I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 181


__ADS_3

Merekapun berjalan menuju meja makan, Naya nampak bingung mencari keberadaan adiknya itu. Apalagi jika ditinggalkan berdua dengan Anton yang notabenenya suka dengan Sarah, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi selain kekacauan didapur harap Naya.


“Bunda, apa kita tidak makan malam ?” Tanya anak mochi


“Sayang, kita akan makan di…” Jawab Naya namun terpotong


“Selamat malam kanjeng ratu, baginda raja dan pangeran kecil. Silahkan dinikmati makan malam yang sudah disediakan” ucap Anton dari meja makan dengan gaya ala kerajaannya


“Hah ? ini semua hasil dari kekacauan yang ada didapur Ton Rah ?” Tanya Naya kebingungan


“Hehehe, Bukan Kanjeng ratu. Ini berasal dari dapur seorang ahli yang lulus kuliah masak di Prancis” Jawab Anton


“Kamu kan gak sekolah di Prancis Ton ” ucap Naya bingung


“Iya kanjeng ratu. Ini hasil beli di restoran depan. Hehehe” jawab Anton tanpa berbelit lagi


“Oooh, restoran sebelum jalan menanjak itu kan ?” Tanya Naya memastikan


“Yupz, tepat sekali” ucap Anton sambil mengacungi jempol


“Ayo duduk sayang” ucap Derya menarikkan kursi untuk Naya


“Terimakasih Mas” ucap Naya tulus


“Kalian sudah makan ?” Tanya Derya tiba-tiba


“Sudah bos, kan kita baru aja habis makan setelah itu beraksi didapur” jawab Anton


"Hm..." Tatap Derya dengan tajam


“Baguslah, kalian shalat dulu setelah itu bersihkan kekacauan didapur. Jangan sampai gajih kamu yang saya gunakan untuk biaya perawatan dapur” ucap Derya dengan mengancam


“Baik baginda raja, Laksanakan ! ini kami juga mau kesana ya gak Rah ?” ucap Anton sambil menggapai tangan Sarah untuk mengajaknya kedapur


“Ton, itu tangan belum muhrim main pegang-pegang aja !” tegur Naya


“Hehehe, maaf kanjeng ratu. Kan kami lagi latihan untuk menjadi pasangan yang romantis" ucap Anton membela diri


“Tapi bukan sekarang latihannya Ton, nanti habis nikah baru bisa pegang-pegang. Siapa suruh suka sama yang lebih muda jadi nunggunya lama kan” ucap Naya mengejek Anton


“Ya siapa suruh adeknya cantik dan lucu begini, jadi kepincutkan saya !” ucap Anton memtar balikkan keadaan

__ADS_1


“Eee…em… ya namanya juga takdir kalau kami sekeluarga itu cantik” ucap Naya mulai kebingungan menjaawab peperangan kata dengan Anton


“Kenapa takdir kalian begitu ?” Tanya Anton tidak mau kalah


“Ya karena kehendak yang ditas lah Ton. Mana aku tau ?” ucap Naya


“Ooooh, ya sudah kami kedapur dulu ya” ucap Anton langsung kabur dengan masih memegang tangan Sarah


“Ton ! itu tangannya dilepas” ucap Naya yang melihat tangan Anton masih menggandeng tangan Sarah


“Gak bisa dilepas Kanjeng ratu, kan tangan gak ada baut penyambungnya” ucap Anton yang sudah jauh.


“Sayang, jangan teriak-teriak nanti adik bayi diperut kaget” ucap Derya menenangkan Naya


“Huum, maafkan Bunda sayang” ucap Naya menghembuskan nafas dan mengelus perutnya


“Bunda, apa sekarang sudah boleh makan ?” Tanya Aydin yang kelaparan


“Hehehe, iya sayang. Aydin mau makan apa sayang biar Bunda ambilkan” ucap Naya langsung berdiri dan mengambilkan piring untuk Aydin


“Mau udang, sama ayam goreng. Dua ya Bunda… hehe…” ucap Aydin tersenyum pepsodent


“Baiklah sayang. makan sayurnya juga ya” ucap Naya dengan senyum hangatnya, lalu menambahkan sayur kedalam piring Aydin


“Kamu “ ucap Derya


“Mas kanibal ?” Tanya Naya


“Hahaha, maksud Mas terserah kamu saja sayang” ucap Derya kembali fokus pada wajah istrinya, tadinya Derya sedang membalas pesan di handphonenya


“Oooh, Naya kira mas beneran mau makan Naya. Hehehe…” sahut Naya terkekeh


“Sudah dulu atuh mas main handphonenya. Ayo kita makan” ucap Naya meletakkan piring di hadapan Derya


“Baik sayang” jawab Derya menurut


Keluarga kerajaanpun makan dengan tenang, dihiasi dengan pemandangan anak mochi yang makan dengan lahap. Naya dan Derya hanya tersenyum melihat anak mochi yang semakin menggemaskan itu.


***


Sementara didapur sedang ada sepasang insan yang sedang menuai apa yang mereka perbuat.

__ADS_1


“Om, ini gara-gara kita ya ?” Tanya Sarah bingung dengan keadaan dapur yang mereka tinggalkan tadi


“Hehe. Iya Rah… kamu susun wadah-wadah itu ya. Nanti aku cuci piring” ucap Anton sigap membagi tugas


“Perasaan Sarah cuma motong bawang aja deh tadi om. Gak seberantakan ini” gumam Sarah sambil merapikan dapur


“Ini juga hasil dari arahan kamu Rah. Kamu harusnya sebut letak garam di mana dengan benar biar aku gak bongkar semuanya” ucap Anton sambil mencuci piring


“Yakan ini bukan dapur yang Sarah biasa pakai om, mana tau detail tempat bumbu-bumbu ditaroh” jawab Sarah


“Hm, iya juga sih ya” gumam Anton


“Om, ini gimana bisa dindingnya jadi hitam begini cuma gara-gara ayam gosong om ? gimana bersihinnya ?” tanya Sarah yang melihat dinding dapur


“Nanti kita sikat dulu Rah. Kalau gak bisa ya terpaksa kita cat ulang” ucap Anton


“Sarah juga bantu cat ?” tanya Sarah sambil menunjuk dirinya


“Iyalah, bantu aku Rah. Kamu mau aku gak makan selama sebulan karena gak dapat gaji ?” ucap Anton


“Ya itu resiko om” ucap Sarah tidak terima


“Ayolah Rah bantu aku, ini akan semakin membuat kamu lebih kurus. kan kamu lagi diet” bujuk Anton


“Selain itu, apa keuntungan lainnya untuk Sarah om ?” Tanya Sarah yang tidak mau rugi


“Nanti aku bantu kamu ngerjain Pr, biar cepat lulus. Terus kita nikah, gimana ?” tanya Anton sambil menggerakkan alisnya


“Haah ? maksudnya nikah sekarang om ?” Tanya Sarah langsung memandang Anton


"Nanti Saraaaah ! udah gak sabar ya nikah sama abang ?" goda Anton semakin menjadi


.


.


.


See you next episode guys 😉~~~


Maafken author guys yang ngilang beberapa hari ini 🙏 author lagi ada kegiatan seminar jadinya harus nyiapin diri buat presentasi...

__ADS_1


Btw, thanks sudah setia dengan IWB ❤️❤️❤️


Jangan lupa like, komen dan juga vote ya 🤗


__ADS_2