I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 101


__ADS_3

Mobil merekapun sampai di titik kumpul, Naya dengan tergesa-gesa turun dari mobil karena merasa canggung dengan situasi dimobil. Deryapun juga turun setelah melepas sabuk pengaman dengan santai…


“Baiklah semuanya, kumpul kesini !” panggil Derya dengan suara nyaring


Mereka semua pun mendekat kearah Derya dan mengambil tempat masing-masing agar bisa mendengar arahan Derya dengan baik.


“Selamat pagi Pak ” sapa Ajeng dengan centil berdiri disamping Derya, namun Derya hanya mengabaikannya


“Kita akan naik mini bus untuk perjalan menuju kaki gunung, letakkan kebagasi masing-masing tas kalian dan perhatikan barang jangan sampai ada yang tertinggal ! ketika sudah sampai disana periksa kembali anggota rombongan, Naya itu tugas kamu sebagai ketua untuk memastikan semua anggota lengkat !” ucap Derya dengan penuh khasrisma pemimpin


“Baik Bos…” sahut Naya


“Ya, karena minibus tidak muat untuk menampung kalian semua 10 orang, maka 3 orang akan bergabung dengan mobil saya ! ada yang mau mengajukan diri ?” Tanya Derya


“Saya Pak…” kata Ajeng langsung mengangkat tangan


“Selain Ajeng ?” Tanya Derya yang sebenarnya tidak mengharapkan perempuan ulat bulu ini satu mobil dengan dirinya


Mereka semua hanya diam, tidak ada yang berminat selain Ajeng. Kalau dipiki-pikir pastinya lebih seru bersama teman-teman bukan ? Nayapun juga tidak mengangkat tangan karena merasa canggung jika berada didekat Naya, dia benar-benar kaget dengan ungkapan snag bos sebelum berangkat tadi.


“Naya kamu ikut saya, ada yang harus saya bicarakan dengan kamu sebagai ketua rombongan” kata Derya modus memaksa Naya untuk tetap satu mobil dengan dirinya


“Baik bos” jawab Naya pasrah, toh jika menolak tidak akan bisa.


“Satu orang lagi ? siapa yang bersedia ?” Tanya Derya sambil menatap mereka yang mengelilinginya


“Saya Pak” ucap Aldo salah satu teman yang dekat dengan Naya


“Hm, ayo berangkat ! pindahkan barang-barang kalian kebagasi” ucap Derya yang kurang menyukai jika Aldo ikut mobilnya


Semua orangpun bergegas memuat barang, Naya yang kebetulan atau memang rencana Derya masih berada dimobil yang sama membuat tas Naya tidak perlu dialihkan kemana-mana. Naya menjadi sedikit senggang dan itu dia manfaatkan untuk menyapa teman-teman yang lain dan juga terkadang membantu mereka memuat barang. Naya memang terkenal humble dan ceria di kelasnya, itulah kenapa semua orang suka dengan Naya.


Setelah itu semua barang dipastikan beres dimuat ke bagasi mini bus untuk 7 orang, Nayapun bergegas mendekati mobil Derya untuk memulai perjalanan mereka menuju puncak gunung kali ini. Derya dengan siaga sudah duduk dikursi kemudi, ada Ajeng disamping Derya yang duduk dikursi depan Nayapun membuka pintu belakang dan ingin duduk disana.

__ADS_1


“Kenapa dibelakang ? duduk disamping saya ada yang harus saya bicarakan “ kata Derya saat melihat Naya membuka pintu belakang


“Tapi, itu sudah ada Ajeng bos” kata Naya menunjuk Ajeng dengan dagunya


“Kamu, keluar.” Kata Derya mengusir Ajeng


“Tapi saya lebih dulu duduk disini pak” kata Ajeng tidak terima


“Saya ada urusan dengan Naya, akan lebih mudah jika dia yang duduk disamping saya “ kata Derya


“Hm, baiklah.” Kata Ajeng kesal kemudian dia keluar dan duduk dikursi belakang bersama Aldo


“Oke, karena sudah semua. Kita berangkat ! Aldo, nanti kita gentian menyertirnya” kata Derya


“Siap, baik Pak” jawab Aldo


“Nay, nih bantal leher. Aku tau kamu pasti bakalan langsung ngorok kalau perjalanan panjang begini” kata Aldo menyerahkan bantal leher miliknya


“Ambil saya, kamu lebih ngorok daripada aku kalau tidur, hahaha…” kata Aldo sambil tertawa


“Hehe, masih ingat aja kamu Do” ucap Naya yang mengingat kejadian masa lalu


Kala itu saat semester awal mereka juga pernah melakukan pemotretan digunung yang juga jauh untuk dijangkau, Aldo yang kebetulan duduk disebrang samping tempat duduk Naya di bus menjadi penolongnya karena dirinya hampir saja terjatuh kelantai bus karena tidak ada senderan disaat tidur.


“Hahaha, ya jelas ingat lah aku Nay. Itu ciuman pertama yang aku lakukan kelantai bus gara-gara nahan berat badan kamu yang berat itu. Niatnya sih mau nahan pakai punggung lah ini malah tengkurap karena keberatan, alhasil ciuman terjadi. Sampai jontor bibir aku Nay” Cerita Aldo yang juga mengingat kejadian tersebut


“Hahaha, sorry sorry. Sejak setelah itu aku langsung mulai diet Do! hahaha “ kata Naya yang menganggap moment tersebut sangat lucu namun berbeda dengan orang yang sedang menyetir mobil, sangat nampak asap-asap putih memancar dari kepala.


“Ck, ini nih alasan kenapa harus dijaga in. belum apa-apa sudah ada yang sok nyaman sama Naya” batin Derya yang kesal


“Ingat saja kamu anak muda. Berani menggoda Nayaku, kamu tanggung akibatnya !” ancam Derya dalam hatinya sambil menatap tajam Aldo dari pantulan kaca spion depan


“Kiiittt…” Derya menghentikan mobil dengan tiba-tiba

__ADS_1


“Astagfirullah, kenapa bos ?” Tanya Naya kaget


“Saya agak ngantuk, Aldo kamu ganti saya menyetir dan Naya pindah kebelakang. Sebelum saya dan kamu ketiduran, kita harus menyelesaikan pembicaraan” atur Derya pada semuanya


Mereka semuapun bergegas keluar dari mobil untuk mengatur posisi baru. Aldo tanpa mengeluh menerima perintah Derya, namun Ajeng seperti biasa selalu protes untuk berusaha bisa duduk disamping Derya tapi hal itu tidak pernah terkabul walau hanya sebentar.


Pembicaraan Naya dan Derya mengenai kegiatan kali ini berlangsung 30 menit sampai hening tercipta karena Naya benar-benar tertidur setelah itu, padahal sebenarnya masih ada yang dibahas untuk kegiatan ini namun Derya tetap membiarkan Naya tidur karena tidak tega membangunkannya dan itu lebih baik daripada terus mengoceh untuk menyahuti candaan laki-laki si Aldo itu, pikir Derya.


“Tuhan, ijinkan aku untuk segera memilikinya dan bahagia bersama keluarga kecil kami nanti” do’a Derya sambil menatap lembut kearah Naya yang sedang tidur


“Tambah manis jika diam tertidur seperti ini” ban Derya menatap Naya, tanpa sadar lengkungan diwajahnya terukir


“Bapak tidak tidur ? jika mengantuk tidurlah Pak” kata Aldo yang tanpa sengaja melihat senyuman derya dipantulan spion depan


“Iya Pak, kalau mengantuk tidurlah nanti saya bangunkan jika kita hamper sampai” kata Ajeng masih berusaha mencari perhatian Derya


“Ya” sahut Derya dingin, kemudian dirinya menyenderkan kepalanya ke kursi dan berusaha merelexkan diri agar bisa berpikir menyusun strategi agar hati Naya tidak pergi ke laki-laki lain.


“Hm, aku harus memperjelas semuanya” batin Derya penuh dengan keyakinan


Lambat laun mata Deryapun juga terasa berat, pikirannya dipenuhi dengan berbagai strategi untuk membuat perasaanya jelas, berbagai cara agar hubungannya bertepuk dua tangan dengan Naya. Deryapun tertidur dengan kepala condong kearah Naya, seakan-akan ada medan magnet yang menariknya.


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


__ADS_2