
...WARNING !...
...EPISODE INI MENGANDUNG KEMESRAAN SUAMI ISTRI, BAGI YANG BELUM MENIKAH DIHARAP JANGAN BAPER đđđ...
âKalau begitu ayo kita lanjutkan apa yang seharusnya kita lakukan sayangâ kata Derya tersenyum penuh kemenangan
âMaksudnya mas ?â Tanya Naya bingung melanjutkan apa yang dimaksud Derya
âMas mau meminta hak masâŚâ bisik Derya ditelinga Naya. Kemudian dengan lembut Derya melepaskan jilbab Naya. Naya hanya terdiam, karena suaminya memang dari tadi sudah ingin melihat rambutnya.
âMasyaAllah, sungguh indah sekali rambut istri Masâ gumam Derya saat melihat rambut Naya dengan jelas
âSayang, kalau hanya kita berdua saja mas ingin kamu seperti ini ya ! â kata Derya sambil menatap sang istri yang menunduk malu
âLihat mata mas sayangâ kata Derya ingin tatapan mata mereka saling bertemu
âSayang, kamu itu istri mas. Apa yang kita lakukan saat ini adalah ladang pahala bagi kita, jadi jangan maluâ ucap Derya meyakinkan Naya
Nayapun memberanikan diri untuk menatap mata sang suami, dirinya langsung terpikat dengan pahatan Sang Khalik yang begitu sempurna di wajah suaminya. Hingga tanpa sadar wajah Derya semakin mendekat ke Naya dan berakhir dengan sebuah ciuman di kening NayaâŚ
âApa kamu siap sayang ?â bisik Derya setelah mencium kening Naya
âMas, ayo kita ambil wudhu dulu. Dari yang Naya baca sebaiknya kita shalat dulu untuk meminta kepada Allah agar apa yang kita lakukan kali ini diberkahi Allah dan menghasilkan anak yang sholeh dan shalehahâ ucap Naya lembut
âSesuai kata istri mas. Ayoâ kata Derya berdiri dan mengulurkan tangannya untuk digandeng
âMas ini hanya kekamar mandi loh ?â kata Naya bingung
âHm, biar romantis sayangâ kata Derya sedikit cemberut karena Naya tidak menggapai tangannya
âBaiklahâ kata Naya mengalah dan menggandeng tangan Derya.
Hanya dengan hal kecil seperti ini saya, Naya sudah bisa melihat senyum terukir diwajah suaminya malam ini.
Derya menjadi sosok yang berubah saat mereka hanya berdua, tidak ada aura dingin yang keluar dari dirinya, tidak ada perintah yang terucap seperti bisanya semua itu tergantikan dengan sikap baru yang mmebuat Naya merasa nyaman, hanya ada Derya yang lembut dan penuh kasih sayang serta manja. Setelah berwudhu dan berdoâa, merekapun kembali ke tempat tidur.
__ADS_1
âSayang, kamu ingin kita memiliki anak berapa ?â Tanya Derya yang mulai memeluk Naya untuk membuat keduanya nyaman
âHm⌠Kalau Naya sedikasihnya sama Allah saja masâ jawab Naya yang kini sudah menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami, karena dorongan dari tangan Derya sehingga membuatnya berada pada keadaan yang seperti ini
âBagaimana kalau sebelas anak. Jadi kita akan buat sepuluh anak lagiâ kata Derya mengusap lembut pucuk kepala Naya
âItu terlalu banyak masâ kata Naya cemberut sambil menatap Derya
âHm, baiklah kalau begitu bagaimana dengan 5 saja ?â ucap Derya lagi
âBaiklah, Naya setuju dengan ituâ kata Naya
âTerimakasih sayang, terimakasih karena sudah hadir dalam kehidupan mas. Memberi warna dikehidupan kelabu masâ ucap Derya dengan tulus
âNaya juga berterimakasih dengan kehadiran mas karena Mas dan Aydin hadir dalam hidup Naya lalu memperbaiki kekacauan didalamnyaâ kata Naya menatap Derya dengan tatapan tulus
âMas mencintaimu Nayyara Salmaâ bisik Derya di telinga Naya
âNaya juga mencintai masâ ucap Naya sambil memejamkan matanya, menerima semua perlakuan Derya dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri
Apa yang mereka lakukan sepenuhnya adalah ibadah, karena kedua insan sudah terikat dengan janji pernikahan yang suci, berjanji untuk setia sehidup semati membangun keluarga yang bahagia, menurunkan pewaris untuk keberlangsungan kehidupan di dunia, dan mendidik mereka agar menjadi individu yang berguna.
Naya dengan sedikit kesulitan memulai paginya dengan membersihkan diri lalu shalat dan mengaji. Derya juga membantu Naya, walau Naya ingin menolak karena sedikit kesal ini semua akibat perbuatan Derya yang berlebihan namun apalah daya dirinya memang harus dibantu karena kesulitan melakukan semuanya sendiri.
âMaafkan mas sayangâ kata Derya memeluk Naya sehabis mereka shalat subuh berjamaah
âIya mas, tidak apa-apa ini memang kewajiban Nayaâ ucap Naya tersenyum lembut, setelah menenangkan diri dan berserah diri kepada Allah dalam shalatnya Naya kembali meluruskan niatnya dan pemikirannya bahwa ini adalah ibadah
âTerimakasih sayangâ kata Derya mengecup mesra kening istrinya
âApa kamu sekarang mau mengaji ? biar mas ambilkan Al-Qurâannya yaâ kata Derya langsung bergegas mengambilkan Al-Qurâan
âIni sayangâ ucap Derya dengan lembut
âTerimakasih masâ sahut Naya sambil mengambil Al-Qurâan yang dibawakan Derya
__ADS_1
âApa mas mau mengaji bersama dengan Naya ?â Tanya Naya
âHm,,, mas tidak terlalu pandai mengajiâ kata Derya sedikit malu
âTidak apa mas, ayo kita belajar dan mengaji bersamaâ ajak Naya yang masih duduk disajadahya
âBaiklah sayangâ kata Derya duduk disamping Naya
Ini adalah pagi pertama mereka sebagai suami istri. Naya ingin keluarga kecil mereka dekat dengan Allah, bahagia didunia dan akhirat. Setelah mengaji Derya kembali membantu Naya untuk berjalan ke tempat tidurâŚ
âSayang, kamu tidurlahâ kata Derya sambil merapikan selimut untuk Naya
âHm, tapi ini masih pagi mas. Naya harus menyiapkan sarapan untuk Aydinâ kata Naya merasa tidak enak jika dirinya tidur kembali.
âTidurlah. Mas tau kamu lelah dan mas juga ingin tidur bersama kamu. Jika kamu tidak tidur setidaknya temani mas tidur sayangâŚâ rengek Derya yang sudah merebahkan diri disamping Naya dan memeluknya
âEm, Mas kok manja begini sih ?â Tanya Naya akhirnya setelah semalaman menahan pertanyaan tersebut
âKarena kamu adalah orang yang harus tau semua tentang diri mas, baik itu kekurangan dan kelebihan mas. Ini adalah salah satu kekurangan mas sayangâ kata Derya masih memeluk erat
âPada dasarnya mas itu memang suka manja dengan orang yang tepat dan orang itu adalah kamuâŚâ kata Derya sambil mendusel di leher Naya
âMas, geli ihâŚâ ucap Naya karena tidak terbiasa dengan perilaku Derya yang seperti ini
âIni wangi sayang, Mas mau tidur yaâŚâ kata Derya masih dengan posisi yang sama
5 menit berlalu dan kemudian nafas teratur mulai terdengar ditelinga Naya menandakan bahwa yang memeluknya kini sudah tertidur
âHm,,, sekarang baru jam setengah tujuh⌠sepertinya tidak apa jika aku juga tidur sebentarâ gumam Naya setelah melirik kearah jam yang ada di kamar
Akhirnya keduanya pun tertidur dipagi hari pertama mereka, kedua insan yang saling mencintai dan mengasihi, saling melengkapi dan mendukung satu sama lain, sungguh nuansa sebuah rumah tangga yang menjadi impian setiap orang. Dengan saling memeluk, meyalurkan rasa sayang masing-masing keduanya tertidur dengan lelap.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode ya đ~~~