” ucap Kivanc segera beralih kebelakang kursi roda yang menutupi seluruh tubunya


“Jika satu cebong ini penurut seperti ini setiap saat sepertinya kita bisa tambah satu cebong lagi sayang” gumam Derya sambil membantu Naya


“Mas, jahitannya masih belum kering loh” ucap Naya sambil mencubit pelan lengan Derya


“Maaf sayang” ucap Derya merasa bersalah, setiap kali dia teringat kembali cerita bagaimana proses melahirkan seorang wanita itu selalu saja berhasil membuatnya tidak tega


“Hehe, jika Allah mempercayakan kita untuk menambah momongan Naya tidak akan menolaknya kok mas, tapi jangan sekarang ya” ucap Naya dengan lembut


“Iya sayang, Mas mengerti kok” ucap Derya membalas dengan senyum hangat


“Yeey ! Ipan dolong ya” ucap Kivanc berusaha mendorong kursi rodanya


“Uuuh ! cenapa tidak gelak ?” Tanya Kivanc menoleh dari samping menanyakan pada Naya


“Karena rem rodanya belum dilepas boy. Nah sekarang sudah bisa” ucap Derya sambil mengankat tuas yang ad dikursi roda


“Eeuuuh,,, kenapa macil belat yah ?” Tanya Kivanc menatap Derya


“Karena Kivanc sendiri, coba mendorong berdua dengan Ayah pasti mudah” ucap Derya kemudian berdiri dibelakang Kivanc dan membantunya


“Waah, benal. Telnyata Ipan kuat” ucap Kivanc berjalan dengan santai sambil mendorong kursi roda


“Terimakasih sayang” ucap Naya tersenyum bahagia karena dua jagoannya sangat perhatian


“Ini itu harusnya menghadap sini sayang” ucap Sarah


“Ayang beb, kamukan tau kalau aku lebih biasa dikanan. pokoknya ini menghadap kanan” ucap Anton mempertahankan posisi kerah lehernya


“Mas jika didepan itu lebih baik, lebih enak dipandang” ucap Sarah kekeh


“Kenapa dengan mereka ?” Gumam Naya melihat keduanya sedang berdebat


“Biarkan saja sayang, itu masalah keluarga mereka. anggap saja ngengat penganggu yang ada ditaman” ucap Derya menutup mata Naya dengan satu tangannya


“Ayah kenapa tutup mata Unda ?” Tanya Kivanc memunculkan kepalanya disamping kursi roda


“Tidak ada, hanya ngengat dan mawar yang sedang beradu” ucap Derya terus berjalan


“Hah ? kenapa ada hewan dan tumbuhan didalam lumah cakit ?” Tanya Kivanc yang penasaran dengan seketika menghentikan langkah kakinya


“Em… kita jalan saja ya, nanti Ayah ceritakan” ucap Derya masih mencoba membujuk


“Kan dilumah cakit tidak boleh belmain dan membawa hewan yah. dicini itu tempat olang belobat” ucap Kivanc memberitahu Ayahnya


“Tidak ayang, pokoknya begini saja ya” kembali terdengar ucapan Anton yang terdengar memelas


“Hiks,,,hiks,,, Ayang jahat. kenapa sih Ayang selalu saja tidak mau mengikuti keinginan Sarah. Sarahkan ingin begitu” tersengar suara Sarah yang mulai lirih


“Mas, kenapa dengan Sarah ? kenapa menangis ?” Tanya Naya segera menurunkan tangan Derya

__ADS_1


“Tadi mereka baik-baik saja, kenapa tiba-tiba menangis ?” Tanya Derya bingung


“Mas, ayo hampiri” ucap Naya meminta


“Ah iya sayang, apa jangan-jangan Anton main tangan ? tapi itu tidak mungkin, mas tau betul bagaiaman Anton” ucap Derya tidak percaya dengan opininya sendiri


“Aunty Calah kenapa menangis ? aunty cudah becal loh tidak boleh menangis” ucap Kivanc yang menghampiri lebih dulu auntynya


“Kiv,,, Kivaanc,,, hiks,,hiks,,,” sarah malah menangis sambil memeluk bocah cilik itu


“Kenapa ini Ton ?” Tanya Naya yang sudah dekat dengan mereka


“Sarah ingin memutar kerah leher saya begini kanjeng ratu, sedangkan cara pakainya bukan begitu” ucap Anton mencontohkan dengan membalik sendiri kerah lehernya


“Hiks,, tuh kan kalau begitu lebih baik yang,, hiks,,hiks,,,” ucap Sarah terbata-bata


“Hanya perkara ini ?” Tanya Naya bingung


“Ya, anehkan kanjeng ratu ?” Tanya Anton pada Naya dan bosnya


“Adikku memang begini bukan ? kamu pasti tau sendiri bagaimana keinginan anehnya” ucap Naya


“Kadar anehnya lebih tinggi satu bulan terakhir ini. Tiba-tiba ingin menonton kartun anak katanya biar terbiasa saat menonton dengan anak kita nanti, lalu juga ingin makan pecel lele ketika tengah malam, itu tidak jarang terjadi kanjeng ratu” ucap Anton menjelaskan


“Mulai kapan Sarah seperti itu ?” tanya Naya


“Hampir satu minggu terakhir ini, dia seperti orang hamil yang banyak maunya” ucap Anton


“Kak, lihat ayang selalu bilang Sarah hamil. Sarahkan masih tidak berani jika dibelah perutnya seperti Kak Naya” ucap Sarah tidak terima dengan pendapat Anton


“Fitrahnya wanita pasti akan melahirkan dek. Itu adalah istimewa diri seorang wanita, jangan takut dan khawatir dengan keistimewaan itu karena sang maha pencipta sudah mengatur kadarnya dengan bijak” ucap Naya dengan lembut


“Hm, tapi Sarah masih belum siap kak” ucap Sarah


“Kita tidak tau kapan rezeki dan amanah itu datang bukan ? memangnya kapan adik terakhir kali kedatangan bulan ?” Tanya Naya


“Bulan perempuan kan ka ?” Tanya Sarah


“Ya, kapan dek ?” Tanya Naya mulai penasaran


“Hm… Sarah agak lupa sih” ucap Sarah sambil berpikir keras


“Sepertinya sudah lewat 3 minggu, kan kamu biasanya selalu mengunci pintu kamar dan membuat Mas tidur diluar ? bukankah bulan ini bantal guling mas belum bertambah lagi” Tanya Anton yang sadar akan kebiasaan itu


“Hm,,, 3 minggu ya…” gumam Naya sambil memperkirakan


“Ah iya benar, bantal Ayang belum bertambah satu bulan ini. hehehe,,, memangnya kenapa kak ?” Tanya Sarah masih belum menyadarinya


“Aihh,,, sudah jadi istri orang kenapa adikku masih sepolos ini sih” gumam Naya


“Jadi ?” Tanya Anton dan Sarah bersamaan, membuat semua orang yang ada disana menunggu apa yang akan diucapkan Naya


.


.


.


See you next episode ya 😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Akhirnya bisa upload kembali, setelah menjalani jadwal yang padat ini, thanks semuanya yg sdh setia menunggu IWB update. oh ya ada saran gak nih untuk gelar Adik Li ? 🤔


__ADS_2