I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 161


__ADS_3

“Iya kanjeng ratu, target sudah dalam kepungan saat ini” lapor Anton melalui video call dengan Naya


“Mana tunjukkan keadaan mereka Ton, bukan wajah kamu !” ucap Naya yang penasaran dengan kondisi suaminya


“Eh, maaf kanjeng ratu. Hehehe, dipikir tadi sudah pakai kamera belakang” ucap Anton langsung memencet tombol memutar kamera


“Mana suami ku Ton ?” Tanya Naya kebingungan


“Itu Nay, yang duduk ditengah-tengah mereka. Sepertinya suami kamu sedang berpikir itu tandanya ceramah mamah dedeh sedang merasuki pikirannya” ucap Anton


“Hm, semoga saja…” ucap Naya sambil memperhatikan suaminya


Beberapa menit berlalu…


“Aduh,,,aduhh, apa nih !!!” gumam Anton kesakitan


“Syuutt, jangan berisik Ton nanti ketahuan” ucap Naya


“Addduuuh,,, semut kurang ajar ! berani-beraninya mengigit tubuh berhargaku… sakit woy !” teriak Anton langsung keluar dari tempat persembunyian


“Ck, Anton…” ucap Naya sambil menggelengkan kepalanya


“Siapa ?” ucap Derya dan kemudian kepala bu-ibu geng pun ikut menoleh kearah sumber suara


“Aduh,,,aduh,, pergi sana ! Syuhh,,,syuuuh…” ucap Anton masih fokus menyingkarkan semut yang ada dibadannya


“Berondong jagung …” gumam bu ibu


“Anton ?” ucap Derya bingung


“Eh,, hehehe… Hai jeng, hay bos” sapa Anton sambil merasa kikuk karena ketahuan


“Ngapain kamu disitu ?” Tanya Derya


“Oh,,, ini,,, ini bos,,, saya lagi nyari koin buat bayar kang parkir” ucap Anton sambil berpura-pura mencari sesuatu ditanah


Krik,,,krik,,,


Mereka yang mendengarnya menjadi bingung, mana ada kang parkir dibayar pakai koin sekarang pikir mereka tidak percaya.


“Ingat ya Derya, kalau mau istri kamu kembali seperti semula. Beri dia perhatian dan jangan gengsian untuk meminta maaf, walau maaf itu tidak akan membuat yang sudah terjadi sirna begitu saja, namun maaf itu adalah kata ajaib yang bisa merubah perasaan seseorang” ceramah Jeng Ayu


“Iya, walau maaf hanya sebuah kata tapi dia punya sejuta makna, bisa medekatkan yang jauh, bisa mewarnai yang kelabu, bisa melengketkan yang renggang” lanjut Jeng Nia


“Iya bu, saya rasa saya sudah mengerti” ucap Derya


“Hm, Syukurlah jika kamu sadar ! jika nanti kami buka majelis ceramah kamu harus datang dan mempromosikannya. Ingat itu ! ini tidak gratis ya !” ucap Jeng Lidya


“Hm” respon Derya dengan wajah dingin


“Widiiih, gini nih aura-aura si bos besar dulu waktu pertama bertemu” ucap Jeng Putri


“Udah yuk, kayaknya lebih seru kalau kita nongki sama berondong jagung itu” ucap Jeng Lidya sambil menunjuk Anton dengan dagunya


“Eh, kok saya ?” ucap Anton ingin kabur


“Eits mau kemana ?” ucap jeng Putri yang sudah berhasil memegang kerah baju Anton

__ADS_1


“Hehe…” ucap Anton tertawa pasrah


“Saya akan pulang, kamu ganti saya menjaga Aydin” ucap Derya mendekati Anton


“Bos, janganlah… please jangan tinggalin saya sendiri” ucap Anton


“Pleaseee, bos !!! saya mohon jangan tinggalkan saya dikandang singa betina ini” ekspresi Anton memohon


“Mana kunci mobil” ucap Derya smabil menengadahkan tangannya


“Gak ada bos, ilang” ucap Anton mengada-ngada


“Ini apa ?” Tanya Jeng Ayu sambil mengambil kunci yang gantungannya keluar dari saku celana Anton


“Bukan, itu bukan kunci rumah hamster saya bos” ucap Anton panik


“Jaga Aydin dengan benar !”ucap Derya sembari mengambil kunci ditangan Jeng Ayu


Deryapun pergi dan meninggalkan Anton bersama Jeng-jengan itu…


“Hm,,, aku tau aku salah. Tapi aku tidak pandai meminta maaf, apa yang harus aku bawakan untuk meminta maaf ?” gumam Derya sambil menyetir mobil menuju jalan pulang


“Bunga ?” ucap Derya saat melihat toko bunga diperjalanan pulang


“Hm, beli saja deh” ucap Derya kemudian singgah dan membeli bunga


“Kue ?” ucap Derya lagi saat melalui toko kue


“Tapi ini bukan ulang tahun” gumamnya


“Akh, apa lagi yang harus ku bawakan ?” pikir Derya


“Tuuut,tuuut,,,tuuut,,,” Nada hubung berbunyi


“Halo Bos” ucap Anton sedikit nyaring, sebab banyak suara-suara lain disampingnya


“Berisik banget Ton ! cari tempat yang tenang !” ucap Derya merasa terganggu dengan suara bising yang sepertinya dia kenal, Anton pun segera mematikan mic dan berniat pergi dari situ


“Eeeeeh, berondong jangan pergi atuh. Duduk disini saja, cerita saya masih belum selesai” ucap jeng Ayu


“Ini bos saya lagi nelphone Jeng, saya perlu berbicara sebentar” ucap Anton memberikan alas an karena dirinya tidak diijinkan pergi


“Ya bicara disini saja ! ada apa sih, kok cowo juga main rahasia-rahasiaan sama cewe” ucap Jeng Lidya smabil merekbut handphone Anton


“Nih sudah saya loudspeaker” ucap Jeng Lidya kemudian mengembalikannya


“Ton sudah belum kamu pergi ke tempat yang lebih tenang ? ” ucap Derya lagi


“I,,, iya bos sudah” ucap Anton sambil memberik kode kepada jeng-jengan untuk tidak berisik


“Hm, ini lebih baik. Ton kamu ada saran tidak aku harus bawakan apa untuk minta maaf dengan Naya ?” Tanya Derya langsung ke intinya


“Belikan tas branded Bos” ucap Jeng Lidya


“Pergi liburan aja bos” ucap Jeng Ayu juga ikut memberi saran


“Atau gak bantu bersih-bersih rumah” ucap Jeng Nia

__ADS_1


“Siapa Ton ?” ucap Derya bingung karena ada banyak suara orang lain disamping Anton


“Anu bos, itu geng bu-ibu tadi” ucap Anton sedikit takut


“Oh, gimana menurut kamu ?” Tanya Derya lagi


“Eh, gak marah nih ?” ucap Anton kaget


“Saya marah jika kamu tidak memberi saran yang baik pada saya” ucap Derya tegas


“Eh anu bos kan Kanjeng ratu ngidam ikan lele waktu itu. Bos belikan saja lele goreng untuk dimakan bersama nanti” ucap Anton


“Ya, aku rasa aku akan memakai ide ini. Ya sudah, sana lanjutkan acara rumpi kamu dengan ibu-ibu itu. Tapi awas saja jika obrolan itu kamu bawa sampai ke pekerjaan”Ucap Derya kemudian langsung mematikan telephone


“Hm, kenapa aku tidak terpikir untuk membeli pecel lele ya ?” ucap Derya dan kemudian dia singgah lagi untuk membeli pecel lele


Tak berapa lama Deryapun sampai di rumah…


“Sayang…” ucap Derya langsung masuk kedalam kamar dengan kedua tangannya berada dibelakang menyembunyikan hadiahnya


“Ada apa mas ? kenapa mas pulang, kan ini belum jam pulang mas “ Tanya Naya bingung, karena dirinya tidak emndapat info selanjutnya dari Anton selepas insiden gigitan itu


“Kejutaaan !!!” ucap Derya tersenyum pepsodent


“Memangnya hari ini ada yang special mas ?” Tanya Naya mulai meletakkan laptopnya yang sejak tadi dia otak atik dan berjalan mendekati suaminya lalu mengambil bunga dan kantong kresek yang ada ditangan Derya


“Maaf sayang, Mas minta maaf karena kemaren itu tidak menuruti keingan kamu untuk makan lele goreng” ucap Derya tulus


“Iya Mas, Naya mengerti kok. Mungkin mas pelu berbicara dengan debay agar dia tidak ngambek lagi dengan mas” ucap Naya sambil mengelus perutnya


“Dedek, Ayah minta maaf ya. Jangan buat Bunda mual-mual lagi jika bersama Ayah” ucap Derya yang menuruti perkataan istrinya


“Naya rasa dia sudah memaafkan ayahnya” ucap Naya menghibur suaminya


“Terimakasih sayang, mafkan mas yang kurang pengertiaan dan peka selama ini. Mas akan berusaha untuk berubah dan lebih perhatian sama kamu” ucap Derya dikala pelukan hangat terjadi


“Sebenarnya ini adalah hari yang special, karena ada berita gembira yang akan Naya sampaikan” ucap Naya


“Apa itu sayang ?” Tanya Derya langsung melepas pelukannya


“Naya akan sidang akhir minggu depan. Jadi sebelum Naya jadi ibu, Naya sudah membanggakan ibu Naya karena dapat memenuhi keinginannya untuk bisa melihat anaknya wisuda” ucap naya tersenyum senang


“Apa itu tidak memberatkan kamu sayang ? sidang ujian akhir itu sulit loh dan banyak mahasiswa yang menangis karena merasa tertekan” ucap Derya merasa ragu, apalagi istrinya sedang berbadan dua saat ini dan akhir-akhir ini persaan sang istri juga sangat sensitive


“Naya sudah siap Mas, mas yakin saja pada istrimu ini. Pasti tidak akan mempermalukan seorang Derya Erhan Murat” ucap Naya dengan penuh semangat


“Ya sudah kalau begitu nanti sore kita kontrol dulu ya sayang dan selamat sebentar lagi kamu akan memakai toga” ucap Derya mengusap lembut kepala istrinya


“Terimakasih Mas” ucap Naya memeluk sang suami dengan perasaan berbunga-bunga


Naya senang, karena mendapatka hasil dengan kematangan pas dan dia mendapatkan moment pas untuk memberitahu suaminya mengenai sidang akhirnya. Hm, dia harus memberikan reward pada bu-ibu komplek itu karena berhasil menyingkirkan gengsi sang suami untuk meminta maaf lebih dulu.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2