
Setelah menjenguk adik baru yang kini sudah kita ketahui namanya, Double K beserta yang lainnya pun berjalan kembali ke kamar Naya.
“Naik keleta api, tuut,,,tuuut,,,tuuut,,,,” ucap Kivanc sambil bernyanyi dan berada dibelakang Kila
“Abang disini rumah sakit tidak boleh bermain” tegur Kila dan menghempaskan tangan Kivanc yang berpegang dipundaknya
“Huh, Ipan tidak cuka lumah cakit, kalena celalu dilalang belmain dicini” ucap Kivanc memajukan bibir itiknya
“Kan rumah sakit untuk orang berobat bang, bukan untuk bermain” ucap Kila mengingatkan kembali
“Iya,,, iya,,, makanya ayo kita ke taman belmain lagi belcama. Cudah lama tau kita tidak pelgi belmain” ucap Kivanc masih cemberut
“Kalau begitu bagaimana jika kalian pergi dengan Nini dan aunty Dinda ke taman bermain besok ?” tawar Nisa menghibur cucunya
“Tidak mau, Ipan tidak mau pelgi jika Kak Ay dan dek Li tidak ikut” ucap Kivanc segera menolak
“Kan kak Aydin dan adik Adli masih harus dirawat, jadi belum bisa pergi ke taman bermain” ucap Nisa
“Kata Unda Ipan halus cayang dan celalu belcama-cama dengan caudala caudali Ipan. Cekalang Ipan cudah punya emapt caudala” ucap Kivanc menunjukkan kelima jarinya
“Itu lima abang, begini baru empat” ucap Kila sambil membenarkan jari Kivanc
“Hehe,,, Jalinya tidak bica kelipat cendili de Ila” ucap Kivanc
“Ya kalian sekarang empat bersaudara jadi harus saling menyayangi dan selalu bersama ya, jika besar nanti jadi anak yang berbakti sama Bunda Ayah” ucap Derya sambil mengelus pucuk kepala kedua anaknya
“Hm, ciap ayah” ucap Kivanc memberi hormat
“Masuk pelan-pelan ya, Bunda sepertinya sedang tidur” ucap Derya yang membukakan pintu untuk anak-anaknya
“Waaah, Kak Ay pelukan cama Unda. Ipan juga mau !” ucap Kivanc sambil setengah berbisik
“Mungkin karena seharian tidak bertemu kemaren, makanya Kak Aydin dan Bunda jadi rindu” ucap Kila menyimpulkan
“Tapi Kak Ay belat, lihat Kak Ay tindih-tindih Bunda” ucap Kivanc sambil menunjuk Aydin
“Ayo kita angkat kak Ay, aunty Din bantu Ipan ya” ucap Kivanc sambil menarik baju Dinda
“Kemana kita mengangkatnya ?” Tanya Dinda masih tidak bergerak
“Letak dikulci cana caja” ucap Kivanc
“Hm, bagaimana kak ?” Tanya Dinda meminta pendapat Derya
“Ya pindahkan saja, Saya akan siapkan kamar sebelah agar mereka bisa dirawat berdekatan. Kalau bisa ruangannya dibuat satu saja. Saya keluar mengurus itu sebentar” ucap Derya segera bertindak
“Baik kak” ucap Dinda
“Hump, berat…” gumam Dinda sambil mengangkat Aydin
“Emmhh…” Aydin yang diangkat justru menggeliat dan membuat Dinda hampir jatuh
__ADS_1
“Hati-hati…” ucap seseorang yang dengan sigap membantu membopong Aydin
“Awas aunty !” teriak Aydin yang membuat semua orang memperhatikan kejadian tersebut
“Maaf, saya kesini dipanggil oleh Pak Derya untuk membantu Aydin keruangan sebelah” ucap Budi dengan gugup karena jarak keduanya hanya terhalang tubuh Aydin
“Biar saya saja aunty, ini sudah tugas saya” ucap Budi mengambil alih Aydin
“Ada apa ?” Tanya Naya yang terkejut dan bangun dari tidurnya
“Kak Naya, ini anu. Dokter jaga Aydin, dia ingin menjemput Aydin dan memindahkan kekamar sebelah” ucap Dinda segera menjaga jara dari dokter Budi
“Hoaam, kenapa ribut ?” Tanya Aydin yang juga terbangun setelah mengerjapkan matanya beberapa kali
“Hai” sapa Budi dengan senyum ramahnya
“Kak Dokter ? kenapa menggendong Aydin ?” Tanya Aydin bingung
“Kamu ketiduran dan mau dipindahkan kekamar sebelah untuk istirahat, karena sudah waktunya jam tidur siang loh dek” ucap Budi masih menggendong Aydin
“Aydin bisa jalan sendiri kok dok” ucap Aydin minta diturunkan
“Aydin memang kuat, seperti auntynya. Hehe…” ucap Budi sambil menurunkan Aydin dengan hati-hati
“Aunty Dinda ?” Tanya Aydin
“Ya, dia bisa mengangkat kamu” ucap Budi membuat Dinda mengalihkan pandangannya
“Ooh, pantas saja dia terlihat keren” ucap Budi
“Jika kak Dokter ingin aunty kami, halus dapat ijin dari kami dulu !” ucap Aydin memasang badan lebih dulu sambil meletakkan tangannya didepan dada
“Benal, om doktel halus hadapi kami dulu” ucap Kivanc ikut-ikutan
“Hehe, saya hanya berkata apa adanya. Menurut kalian aunty kalian juga keren bukan ?” Tanya Budi tertawa canggung karena motifnya sudah diketahui oleh kedua anak kecil ini
“Kelen” jawab Kivanc sambil menatap auntynya
“Ayo keruangan Aydin. Tidur siang !” ucap Dinda segera menarik Aydin
“Kan harusnya ka Dokter yang mengantar Aydin ?” ucap Aydin
“Iya maksud aunty, ini Aydinnya tolong dibawa keruangan sebelah” ucap Dinda semakin kikuk
“Saya,, saya mau ke toilet dulu” ucap Dinda melarikan diri
“Apa saya ketinggalan sesuatu ?” Tanya Naya
“Mari bu, Aydinnya harus keruang sebelah dulu. Permisi” ucap Budi juga melarikan diri dari persidangan yang ingin Naya mulai
“Hehe, biarkan saja mereka tumbuh sebagaimana mestinya” gumam Naya dengan senyum simpul ikut berbahagia jika adiknya menemukan tambatan hati disini
__ADS_1
“Ibu juga tidak tau kapan mereka mulai dekat, yang pasti ibu akan mengawasi mereka” ucap Nisa mendekat pada Naya
“Iya bu, semoga Dinda juga segera menemukan lelaki terbaik untuk dirinya” ucap Naya dengan tulus
“Aamiin…” balas Nisa
“Unda tau tidak ?” Tanya Kivanc juga ikut mendekati Naya
“Tau apa sayang ?” Tanya Naya
“Adik bayu udah punya nama looh” ucap Kivanc ingin pamer pada Bundanya
“Waaah, siapa namanya ?” Tanya Naya dengan antusias, padahal dirinya sudah tau lebih dulu
“Namanya Dik Li, matanya cangat cipiit campai tidak telihat” ucap Kivanc
“Mata adik Adli tidak sipit abang, matanya hanya terpejam karena tidur” ucap Kila
“Tapi abang melihatnya cepelti itu de Ila !” ucap Kivanc tidak terima disalahkan
“Hm, nanti jika adik Adli sudah bangun pasti matanya juga akan sangat indah seperti Ayah” ucap Kila
“Tidak, matanya Dik Li pasti indah cepelti Ipan. Bukan cepelti Ayah” ucap Kivanc
“Kita lihat saja nanti” ucap Kila berhenti mendebat
“Huuh, de Ila tidak cetuju dengan abang ! Kalau Nini pasti cetuju dengan Ipankan ?” Tanya Kivanc mencari pembelaan
“Sudah jam segini, kalian juga sebaiknya tidur siang. Nah ayo kita pulang dan tidur siang sebentar” ucap Nisa mengalihkan pembicaraan
“Hoaaam, Ipan ingin tidur cepelti kak Ay tadi caja” ucap Kivanc berusaha untuk naik keranjang
“Jangan tidur disini, jika ingin tetap disini tidur dikamar sebelah saja bersama Kakak kalian !” ucap Derya yang sudah dating dan segera mengangkat Kivanc untuk menjauhi Bundanya
“Idak mau, Ipan ingin dicini” ucap anak itik yang keras kepala itu
“Bunda juga ingin istirahat boy” ucap Derya
“Hm, baiklah. Dadah Unda,,, celamat istilahat…” ucap Kivanc sambil berjalan dengan masla mengikuti Nininya
“Dadah sayang…” ucap Naya dengan ramah, dirinya menatap Derya meminta penjelasan akan sikapnya tadi
.
.
.
See you next episode ya 😉
Jangan lupa like, koment dan juga vote jika berkenan ✨✨✨
__ADS_1