
“Mas…” ucap Naya dengan lembut
"Maaf sayang" Ucap Derya sadar jika dirinya terlalu berlebihan
“Bukan itu Mas, Naya mau bilang Terimakasih ya sudah mengurus anak-anak selama Naya tidak sadar” ucap Naya dengan wajahnya yang mulai berseri
“Tidak, kamu tidak perlu bilang kata itu. Justru Mas yang merasa bersalah karena tidak bisa selalu membantu kamu mengurus anak-anak. Maafkan mas sayang” ucap Derya duduk disamping Naya sambil mengelus lembut pucuk kepala Naya
“Mas selalu ada untuk Naya kok, Mas juga punya kewajiban sebagai seorang Ayah dan suami. Naya sama sekali tidak terfikir menyalahkan Mas” ucap Naya membalas Derya dengan tatapan tulus
“Mas merasa tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga kita, Mas seringkali lembur karena mengurusi perusahaan. Maafkan mas” ucap Derya masih bersalah
“Mas tidak perlu merasa bersalah seperti itu, Mas selalu menghubungi kami melalui video call. Anak-anak akan selalu ingat wajah Ayahnya dan bagaimana sosok ayah yang bekerja keras. Mas sudah menjadi Ayah yang baik kok” ucap Naya sambil menggengam tangan Derya
“Tidak, Mas masih belum sebaik kamu sayang. Kamu adalah Bunda terbaik bagi mereka. Sekarang bayi cebong yang ada diperut kamu sudah lahir kedunia ini. Mas rasa ingin menyerahkan sebagain kerjaan Mas pada orang kepercayaan agar bisa melihat tumbuh kembang Adli lebih banyak. Dibandingkan dulu ketika si kembar masih bayi, Mas sangat kaget dengan perkembangan mereka yang begitu cepat” ucap Derya
“Anak bayi memang memiliki tubuh kembang yang pesat Mas. Naya kadang juga merindukan menimang bayi kembali saat melihat double K semakin besar. Hehehe…” ucap Naya berusaha mencairkan suasana
“Maka dari itu Mas ingin mengurus Adli bersama kamu, bermain bersama anak-anak setiap weekend dan selalu ada untuk mereka sayang. Saat bekerja terkadang Mas juga merindukan kamu” ucap Derya kemudian mencium kening Naya cukup lama
“Naya tau kok kalau Naya itu ngangenin, hehehe…” ucap Naya karena Derya masih saya mencium keningnya
“Aroma kamu, suara kamu, wajah kamu, semuanya sangat Mas rindukan saat pergi bekerja. Harus ada foto kamu diatas meja kerja baru Mas bisa mulai bekerja, kamu taukan ?” Tanya Derya sambil menyentil hidung Naya
“Tau kok, kata Anton itu adalah jimat penyemangat Mas. Sampai-sampai ketika ingin rapat Mas perlu menadangi Naya beberapa saat baru pergi keruang rapat. Mas Naya jadi takut tau” ucap Naya berusaha menahan senyumnya karena kelakuan aneh Derya yang selama ini dilaporkan Anton
“Apa saja yang dikatakan asisten cicak itu ? Akhhh, sepertinya dia menguping semuanya saat aku deep talk bersama fotomu sebelum mulai rapat” ucap Derya menyapu wajahnya karena malu
“Semua yang mas lakukan dengan foto Naya. Naya tau, Mas selalu mengajak berbicara Naya jika Mas mulai sumpek dengan pekerjaan, sebelum pergi keluar ruangan Mas selalu berpamitan dan ketika baru dating Mas sudah mencari-cari foto tersebut. Mas itu obsesi yang berlebihan, Naya agak takut” ucap Naya dengan ekspresi serius, padahal dalam hatinya merasa senang karena suaminya begitu mencintainya
“Sayang mas itu masih normal, hanya saja kamu yang terlalu memikat sehingga Mas tidak bisa pisah barang sejenak. Mas tau kamu itu bukan hanya milik Mas, tapi juga milik anak-anak. Jadi kamu harus dibagi empat dan sekarang harus dibagi lima. Berapa persen yang mas bisa dapatkan ? baik itu waktumu atau perhatian kamu” ucap Derya agak cemberut karena Naya malah tidak suka dengan caranya mengatasi kerinduan
“Utu,,, utu,,,, bayi besar sekarang sudah cemberut… Jangan marah big baby, Naya itu milik Mas ! dan selamanya akan menjadi milik Mas, tapi ada prioritas yang harus Naya utamakan bukan ? jangan malu dan ragu untuk menghubungi Naya kalau rindu, berhentilah memandang foto itu jika yang aslinya akan selalu ada untuk mas” ucap Naya menarik Derya untuk mendekat padanya
“Benarkah ? Jika Mas rindu apa yang akan kamu lakukan ?” Tanya Derya semakin mendekat
“Apa yang mas inginkan ?” ucap Naya menggoda
__ADS_1
“Aiih, jangan menggoda Mas kau sedang sakit !” ucap Derya sambil menyentil pelan dahi Naya
“Kenapa sentilannya tidak berasa ya ?” ucap Naya
“Sayang, jangan menggoda Mas lagi” ucap Derya mengancam Naya dengan wajah yang semakin mendekat
“Hehe…” Naya hanya tersenyum. Dia sangat merindukan ekspresi itu, wajah suaminya yang terlihat kusut dan suram kala dirinya bangun kini mulai cerah dan penuh ekspresi kembali
“Ini baru suami Naya, jangan terlalu menyalahkan diri dengan semua yang terjadi. Ini adalah takdir Allah untuk keluarga kita, ini adalah ujian untuk memperkokoh keluarag kita dan membuat kita lebih baik lagi, jadi kita harus menghadapinya dengan ikhlas ya mas” ucap Naya sambil memegang kedua pipi suaminya
“Hm, Mas perlu transfer vitamin dari kamu sayang” ucap Derya menyatukan kedua dahi mereka
“Apakah begini caranya ?” Tanya Naya sambil tersenyum
“Ya, biarkan sejenak” ucap Derya memejamkan matanya, merasakan hembusan nafas Naya dan sentuhan kulit dari tulang rusuknya
“Unda ? Ayah cedang apa ?” Tanya Kivanc tiba-tiba ada didepan pintu
“Dukh !” dahi Derya terpeleset karena kaget dan menyebabkan dia mencium bantal
“Mas, ada Kivanc. Bangun atuh…” ucap Naya mencoba mendorong Derya
“Iya iya, ada apa sih bang ? kenapa masuk tidak mengetuk pintu dulu ?” Tanya Derya yang sudah berdiri dengan kikuk
“Ipan cudah ketuk-ketuk pintu tapi tidak ada yang buka” ucap Kivanc membela diri
“Ooh, berarti abang kurang kencang mengetuknya. Oh ya, ada apa abang kemari ?” Tanya Derya segera mengganti topik
“Ipan ingin cium Unda, kalena Ipan idak bica tidul jika Unda tidak sun dicini, cini, dan cini” ucap Kivanc menunjuk kedua pipi dan dahinya
“Hm, baiklah… setelah Kivanc Ayah juga ingin mendapat sun dari Bunda” ucap Derya segera mengijinkan karena tempat yang dicium Naya diwajahnya lebih banyak
“Gendong” ucap Kivanc manja
“Baiklah, sini…” ucap Derya segera mengangkat Kivanc dan mendekatkan pada Naya
“Celamat bobo ciang Unda” ucap Kivanc setelah mendapatkan ciuman dari Bundanya
__ADS_1
“Ya, selamat bobo sayang” ucap Naya dengan senyum hangatnya
“Nah, sekarang kembalilah kekamar sebelah. Kamu pasti keluar diam-diam kan ?” tebak Derya
“Kalena cemuanya cudah tidul. Hanya Ipan yang tidak bica teltidul, Ipan ingin tidul ciang dicini caja bolehkan Yah ?” Tanya Kivanc
“Tidak, ayo Ayah antar kekamar sebelah. Bunda harus istirahat dulu, kamu jangan menganggu Bunda ya” ucap Derya segera menggendong Kivanc dan membawanya keruang sebelah
“Dadah Unda…” ucap Kivanc digendongan Ayahnya
“Hehe, bayi besar sedang ingin memonopoli ternyata” gumam Naya melihat kelakuan Derya
“Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah. engkau masih memberikan waktu untukku bisa berkumpul dengan kalurga ini. Melihat mereka bercanda tawa, berperilaku dan saling menyayangi dengan cara masing-masing, semoga Allah lindungi keluarga ini dari marabahaya dan kemungkaran yang merenggangkan hubungan kami, jaga kami, lindungi kami sampai maut darimu yang mempertemukan kami kembali di alam Syurgamu, Aamiin…” do’a Naya saat dirinya hanya seorang diri kala itu
“Tok,tok,tok,,,” ketukan pintu menyadarkan Naya
“Siapa ?” Tanya Naya
“Sayang…” ucap Derya yang berada didepan pintu dengan ekspresi sedih
“Ada apa Mas ?” Tanya Naya khawatir
“Sun, sebelum kamu tidur siang” ucap Derya segera masuk dan menutup pintu kamar
“Maaas, Naya pikir ada apa ?” ucap Naya merasa lega karena semuanya masih baik-baik saja
.
.
.
See you next episode ya 😉
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣
Gimana ada yang gemesh sama big baby gak nih ? 🤭🤭🤭
__ADS_1