I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 190


__ADS_3

"Masih ada satu bayi lagi, semuanya tetap siaga diposisi” ucap Sang dokter akan memulai mengeluarkan bayi yang kedua


“Dok, tekanan darah pasien menurun” ucap salah satu perawat


“Tambahkan suntikan, kita akan melakukannya secepat mungkin” ucap Sang dokter tetap tenang


Genggaman tangan Derya semakin erat mendengar hal tersebut, dirinya benar-benar berpasrah diri kepada yang Kuasa untuk keselamatan istri dan juga anaknya. Baru kali ini Derya berada dalam posisi yang begitu tertekan, tidak bisa melakukan apa-apa hanya do’a yang terus mengalir dari lubuk hatinya.


Beberapa menit berlalu, akhirnya seorang bayi perempuan dapat dikeluarkan dari perut Naya.


“Dok, bayi tidak lansung merespon dan menangis” ucap suster yang menggendong bayi tersebut


“Deeeg !” saat mendengar itu serasa dunia Derya menjadi runtuh


___


Dari luar ruangan tangisan anak kecil terdengar.


“Huwaaaaa,,, Bunda,,, hiksss,,, hiksss,,, Apa Bunda baik-baik saja ?” Tanya Aydin yang baru datang dan berada didepan ruangan


“Aydin ?” ucap mereka semua kaget


“Ibu, bagaimana dengan kakak ?” Tanya Sarah yang juga dijemput oleh Anton, disana juga ada Dinda yang terlihat khawatir


“Alhamdulillah, suara tangisan bayi pertama sudah terdengar tadi” ucap Nisa berusaha tersenyum


“Selamat ya sekarang cucu nini sudah jadi kakak” ucap Nisa menenagkan Aydin


“Tapi,,, hiks,, tapi adik Aydin ada dua nini, kenapa hanya satu ?” Tanya mulai menghentikan tangisnya


“Adik aydin yang satunya masih berusaha mencari jalan keluar sayang, Aydin do’ain Bundanya ya biar dilancarkan melahirkannya” ucap Alara juga ikut memeluk Aydin


“Hm… Apa Aydin boleh kedalam membantu adik mencari jalan keluar Grandma ?” Tanya Aydin sambil memiringkan kepalanya


“Oeeekk,,,oooeeeeek,,,” suara tangisan bayi kedua akhirnya terdengar sampai keluar, suara tangisan sangat nyaring sampai membuat Aydin kaget


“Alhamdulillahirabbil’alamin” ucap mereka bersyukur saat mendengar suara tangisan bayi kedua


“Hah, Nini adik bayi kenapa menangis ? apa ada orang jahat didalam sama grandma ?” Tanya Aydin pada keduanya


“Tidak sayang, adik bayi menangis ingin menyapa aydin. Katanya dia senang karena kakaknya ada disini” ucap Alara sambil mengusap kepala Aydin


“Jadi sekarang adik Aydin ada 2 kan Grandma ? nini ?” Tanya Aydin sambil menatap keduanya


“Iya sayang” jawab mereka sambil memeluk Aydin, semua orang yang menunggu juga menunjukkan wajah lega sekaligus bahagia karena kini dikeluarga mereka akan bertambah dua anggota baru.

__ADS_1


Didalam ruangan operasi Derya sangat lega, seperti ribuan ton batu kini langsung terhempas keluar angkasa saat mendengar suara tangisan bayi.


___


Beberapa saat sebelumnya…


“Dok, bayi tidak merespon dan menangis” ucap susuter yang menggendong bayi perempuan tersebut


“Lakukan tindakan !” perintah sang dokter yang tetap fokus untuk mengeluarkan plasenta dari perut Naya


Suster mengikuti perintah, dia menepuk pelan punggung sang bayi dan mengeluarkan cairan yang ada dihidung atau mulut sang bayi


“Pasien mengalami pendarahan kembali” ucap Sang dokter memberi tahu


“5 kantong darah sudah habis dok” jawab susuter yang mengurus tranfusi darah


“Cepat ambil cadangannya !” perintah Dokter Hadi sambil tetap fokus menutup sayatan dan menghentikan pendarahan


“Mas, anak kita ?” Tanya Naya lemah karena dia belum mendengar suara tangisan bayi


“Anak kita sudah lahir sayang, kamu tenang saja. Dokter akan memberikan penangan sebaik mungkin” ucap Derya menenagkan padahal hatinya sangat gundah


“Kenapa tidak menangis ?” Tanya Naya lagi dengan wajah yang semakin pucat karena kehabisan darah


“Sayang, semuanya baik-baik saja” ucap Derya yang selalu menggengam tangan Naya dan mengelus halus kepalanya


“Saa,,yaaang…” ucap Derya bergetar


“Dok, istri saya tidak sadarkan diri” ucap Derya memberi tahu dengan panic, dia benar-benar ingin protes dengan keadaan


Kenapa semuanya begini ? seakan-akan takdir mengolok-oloknya. Mengapa semua kesiagaanya selama ini solah sia-sia, kejadian buruk terus saja terjadi didepan matanya dan dia tidak bisa melakukan apa-apa, Derya benar-benar merasakan sangat lemah sebagai manusia saat ini.


“Oeeeek,,,oooeeek,,,” saat itu jua tangisan bayi masuk keindra pendengar Derya, menggetarkan hati dan menguatkan jiwa Derya untuk tidak larut dalam keterpurukan.


“Sayang,,,, hiksss,,, Sayang, anak kita sudah menangis. Kamu juga harus sadar untuk mendengar tangis keduanya” ucap Derya membisikkan ketelinga Naya


“Pendarahan pasien sudah terhenti, tranfusi darah juga sudah lancar, pasien hanya kelelahan sehingga tidak sadarkan diri. Kemungkinan sebentar lagi istri anda akan sadar Pak Derya, anda tenangkan diri dulu” ucap Dokter Hadi


Derya menarik nafas sesaat atas kabar baik yang didengarnya, Dia terus membisikkan kata-kata semangat kepada Naya…


“Sayang kedua kecebong Mas begitu ganteng dan cantik. Sangat rugi jika kamu tidak bangun dan melihat mereka, Ayo bangun sayang !” bisik Derya lagi


“Mas…” ucap Naya mulai sadar dari pingsannya


“Sayang, terimakasiiih… terimakasih…hiksss,,,hiiksss” Derya tak dapat lagi membendung tangis bahagianya, dia menghujani seluruh wajah Naya dengan ciuman

__ADS_1


“Anak kita sudah menangis. Mereka, hiiiks,,, mereka semua sehat sayang” ucap Derya menangis bahagia


“Alamdulillah, MasyaAllah tabarakallah, terimaksih ya Allah” batin Naya bersyukur atas pertolongan Allah


“Selamat Ibu Naya anda telah melahirkan sepasang bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, keadaan bayi sehat dan tidak ada kurang satupun” ucap Dokter Hadi sambil menyerahkan bayi laki-laki kepada Naya dan suster yang lainnya menyerahkan bayi perempuan kepada Naya dari sebelah kiri


“Silahkan bu Naya bisa langsung memberikan asi pada bayi” ucap suster yang akan mengurusi Naya untuk melakukan inisiasi menyusu dini


“Pak Derya selamat atas kelahiran putra dan putrinya, saya permisi” ucap Dokter Hadi permisi sambil menepuk pundak Derya


“Terimakasih dok, terimakasih banyak” ucap Derya tak lupa menyalami Dokter Hadi dengan tulus


“Iya Pak Derya, ini memang sudah tugas saya membantu pasien” ucap Dokter Hadi membalas salaman Derya


“Saya permisi. Satu jam lagi jika kondisi pasien semakin baik, pasien akan dipindahkan keruang inap” ucap Dokter Hadi memberitahu


“Baik dok, terimakasih” jawab Derya kemudian kembali menghampiri Naya


“Mas…” ucap Naya sambil tersenyum bahagia dengan dua bayi yang kini sudah berada diatas dadanya, mencari sumber asupan terbaik untuk mereka


“Sayang, terimakasih. Cup…” ucap Derya tulus dengan mencium kening Naya


“Hay baby K, Assalamu’alaikum…” bisik Derya kepada kedua bayinya kemudian mencium kepala mereka


“Waaah, kedua bayi sangat pandai sekali bu mencari sumber nutrisinya” ucap sang suster


“Hehehe, Iya sus. Mereka sangat banyak sekali meminum asupan pertama mereka” ucap Naya tersenyum geli karena pertama kali memberikan asi


“Syukurlah, ibu tidak mengalami kesulitan untuk mengekuarkan asi. Setelah ini mungkin Bapak bisa mengadzankan bayi dan ibu bisa istirahat sebentar sebelum dipindahkan keruang inap” ucap Sang dokter memberi tahu


“Apa boleh langsung dibesuk sus ?” Tanya Derya khawatir dengan Aydin, ibu mertua dan adik-adik Naya yang mendengar kabar Naya melahirkan. Dirinya belum sempat memberitahu mereka tadi


“Pasien bisa dibesuk ketika sudah berada dikamar inap Pak” ucap Suster


“Baiklah, kalau begitu nanti saya akan kabari keluarga” ucap Derya


“Mas, apa ibu belum tau jika Naya melahirkan ?” Tanya Naya


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan juga vote


Thanks all ❤️


__ADS_2