I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 130


__ADS_3

...WARNING !...


...EPISODE INI MENGANDUNG KEMESRAAN SUAMI ISTRI, BAGI YANG BELUM MENIKAH DIHARAP JANGAN BAPER 😁😁😁...


“Kalau begitu ayo kita lanjutkan apa yang seharusnya kita lakukan sayang” kata Derya tersenyum penuh kemenangan


“Maksudnya mas ?” Tanya Naya bingung melanjutkan apa yang dimaksud Derya


“Mas mau meminta hak mas…” bisik Derya ditelinga Naya. Kemudian dengan lembut Derya melepaskan jilbab Naya. Naya hanya terdiam, karena suaminya memang dari tadi sudah ingin melihat rambutnya.


“MasyaAllah, sungguh indah sekali rambut istri Mas” gumam Derya saat melihat rambut Naya dengan jelas


“Sayang, kalau hanya kita berdua saja mas ingin kamu seperti ini ya ! ” kata Derya sambil menatap sang istri yang menunduk malu


“Lihat mata mas sayang” kata Derya ingin tatapan mata mereka saling bertemu


“Sayang, kamu itu istri mas. Apa yang kita lakukan saat ini adalah ladang pahala bagi kita, jadi jangan malu” ucap Derya meyakinkan Naya


Nayapun memberanikan diri untuk menatap mata sang suami, dirinya langsung terpikat dengan pahatan Sang Khalik yang begitu sempurna di wajah suaminya. Hingga tanpa sadar wajah Derya semakin mendekat ke Naya dan berakhir dengan sebuah ciuman di kening Naya…


“Apa kamu siap sayang ?” bisik Derya setelah mencium kening Naya


“Mas, ayo kita ambil wudhu dulu. Dari yang Naya baca sebaiknya kita shalat dulu untuk meminta kepada Allah agar apa yang kita lakukan kali ini diberkahi Allah dan menghasilkan anak yang sholeh dan shalehah” ucap Naya lembut


“Sesuai kata istri mas. Ayo” kata Derya berdiri dan mengulurkan tangannya untuk digandeng


“Mas ini hanya kekamar mandi loh ?” kata Naya bingung


“Hm, biar romantis sayang” kata Derya sedikit cemberut karena Naya tidak menggapai tangannya


“Baiklah” kata Naya mengalah dan menggandeng tangan Derya.


Hanya dengan hal kecil seperti ini saya, Naya sudah bisa melihat senyum terukir diwajah suaminya malam ini.


Derya menjadi sosok yang berubah saat mereka hanya berdua, tidak ada aura dingin yang keluar dari dirinya, tidak ada perintah yang terucap seperti bisanya semua itu tergantikan dengan sikap baru yang mmebuat Naya merasa nyaman, hanya ada Derya yang lembut dan penuh kasih sayang serta manja. Setelah berwudhu dan berdo’a, merekapun kembali ke tempat tidur.

__ADS_1


“Sayang, kamu ingin kita memiliki anak berapa ?” Tanya Derya yang mulai memeluk Naya untuk membuat keduanya nyaman


“Hm… Kalau Naya sedikasihnya sama Allah saja mas” jawab Naya yang kini sudah menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami, karena dorongan dari tangan Derya sehingga membuatnya berada pada keadaan yang seperti ini


“Bagaimana kalau sebelas anak. Jadi kita akan buat sepuluh anak lagi” kata Derya mengusap lembut pucuk kepala Naya


“Itu terlalu banyak mas” kata Naya cemberut sambil menatap Derya


“Hm, baiklah kalau begitu bagaimana dengan 5 saja ?” ucap Derya lagi


“Baiklah, Naya setuju dengan itu” kata Naya


“Terimakasih sayang, terimakasih karena sudah hadir dalam kehidupan mas. Memberi warna dikehidupan kelabu mas” ucap Derya dengan tulus


“Naya juga berterimakasih dengan kehadiran mas karena Mas dan Aydin hadir dalam hidup Naya lalu memperbaiki kekacauan didalamnya” kata Naya menatap Derya dengan tatapan tulus


“Mas mencintaimu Nayyara Salma” bisik Derya di telinga Naya


“Naya juga mencintai mas” ucap Naya sambil memejamkan matanya, menerima semua perlakuan Derya dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri


Apa yang mereka lakukan sepenuhnya adalah ibadah, karena kedua insan sudah terikat dengan janji pernikahan yang suci, berjanji untuk setia sehidup semati membangun keluarga yang bahagia, menurunkan pewaris untuk keberlangsungan kehidupan di dunia, dan mendidik mereka agar menjadi individu yang berguna.


Naya dengan sedikit kesulitan memulai paginya dengan membersihkan diri lalu shalat dan mengaji. Derya juga membantu Naya, walau Naya ingin menolak karena sedikit kesal ini semua akibat perbuatan Derya yang berlebihan namun apalah daya dirinya memang harus dibantu karena kesulitan melakukan semuanya sendiri.


“Maafkan mas sayang” kata Derya memeluk Naya sehabis mereka shalat subuh berjamaah


“Iya mas, tidak apa-apa ini memang kewajiban Naya” ucap Naya tersenyum lembut, setelah menenangkan diri dan berserah diri kepada Allah dalam shalatnya Naya kembali meluruskan niatnya dan pemikirannya bahwa ini adalah ibadah


“Terimakasih sayang” kata Derya mengecup mesra kening istrinya


“Apa kamu sekarang mau mengaji ? biar mas ambilkan Al-Qur’annya ya” kata Derya langsung bergegas mengambilkan Al-Qur’an


“Ini sayang” ucap Derya dengan lembut


“Terimakasih mas” sahut Naya sambil mengambil Al-Qur’an yang dibawakan Derya

__ADS_1


“Apa mas mau mengaji bersama dengan Naya ?” Tanya Naya


“Hm,,, mas tidak terlalu pandai mengaji” kata Derya sedikit malu


“Tidak apa mas, ayo kita belajar dan mengaji bersama” ajak Naya yang masih duduk disajadahya


“Baiklah sayang” kata Derya duduk disamping Naya


Ini adalah pagi pertama mereka sebagai suami istri. Naya ingin keluarga kecil mereka dekat dengan Allah, bahagia didunia dan akhirat. Setelah mengaji Derya kembali membantu Naya untuk berjalan ke tempat tidur…


“Sayang, kamu tidurlah” kata Derya sambil merapikan selimut untuk Naya


“Hm, tapi ini masih pagi mas. Naya harus menyiapkan sarapan untuk Aydin” kata Naya merasa tidak enak jika dirinya tidur kembali.


“Tidurlah. Mas tau kamu lelah dan mas juga ingin tidur bersama kamu. Jika kamu tidak tidur setidaknya temani mas tidur sayang…” rengek Derya yang sudah merebahkan diri disamping Naya dan memeluknya


“Em, Mas kok manja begini sih ?” Tanya Naya akhirnya setelah semalaman menahan pertanyaan tersebut


“Karena kamu adalah orang yang harus tau semua tentang diri mas, baik itu kekurangan dan kelebihan mas. Ini adalah salah satu kekurangan mas sayang” kata Derya masih memeluk erat


“Pada dasarnya mas itu memang suka manja dengan orang yang tepat dan orang itu adalah kamu…” kata Derya sambil mendusel di leher Naya


“Mas, geli ih…” ucap Naya karena tidak terbiasa dengan perilaku Derya yang seperti ini


“Ini wangi sayang, Mas mau tidur ya…” kata Derya masih dengan posisi yang sama


5 menit berlalu dan kemudian nafas teratur mulai terdengar ditelinga Naya menandakan bahwa yang memeluknya kini sudah tertidur


“Hm,,, sekarang baru jam setengah tujuh… sepertinya tidak apa jika aku juga tidur sebentar” gumam Naya setelah melirik kearah jam yang ada di kamar


Akhirnya keduanya pun tertidur dipagi hari pertama mereka, kedua insan yang saling mencintai dan mengasihi, saling melengkapi dan mendukung satu sama lain, sungguh nuansa sebuah rumah tangga yang menjadi impian setiap orang. Dengan saling memeluk, meyalurkan rasa sayang masing-masing keduanya tertidur dengan lelap.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2