I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 144


__ADS_3

Setiap orang memiliki kesulitannya masing-masing. Derya berusaha sekuat tenaga mengikuti ngidam istrinya, dia benar-benar memperhatikan jam dilengannya agar tepat waktu. Sedangkan Anton yang disulitkan karena harus menjaga Aydin dan dikerumbungi oleh bu-ibu rempong yang senantiasa mengajaknya bergosip, dia harus memantapkan hatinya dengan kokok agar tidak ikut berubah jadi ibu-ibu rempong.


“Ting, ting, tiiing…” Akhirnya bel pulangpun berbunyi, Anton dengan antusias berdiri didekat pintu bersiap menyambut bos kecilnya


“Aydin ayo cepat kita pulang !” kata Anton saat melihat Aydin baru saja keluar dari kelas, dirinya langsung menggandeng tangan Aydin dan menuntutnya pergi


“Ada apa om ? kenapa buru-buru ?” Tanya aydin bingung dengan kelakuan om Anton


“Ya pokoknya kita harus cepat-cepat pergi dari sini, telinga om sudah tidak kuat berkumpul dengan geng bu ibu disini bos !” kata Anton sambil memelas menceritakan ketersiksaannya


“Memangnya kenapa dengan ibu-ibu teman Aydin om ?” Tanya anak mochi sambil memiringakan kepalanya karena bingung


“Pokoknya kita sampai mobil dulu ! baru nanti om ceritain” kata Anton terus menarik tangan Aydin


“Ton !!! Antoon !” terdengar panggilan seorang wanita dari arah belakang


“Om, itu ada yang manggil om” kata anak mochi memberitahu


“Udah Aydin, jangan digubris ya. Anggap aja kita gak denger !” kata Anton semakin membesarkan langkah kakinya


“Tapi om, kan Aydin mendengar kalau Bu Tina memanggil om” jawab anak mochi yang tergopoh-gopoh mengikuti langkah Anton


“Hah ? siapa ?” Tanya Anton langsung menghentikan langkahnya


“Bukh,,, aduh om sakit…” kata Aydin mengelus wajahnya yang menabrak bokong Anton karena asisten Ayahnya ini berhenti tiba-tiba


“Eeeh, maaf bos kecil. Gak apa-apa kan ?” Tanya Anton yang langsung memeriksa wajah Aydin


“Hm…” kata Aydin merespon dengan menganggukkan kepalanya


“Ton ! humff,,,humff… kenapa jalannya cepet banget sih ?” kata Tina yang akhirnya bisa menyusul Anton


“Hehe, sorry lagi buru-buru soalnya” kata Anton tersenyum kikuk


“Hm, ya sudah aku juga lagi sibuk nih mau ngurus catering pernikahan aku nanti. Ini aku cuma mau ngasih undangan buat keluarga Naya sama kamu ! datang ya !!!!” kata Tina sembari memberikan undangan


“Ooh, oke siiip. Nanti aku sampaikan” kata Anton sambil menerima undangan


“Terimakasih nih sebelumnya, oh ya tolong sampaikan maaf ku juga ya karena gak bisa ngasih lansung ke Naya soalnya lagi banyak banget urusan nih” kata Sarah merasa tidak enak


“Ya, santai aja Tin. Naya juga lagi dirumah sakit. Jadinya gak bisa ke sekolah” kata Anton memberitahu


“Hah ? Naya sakit apa ton ?” Tanya Tina kaget


“Tenang, ini sakit yang membahagiakan kok !” kata Anton


“Hah, memangnya ada ?” Tanya Sarah bingung


“Ya adalah, sakit karena lagi mengandung buah hati kan itu sakit gak sebanding sama kebahagiaan bakalan punya anak iya gak ? “ucap Anton


“Lagipula mereka juga bisa honeymoon dirumah sakit karena ada alasan buat anaknya dijagain orang lain” Sambung Anton sambil berbisik ke Tina


“Yang bener ?” Tanya Tina tidak percaya


“Bee,,,neeeer !!!” kata Anton tersendat karena dibelakang Tina terlihat bu ibu komplek menuju arahnya

__ADS_1


“Daah, Tina… pergi dulu ya !” kata Anton pamit dengan terburu-buru


“Eeh, tunggu Ton !!!” kata Tina ingin menahan Anton


“Aduh itu si Anton kan ya ?” Tanya Jeng Ayu yang ada dibelakang Tina


“Iya bu” jawab Tina


“Tooon, jangan pulang dulu atuh !!!!” kata Jeng Nia terus mengejar Anton


“Toon, tunggu dulu.. kan kita belum punya kontak kamu !!!” kata Jeng Lidya juga ikut mengejar


“Antoon, tungguin kita !!!!” teriak Jeng Putri yang berlari mengejar Anton


“Eeeh, ada apa ini bu ?” Tanya Tina bingung dan dirinya malah terbawa arus bu ibu ini yang mengejar Anton


Setelah bergegas ke parkiran dan masuk kedalam mobil. Anton segera menginjak gas dan berharap semoga bu-ibu tidak berhasil menyusul mereka


“Om, kenapa orang tua teman Aydin mengejar om ?” Tanya Aydin yang belum bisa mengerti ada apa antara asisten ayahnya ini dengan orang tua temannya


“Om ini terlalu ganteng Aydin, makanya bu ibu itu mengejar Om karena ingin menuntut Om atas pelanggaran undang-undang karena terlalu tampan” jawab Anton dengan percaya diri


“Oh, memangnya ada ya undang-undang yang tidak mengijinkan menjadi ganteng ?” Tanya Aydin


“hehehe, ada kalau dalam buku undang-undang hukum punya om Bos” kata Anton tersenyum nyengir


“Oooh, jadi itu tidak berlaku untuk Aydin kan om ? karena kan Aydin juga ganteng ?” Tanya anak mocha dengan pasti


“Hummmffttt,,, iya iya… kamu ganteng !” kata Anton sambil mengacungkan jempolnya kepada Aydin, Anton berusaha menahan tawa karena sangat lucu melihat Aydin dengan yakinnya berkata seperti itu


“Hm, Aydin juga sama seperti om selalu dikejar-kejar siswa perempuan dikelas Aydin. Mereka selalu ingin bermain dengan Aydin dan duduk disebelah Aydin ! padahalkan Aydin laki-laki jadi harus berteman dengan anak laki-laki” kata Aydin cemberut menceritakan hal yang menurutnya sangat menganggu itu


“Waaaah, ternyata pesona bos kecil sudah menyebar memenuhi se isi kelas ya !!!” kata Anton dengan mata melebar karena ini yang betul-betul ganteng yang sudah di akui satu kelas, beda dengan dirinya yang hanya diakui oleh dirinya sendiri


“Tapi Aydin tidak suka dikerembuni siswa perempuan om” kata Aydin


“Hm, nanti minta Ayah untuk memberikan ultimatum pada siswa-siswa perempuan yang mendekati Aydin itu ya ! Kalau om mah, juga gak bisa menghadapai bocah-bocah wanita seperti itu !” ucap Anton


“Kala kupandang kerlip bintang nan jauh disana…. Heey…” nada dering berbunyi dari handphone Anton


“Eh, kenapa nih siput lemot nelpon jam segini ?” Tanya Anton yang sudah memberi anda dering khusus untuk Sarah


“Halo, assalamu’alaikum …” kata Anton mengangkat telephone


“Hm, iya…”Kata Anton kemudian mematikan telephone


“Siapa om ?” Tanya Aydin penasaran


“Aunty Sarah. Katanya minta dijemput karena guru ada rapat jadinya pulang cepat” kata Anton yang terus mengemudi menuju sekolah Sarah


“Yeeaaay ! ada Aunty Sarah yang menemani Aydin dirumah !” kata Aydin senang


Tak berapa lama merekapun tiba didepan gerbang sekolah Sarah


“Om, bukain pintunya !” kata Sarah sambil mengetuk kaca mobil

__ADS_1


“Hm, duduk didepan ! saya gak mau jadi supir kamu !” kata Anton menurunkan sedikit kaca mobil


“Baiklah…” kata Sarah yang langsung memutar dan masuk di kursi depan


“Lah, dimana Aydinnya Om ?” Tanya Sarah yang bingung karena hanya mereka berdua di dalam mobil


“AUNTY !!!!” teriak Aydin mengagetkan Sarah


“Aku cinta kamu !” kata Sarah kaget sambil menatap Anton


“Hehhe, Aydin disini aunty” kata anak mochi yang ada dikursi belakang, dia senang karena berhasil mengerjai Auntynya


Anton yang mendengar ucapan sarah menjadi kikuk, dia menolehkan kepalanya kearah depan sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal


“aku juga….” Gumam Anton


“Aydin iih, bikin aunty kaget saja !” kata Sarah yang tidak mendengar gumaman Anton, dirinya malah fokus ingin menggelitiki Aydin sebagai pembalasan


“Sudah, sudah… jangan bermain-main dimobil ! kalian ikut saya ke kantor sebagai asisten saya ya !” kata Anton mulai mengendarai mobil kembali


“Laaah, kenapa ke kantor om ! langsung pulang saja atuh !” kata Sarah tidak setuju


“Di rumah tidak ada orang ! tidak ada yang menjaga kalian disana. Daripada menambah pekerjaan untuk mengkhawatirkan kalian, lebih baik saya meringankan pekerjaan dengan membawa kalian ke kantor !” kata Anton.


Mau tidak mau akhirnya mereka tiba juga diperusahaan M Group. Kini perusahaan itu sudah kembali ke tangan Derya, karena semua kebusukan Omnya sudah terbongkar dan di urus hukum


“Lah, itu si Aydin malah tertidur ! sana gendong anak orang dulu Rah !” kata Anton memerintah Sarah


“Lah, terus om ngapain ?” Tanya Sarah


“Nih ku bawain tas kalian, lihat nih !!!” kata Anton sambil menunjukkan dua buah tas dipunggungnya


“Hm ya sudah !” kata Sarah


“Berat juga ya anak orang ini ” komentar Sarah saat menggendong Aydin


“Ya namanaya juga anak orang, kalau anak sendiri beda lagi nanti !” ucap Anton


“Hm, iya juga sih. Yasudah Sarah latihan dulu lah om pakai anak orang biar bisa jadi ibu yang baik nanti !” jawab Sarah


“Cakeeep, nanti kalau udah punya anak, anaknya harus ganteng kayak saya ya !” kata Anton


“Hmmm,,,, Artinya,,, kalau anak Sarah mirip om berarti Ayah anak Sarah om dong !” kata Sarah setelah berpikir lama


“Naaaah, pinter….” Kata Anton sambil mengacungkan dua jempolnya


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Note :

__ADS_1


Sarah itu kelas IX SMP guys jadi umurnya sekitar 15 tahun dan si Anton kusir kerajaan umurnya 25 tahun... So, pasangan beda 10 tahun umurnya it's oke aja kan guys ?


__ADS_2