I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 118


__ADS_3

Setelah 12 jam penerbangan akhirnya Derya mendarat di Turki, dia segera menuju rumah sakit untuk menemui sang istri namun ketika dia sudah tiba disana tubuh sang sudah membeku tanpa nyawa.


“Kek, kenapa bisa begini ?” Tanya Derya pada sang kakeksaat bertemu didepan ruang bayi. Dirinya sudah menemui jenazah istrinya dan melihat anaknya yang premature


“Ya, dia kecelakaan bersama supirnya. Mungkin dia ingin kabur membawa uang kamu ! sudah kakek bilangkan, dia ini perempuan yang gila harta, buktinya dia ingin kabur bersama dengan uang kamu !” kata sang kakek acuh sambil memperhatikan cicitnya


“Kakek jangan menuduh istri Derya seperti itu. Derya tau bagaimana istri Derya, ini semua pasti rencana kakek yang ingin menjauhkan Naura dari saya. Pasti kakek dalang dari semua ini !” teriak Derya membenci kakeknya


“Heh kamu berani meneriaki kakek hanya karena wanita itu. Kamu keterlaluan Derya ! “ kata sang kakek yang mempunyai harga diri yang tinggi lalu pergi meninggalkan Derya


“Hiks,,,hikss, Naura…” tangis Derya


“Nak, Derya sayang,,, hiks.. bagaimana dengan Naura dan anak kamu ?” Tanya sang mami yang baru saja tiba dirumah sakit


“Mami, Naura mi,,,” kata Derya menangis dipelukan ibunya


“Maafkan kami sayang, kami terlambat datang kesini. Pih,,, cucu kita…” kata Mami Derya sambil menatap kedalam ruang bayi


Pemakamanpun dilakukan ke esokan harinya, sang kakek juga tidak berhadir di acara tersebut. Hanya mereka orang-orang terdekat Naura yang berhadir, dari pihak keluarga Derya sendiri hanya ada Mami dan Papinya yang ada.


Hari terus berlalu Derya dan Aydin terus berjuang untuk terlepas dari kekangan sang kakek yang terus mengatur Derya, bahkan beberapa hari kemudian mami dan papi Derya juga ikut meninggal karena kecelakaan mobil juga. Cobaan bertubi-tubi datang pada Derya.


“Derya lebih baik kamu menikah dengan wanita ini, lihat dia sederajat dengan kita dan juga dia adalah wanita yang baik. Kakek akan mengatur pertemuan kalian” ucap Sang kakek suatu hari sambil menunjukkan gambar seorang wanita. Namun Derya menolaknya dengan tegas.


“Derya kamu itu harus punya istri untuk menjaga Aydin, kamu itu harus tetap melanjutkan mengurus perusahaan !” kata sang kakek diwaktu lain. Derya terus menolak karena sang kakek sedikitpun tidak ada rasa belasungkawa atas kematian sang istri, malah kakek nya tersebut terus mengatur kencan dan mengatur jadwal rapat untuk Derya mengurus perusahaan


“Derya muak dengan Kakek. Derya akan pergi dari sini !” kata Derya suatu hari dan kemudian pergi ke indonesia


Sehingga mereka berakhir pindah di Indonesia saat ini,walau di bulan-bulan awal kakeknya masih menganggu kehidupan Derya dan mengancam Derya dengan berbagai hal seperti penculikan Aydin dan memanipulasi investor perusahaan Derya di perusahaan. Namun derya tetap bertahan, sampai Derya mendengar bahwa sang kakek menikah kembali dan semenjak itu kakeknya sudah tidak menggangu Derya lagi.


*Flashback off


“Begitu Bun, kakek sangat menentang saya dengan almarhum istri saya dulu” kata Derya


“Hm, saya rasa kakek anda memang sudah keterlaluan Mas. Tapi setiap orang pasti punya alasannya masing-masing untuk melakukan hal tersebut” ucap Naya mencoba positif

__ADS_1


“Ya, alasan untuk mengekang cucunya sendiri ! membuat cucunya berakhir menyedihkan dalam sangkar, mungkin itu yang kakek mau” kata Derya tersenyum sinis mengatakan hal tersebut


“Aku berharap semoga kita bisa bertahan Bun, melewati semua kekangan kakek jika kakek muali ikut campur kehidupanku lagi. Bunda jangan terpengaruh dengan hadirnya dia dalam kehidupan kita ya !” pinta Derya menatap Naya


“Iya Mas, Naya juga sudah yakin bahwa Mas dan Aydin adalah orang yang tepat menjadi bagian dari kehidupan berkeluarga Naya” ucap Naya membalas perkatan Derya


“Terimakasih Nay” ucap Derya tersenyum hangat


“Bunda Ayah…” kata Aydin menghampiri keduanya


“Sayang…” kata Naya menyambut Aydin dengan rentangan tangannya


“Ayah kenapa Bunda ?” Tanya Aydin yang sudah duduk dipangkuan Naya


“Ayah sedang sedih sayang. Ayah teringat sama Bunda kandung Aydin katanya…” kata Naya sambil mengambilkan camilan untuk Aydin


“Hm, Ayah jangan sedih. Nanti kalau sedih mukanya jadi jelek seperti ini” kata Aydin menunjukkan ekspresi jeleknya


“Hahaha, kenapa wajah Aydin jadi masam begitu sayang ?” kata Naya tidak dapat menahan tawanya saat mengintip ekspresi wajah Aydin


“Hehehe, Aydin hanya ingin menghibur Ayah yang sedih Bunda” ucap Aydin tersenyum sambil memakan camilan yang Naya berikan tadi


“Iya Aydin mau, mau pergi sama Bunda Naya boleh ? Aydin mau kenalkan Bunda Naya sama Bunda kandung Aydin” ucap Aydin menatap Derya


“Yes my boys, sangat boleh” kata Derya sambil mengusap lembut kepala Aydin


“Terimakasih Ayah” kata Aydin tersenyum menggemaskan


Naya dan Derya saling menatap dan tersenyum penuh arti, keduanya bahagia melalui semua moment ini bersama. Malam ini lagi-lagi Aydin tidak ingin pulang dan ingin tidur bersama Bundanya. Deryapun mengalah dan terpaksa pulang untuk mengambilkan perelengkapan Aydin untuk sekolah dan lainnya.


“Huuuuh, kenapa anakku lengket sekali dengan calon istriku sih !” gumam Derya dalam mobilnya


“Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera membuat lem lengket mereka terlepas. Bagaimana nantinya ketika kami sudah menikah apa Aydin akan tidur bersama kami, bagaimana aku bisa bermanja dengan Naya !” gumam Derya yang pikirannya sudah mengkhayal kemasa depan


“Tidak, itu tidak boleh terjadi ! Anton aku harap kamu segera berhasil melaksanakn tugas kamu yang ini sebelum hari pernikahan tiba nanti” kata Derya sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Anton

__ADS_1


“Tuut,,,tuuut,,, tekan 5 untuk berlangganan RBT ini…” suara operator yang sedang mempromosikan sebuah lagu


“Halo baginda raja, Assalamu’alaikum. Ada ape niiih ? “ jawab Anton


“Itu mbak operator kenapa ada di nada hubung kamu Ton ?” Tanya Derya yang sedikit kaget dengan suara mbak operator tadi karena baru kali ini dirinya mendengarkannya


“Hehehe, itu gara-gara si Sarah bos, masa ada RBT gitu pas aku nelphone dia eeeh gak sengaja kepencet bos, ternyata pas di aku juga begitu ya ternyata” ucap Anton bercerita


“Sudahlah, jika bisa hilangkan itu ! sangat menganggu !” kata Derya tidak suka


“Siap baginda raja…” kata Anton dengan nada malas


“Apa rencana kamu ?” Tanya Derya langsung pada intinya


“Renca apa nih bos ?” Tanya Anton bingung


“Aydin yang selalu lengket sama calon istri ku” ucap Derya


“Cieee si bos. Calon istri nih ya sekarang manggilnya, dulu nyebut nama aja alergi. Ya wajarlah bos Aydin lengket sama Naya kan Naya Bundanya Aydin” kata Anton


“Ya setidaknya jangan terlalu lengket sampai gak mau pisah ranjang gitu Ton. Bagaimana nasib ku nanti kalau Naya dikuasi Aydin” kata Derya sambil memarkirkan mobilnya di halaman rumah


“Bos tenang saja, Anton yang penuh ide cemerlang ini sudah memiliki cara agar lem sedikit melonggar” ucap Anton penuh percaya diri


“Hm, kalau begitu jika urusan di perusahan sudah selesai kamu datang ke sini dan antarkan pakaian Aydin” ucap Derya memerintah dengan gaya bos nya


“Eeeh, beneran gak mau pisah ranjang ya bos si Aydin. Wah ini mah benar-benar menguasai Naya namanya. Bakalan sulit nih bos, apalagi kalau pitinya kurang bisa gak jalan ini rencana” ucap Anton memanasi Derya agar uang yang didapatnya bertambah


“Ya. Asalkan berhasil akan ada bonus nanti” ucap Derya tidak mempermasalahkan memberikan tunjangan bonus untuk asisten serbagunanya itu


“Ashiyaaaap, asisten ganteng ini segera meluncur !!!” ucap Anton kemudian telephone dimatikan oleh Derya, mana berani Anton mematikan telephone lebih dulu, hehehe…


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2