I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 141


__ADS_3

Kebahagiaan menyelimuti keluarga Derya, kini mereka kembali keruang inap Naya tadi. Sebenarnya Naya sudah dibolehkan pulang, namun Derya melarangnya dan kekeh meminta Naya untuk menginap malam ini di rumah sakit.


“Mas, Naya bisa sendiri kok” kata Naya yang ingin turun dari ranjang untuk kekamar kecil


“Kalau ada Mas yang mau membantu kenapa harus dilakukan sendiri sayang” kata Derya membantu memapah dan memegang kantong infus Naya


“Hm, terimakasih Mas” ucap Naya merasa tersentuh


“Bos, anu….” cegat Anton saat Derya dan Naya baru saja keluar kamar mandi namun perkataanya terpotong karena Naya kaget


“Astagfirullah…” Naya kaget dengan kehadiran Anton


“Ton, potong 5% ! minggir !” kata Derya menatap tajam kepada Anton


“Apa salah dan dosaku bos ? padahal cuma mau nanya siapa yang menginap disini untuk menemani Naya ? tidak mungkinkan semua orang menginap disini ? biar saya bisa secepatnya pulang dan beristirahat” gumam Anton menahan rasa kesalnya


“Kenapa om ?” Tanya Sarah yang kebetulan mau kekamar kecil


“Gak ada !” kata Anton langsung merubah ekspresi sedihnya menjadi datar kemudian pergi


“Ih, om-om labil emang gitu ya” kata Sarah lalu masuk kedalam kamar kecil


Sekarang sudah jam 9 malam, semua orang sibuk memanjakan Naya. Hanya Anton yang kebingungan harus melakukan apa ? karena jika dia mendekat ke Naya mata sang bos langsung menyala.


“Shuuut, Sarah sini…” panggil Anton pada Sarah yang kebetulan lebih dekat dengan posisi dirinya yang harus berada dipojok ruangan


“Kenapa om ?” Tanya Sarah menghampiri Anton


“Panggilin si bos dong kesini, aku mau pamit pulang nih !” kata Anton


“Hm, Sarah mau merapikan hijab Sarah dulu ya om. Ini sedikit longgar” kata Sarah berlalu masuk kedalam kamar mandi. Naya sekeluarga memang berhijab karena didikan ibunya yang patuh dengan ajaran agama.


“Sarah sudah belum ?” Tanya Anton yang menunggu di depan kamar mandi


“Belum om, sebentar lagi” sahut Sarah


“ini udah lewat 5 menit lo Rah” kata Anton lagi


“Sabar atuh om, gak sabaran banget sih” ucap Sarah


10 menit kemudian...


“Woy Sarah, lama banget ! situ mau rapiin hijab atau bikin hijab dikamar madii” kata Anton kesal


“Ceklek…” pintu kamar mandi terbuka


“Sudah” ucap Sarah dengan santainya keluar kamar mandi


“Sana panggilin bos !” kata Antin kesal karena dibuat menunggu 15 menit


“Iya,,, iya,,,” kata Sarah malas meladeni kekesalan Anton


“Dasar siput lelet, lemot … lambaaaaat !!!” gumam Anton dengan nada penuh kekesalan sambil menatap Sarah yang pergi memanggil Derya

__ADS_1


“Ada apa ton ?” kata Derya menghampiri Anton


“Anu bos, mau pamit balik ke apartemen saya” jawab Anton


“Antar ibu dan adiknya Naya dulu tapi” kata Derya


“Baik siap bos” sahut Anton


“Hm ya sudah. Aku kasih tau mereka dulu. Kamu tetap disini jangan mendekat kearah Nayaku!” kata Derya menatap posesif pada Anton


“Baik bos” sahut Anton


“Ckckck, si bos sama asisten sendiri aja posesifnya minta ampun. Nanti kalau mau apa-apa pasti ribetnya ke aku… Nasib jadi asisten gini amat ya” gumam Anton berusaha tabah dengan takdirnya


“Terimakasih Nak Anton sudah mau mengantarkan kami pulang” kata Ibunya Naya tulus


“Iya bu, sama-sama. Sini Aydinnya biar saya yang gendong” kata Anton ingin menggendong Aydin yang sudah tertidur


“Tidak usah nak, ibu kuat kok membawa Aydin” kata ibu Naya


“Aydin itu berat bu, sini biar saya saja” kata Anton mesih kekeh


“Dinda saja !” kata Dinda langsung mengambil Aydin dari gendongan ibunya


“Ya, itu lebih baik daripada ibu kamu yang menggendongnya” ucap Anton


“Mari bu, silahkan” kata Anton membukakan pintu untuk mereka


“Tunggu om” kata Sarah ngos-ngosan saat yang lain sudah masuk di dalam lift


“Abisnya Sarah ditinggalin sih” kata Sarah yang kini sudah ada disamping Anton


“Kamunya saja yang lelet. Iyakan bu” kata Anton mengejek Sarah didepan ibu dan kakaknya


“Hehe, Nak Anton ini sangat jujur sekali ya. Iya anak ibu yang satu ini istimewa dia lebih lambat dari yang lain. Harus ada yang membimbingnya agar bisa lebih cepat nanti” ucap ibu Naya


“Ish, Om labil kok ngejek didepan ibu Sarah sih. Nanti gak dapat restu lo om !” kata Sarah asal bicara


“Hah ? restu apa ?” Tanya Anton


“Om gak dapat restu buat dekat sama Sarah, sama Kak Dinda dan Kak Naya. Karena kan kami anak-anak ibu” kata Sarah


“Ya buat apa saya dekat dengan kalian bertiga ?” Tanya Anton


“Hm, kenapa ya ????” kata Sarah berpikir


“Anu, pokoknya gini. Ini kan om deket nih sama Sarah ada disamping Sarah, nanti kalau om deket kayak gini dan ibu gak merestui om akan kena sial terus tau !” kata Sarah sambil mendongkakkan kepalanya untuk menatap wajah Anton yang lebih tinggi darinya


“Yang ada kamu yang kualat, tidak hormat sama orang yang lebih tua” kata Anton menunjuk dirinya saat mengatakn tua


“Om ya….” Kata Sarah mulai tersulut emosi


“Diam !” kata Dinda tegas dan dingin menusuk sampai jantung

__ADS_1


Semuanya hening, Sarah dan Anton tidak ada yang berani bicara lagi. Sedangkan ibu hanya tersenyum mendapati situasi hening hanya karena satu kata yang keluar dari mulut anak tengahnya ini.


“Ting…” pintu lift terbuka


Anton dengan sigap menuju parkiran untuk membawa mobilnya, hening selama perjalanan karena tidak ada yang ingin mulai berbicara. Anak mocha yang lelap tidur semakin lelap karena tidak ada suara bising menganggunya…


Kelima orang tersebut akhirnya tiba di apartemen masing-masing dan mengistirhaatkan diri mereka, namun ada sepasang kekasih yang sedang kencan ditempat yang tidak biasa


“Sayang, coba deh lihat ke jendela sana” kata Derya sambil menuntun Naya kearah kaca


“Ada apa mas ?” Tanya naya bingung


“Lihat langitnya sangat cerah dan indah kan” ucap Derya


“MasyaAllah, waah indah sekali mas” kata Naya dengan mata berbinar


“Iya sangat indah” ucap Derya sambil menatap wajah Naya


“Mas, kenapa yang ditatap malah Naya itu langitnya dong yang dilihat” kata Naya yang merasa kikuk ditatap suaminya


“Hm, kamu jauh lebih indah sayang” gumam Deryaa


“Hm ? Apa yang mas ucapkan tadi ?” kata Naya tidak jelas mendengar ucapan Derya


“Tidak ada”kata Derya


“Ooh,,,” kata Naya kembali menatap langit


“Sayang, ayo kita makan malam” kata Derya


“Naya pesankan lewat online ya mas makananya” kata Naya ingin berbalik ingin mengambil ponselnya dinakas


“Mas ?” kata Naya bingung dengan meja dan kursi makan yang romantis ada didalam ruang inapnya


“Maksud mas, kita makan malam romantis disini sayang” kata Derya yang ternyata tadi berniat mengalihkan perhatian Naya untuk menyiapkan kejutannya


“Mas ini rumah sakit ? bagaimana Mas bisa membuat ini semua ?” Tanya Naya heran dengan apa yang dihadapannya ini


“Hehe, rahasia sayang… Ayo kita kesana” kata Derya menuntun lembut istrinya.


Sebenarnya Derya sengaja mengajak Naya untuk menginap diruangan ini karena, kamar ini ada dua kamar yang saling terhubung hanya dibatasi dinding yang bisa digeser.


“Terimakasih Mas” kata Naya mengungkapkan terimakasihnya sambil memeluk Derya


“Sama-sama sayang” Derya membalas memeluk Naya


“Cup…” kecupan hangat hinggap dipucuk kepala Naya


Akhirnya mereka dapat kencan dengan tenang, tidak ada anak mochi yang menggangu dan asisten cicak yang tiba-tiba datang menghampiri. Malam ini adalah salah satu kebahagiaan yang tidak bisa Naya ungkapkan dengan kata-kata.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2