I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 98


__ADS_3

Setelah drama kerajaan yang terjadi didapur selesai, merekapun keluar dari penginapan dan ikut berkumpul bersama dengan rombongan mahasiswa lainnya…


“Selamat pagi …” kata Derya menyapa semuanya


“Pagi Pak,,,” sahut semuanya


“Di hari kedua ini kalian akan memegang kamera masing-masing dan bebas memotret objek apapun yang ingin kalian abadaikan dalam bentuk foto, itu saja yang saya sampaikan. Silahkan kalian memulainya…” kata Derya kemudian berjalan menghampiri Anton dan Aydin yang duduk diteras penginapan


Setelah Derya pergi semua mahasiswa berhamburan untuk mulai memotret foto yang mereka rasa bagus, begitu pula dengan Naya dirinya langsung ke tepi pantai untuk memotret matahari terbit…


“Ton, kamu panggil Naya kesini !” perintah Derya saat baru saja sampai didekat Anton


“Lah kenapa gak sekalian saja tadi bos ? kan tadi ada Naya …” tanya Anton bingung


“Panggil saja !” kata Derya dingin


“Baik bos, laksanakan…” ucap Anton kemudian pergi dengan hentakan kaki kesal


“Aydin mau main sama Bunda kan ?” Tanya Derya menghampiri anaknya yang duduk dilantai sambil memainkan mainanya


“Iya, Aydin ingin bermain dengan Bunda. Apa boleh ?” Tanya Aydin menatap sang Ayah


“Boleh dong, nanti kalau Bunda kesini Aydin ajak main ya… jangan dikasih pergi” bujuk Derya pada Aydin


“Hm… tapi kata Bunda kemaren, Bunda tidak bisa bermain bersama Aydin karena harus mengerjakan tugas sekolah Bunda…” ucap anak mochi yang mengingat kata Bundanya


“Bunda bisa sambil mengerjakan tugas dan juga sambil bermain dengan Aydin loh. Nanti Aydin minta ke Bunda untuk jadikan Aydin sebagai objek fotonya, nah kan sekalian bermain bersama Aydin Bunda juga bisa sekalian mengerjakan tugas Bunda…” Jelas Derya mengatakan idenya


“Waaaah, benarkah yah ? baiklah Aydin akan membujuk Bunda nanti…” kata Aydin yang senang karena bisa bermain dengan Naya


“Good job Boy…” kata Derya sambil mengacak-acak rambut Aydin


“Hehehe…” kata Aydin senang karena merasa dekat dengan ayahnya


Naya yang dipanggil Anton segera bergegas menghampiri bosnya itu, dirinya pikir mungkin ada sesuatu yang tidak sempat disampaikan bosnya tadi…


“Penting gak Ton ?” Tanya Naya saat berjalan menuju tempat Derya dan Aydin


“Gak tau Nay, Bos tadi cuma nyuruh panggil kamu saja…” jawab Anton

__ADS_1


“Hm,,, Takut ganggu nih aku kalau langsung kesana. Lihat tuh mereka bisa sedekat itu juga ya ternyata…” kata Naya yang mengamati Derya dan Aydin dari kejauhan


“Ya mereka memang dekat. itu lihat, tidak ada jarak diantara mereka orang Aydin duduk dipangukuan Bos. Gimana sih kamu Nay !” kata Anton yang juga ikut mengamati


“Aiissshhh, kamu ini ton gak pernah satu frekuensi kalau ngomong…” kata Naya kesal


“Hehe, makanya yang jelas kalau ngomong itu Nay…” kata Anton nyengir


“Kayak si bos pernah jelas aja ngomongnya ton, tapi kamu ngerti tuh…” kata Naya tidak terima


“Aku digaji Nay buat ngerti bahasa bos. Kalau sama kamu gak dapat apa-apa jadi buat apa aku ngerti…” kata Anton


“Haaaah,,, sudahlah… itu lagi kenapa rambut anak sendiri diacak-acak sih…” kata Naya melihat Derya mengacak rambut Aydin


“Bos, itu rambut Aydin kenapa diberantakin sih ??? “ kata Naya yang menghampiri Derya dan Aydin


“Mana ada saya berantakin” kata Derya langsung berhenti ketika ditegur Naya


“Kalau buka berantakin ini apa namanya ?” Tanya Naya sambil merapikan kembali rambut anak mochi


“Itu saya lagi coba style rambut terbaru Nay…” kata Derya sambil memandang naya yang terlihat sangat sayang dengan Aydin


“Oh ya, ada apa bos manggil saya ?” Tanya Naya menanyakan maksud dan tujuan Derya memanggil dirinya


“Bukan saya yang manggil, itu Aydin yang manggil kamu dia mau main sama kamu katanya” ucap Derya


“Oooh, benar Aydin mau main sama Bunda ?” Tanya Naya pada anak mochi


“Iya, Aydin sangat ingin bermain dengan Bunda… boleh ya…” pinta anak mochi


“Kan Bunda harus mengerjakan tugas sayang…” kata Naya berkata lembut pada Aydin agar anak mochi mengerti


“Kata Ayah, Bunda bisa bermain sambil mengerjakan tugas Bunda. Aydin siap kok jadi foto-foto Bunda…” kata Aydin dengan polosnya menyebutkan ide sang ayah


“Maksud Aydin, aydin mau jadi model buat foto Bunda ?” Tanya Naya memastikan setelah menatap ke arah Derya karena ide itu berasal dari bosnya


“Iya Bunda… Ayo foto Aydin, bagaimana jika begini ?” Tanya Aydin sambil bergaya dengan meletakkan kedua tangan di pipi mochi miliknya


“Haha,,, Gemas sekali ih… baiklah kalau begitu Aydin akan jadi model Bunda hari ini…” kata Naya dengan ceria

__ADS_1


“Baik Bunda…” kata Ayidn yang juga bersemangat


Aydinpun bergaya dengan natural seperti anak kecil yang ceria karena bermain. Kemudian berlanjut, mereka berfoto ditepi pantai untuk memasukkan nuansa alam didalam objek foto Naya…


“Serahin kameranya ke Anton…” Ucap Derya yang menyusul mereka berdua ke tepi pantai


“Lah ??? kenapa Bos ?” Tanya Naya bingung


“Lihat mataharinya sudah semakin tinggi… Ayo istirahat ! tuh Aydin juga sudah kepanasan” kata Derya


“Astagfirullah, maafin Bunda ya sayang…” kata Naya mengamati Aydin kembali yang memang sepertinya dirinya kepanasan


“Iya Bunda, Aydin ingin minum…” kata Aydin sambil ingin digendong Naya


“Iya sayang, kalau Aydin lelah atau haus bilang sama Bunda ya syang, itu tidak menganggu tugas Budna kok. Ayo kita pergi toko disana untuk cari minum…” kata Naya sambil menggendong Aydin


“Itu sudah saya siapkan dibawah payung, kalian istirahat saja disana…” tunjuk Naya dengan dagunya


“Waaah benarkah ? Terimakasih Bos…” ucap Naya tulus dan senang karena terdapat banyak makanan dan minuman dibawah payung besar ditepi pantai yang ditunjuk Derya


“Ya…” sahut Derya yang juga mengikuti Naya dari belakang untuk menuju tempat bernaung dibawah paying tersebut


“Ton, nanti foto dari jauh ya…” bisik Derya pada Anton


“Siap baginda, laksanakan …” kata Anton dengan hormat, dirinya sudah bisa memahami bahasa tubuh bosnya sekarang.


“Hm,,, ternyata bos sedang proses mengejar Naya toooh… pantes aja apa-apa Naya, dikit-dikit Naya, ternyata oh ternyata sedang pdkt… Aish kenapa aku baru menyadarinya sih, kan kalo gini aku gak kena semprot karena gak banyak Tanya” batin Anton saat melihat sang bos dan Naya dari kejauhan…


“Hm,,, good luck bos. Semoga berhasil mendapatkan pawang yang tepat...” doa Anton dalam hatinya sambil memotret moment calon keluarga bahagia tersebut dari kejauhan


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2