I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 61


__ADS_3

Tak berapa lama merekapun tiba disebuah restoran makanan Indonesia. Deryapun memesankan makan malam mereka, tentunya tidak ketinggalan pesanan anak mochi yaitu sate.


Mentari sedang beristirahat saat ini, dia sudah kembali keperaduannya menyinari bumi dibagian lain, kumandang adzan juga sudah terdengar. Sebenarnya Naya merasa sungkan untuk makan bersama diluar, karena dia takut akan kabar para lambe turah kantor yang bisa saja melihat mereka makan malam bersama disini…


“Bunda… Apa kaki Bunda masih sakit ? ” Tanya Aydin yang melihat Naya melamun


“Bunda….” Kata Aydin lagi karena tidak mendapatkan jawabannya


“Ah iya sayang, ada apa ?” tanya Naya tersadar dari lamunannya


“Bunda… apa kuku bunda masih sakit ? apa Bunda bisa menggendong Aydin ?” tanya Aydin


“Tidak, kamu itu sudah besar. Jangan minta gendong !” jawab Derya tegas


“Hm,,, kenapa Aydin mau digendong Bunda ?” tanya Naya, dia tidak menghiraukan ucapan Derya


“Em,,, Aydin ingin tidur digendongan Bunda… Apa Aydin tidak bisa lagi tidur digendongan Bunda ? hiks,,,” Kata Aydin sedih


“Sayang jangan menangis dong…. Benar kata Ayah, Aydin sudah besar jika digendong itu hanya untuk anak kecil saja sayang” jelas Naya


“Aydin juga masih kecil Bunda… lihat tangan Aydin lebih kecil dari tangan Ayah” jelas Aydin yang tidak terima dikatakan besar


“Nah coba Aydin bandingkan tangan Aydin dengan adik kecil yang digendong itu ?” tanya Naya saat melihat seseorang wanita sedang menggendong bayi kecil yang berumur sekitar 8 bulan


Aydin segera turun dari kursinya dan mendekati wanita yang tidak jauh dari meja mereka. Naya hanya memandangi Aydin dan tidak melarangnya karena itu dekat dengan mereka.


“Aydin…” kata Derya ingin menghentikan


“Biarkan saja bos, biar dia memahami apa yang ingin dia tahu “ kata Naya


“Tante,,, assalamu’alaikum…” sapa Aydin saat sudah berada disamping tante dengan anak kecil tersebut


“Wa’alaikumsalam ada apa dik ?” tanya wanita tersebut


“Tante, apa tangan Aydin lebih besar dari adik kecil yang digendong tante ini ?” tanya Aydin sambil menjulurkan lengannya menanding kedua tangan mereka


“Wah,,, ternyata tangan kamu lebih besar dari tangan anak tante. Kamu sudah tumbuh besar ya…” kata wanita tersebut


“Hm,,, jika Aydin besar Aydin tidak bisa digendong Bunda lagi…” kata Aydin cemberut dan sedih


“Kenapa sedih ? kan kalau kamu sudah besar berarti kamu sudah bisa menjaga adik kamu nantinya” kata Wanita tersebut menghibur Aydin


“Adik ?” tanya Aydin

__ADS_1


“Iya, sekarang kan kamu sudah tumbuh besar. Jadi sudah dapat melindungi adik kamu “ kata Wanita itu lagi


“Oooh iya… Aydin akan tumbuh lebih besar dan besaaaaaar agar bisa melindungi banyak adik Aydin nanti” kata Aydin bersemangat


“Terimakasih tante, dadah…” Aydin pamit dan langsung menghampiri Naya


“Bundaaa….” Teriak Aydin sambil memeluk pinggang Naya


“Bagaimana sayang ? benarkan Aydin itu sudah besar, jadi jangan terlalu sering digendong lagi ya sayang “ jelas Naya


“Em, Baik Bunda…” ucap Aydin sambil mengangguk pasti


“Bunda Aydin ingin adik,,, ingin adik yang baaaaanyaaak sekali. Aydin akan tumbuh lebih besaaaaar untuk melindungi adik Aydin nanti bunda” kata anak mochi menyampaikan keinginanya


“Ahahaaa,,, memangnya Aydin ingin adik berapa sayang ?” tanya Naya merasa lucu dengan ekspresi Aydin yang sangat bersemangat


“Aydin ingin sepuluh…” katanya sambil menunjukkan kesepuluh jarinya


“Ahaha,,, banyak sekali sayang… apa Aydin bisa menjaga mereka semua ?” tanya Naya dengan nada tidak percaya yang dibuat-buat


“Bisaa Bunda…. Aydin pasti bisa menjaga adik-adik Aydin…” jawabnya penuh keyakinan


“Haha,,, iyadeh Bunda percaya… Tuh Bos dengerin kalau nyari istri nanti harus bikinin Aydin sepuluh orang adik ya Bos” kata Naya kepada sang Bos yang sejak tadi hanya memperhatikan


“Ya mana saya tau bos… Sayakan tidak punya anak” jawab Naya santai


“Bundaaa….. Aydin anak Bunda dan Aydin ingin adik dari Bunda bukan dari istri ayah…” rengek Aydin yang tidak tahu apa itu istri


“Ahahaha,,,, kamu belum mengerti ya sayang . Kalau aydin ingin adik, itu harus dari istri Ayah Aydin dan istri itu akan menjadi Bundanya Aydin juga” ucap Naya menjelaskan


“Kalau begitu Bunda saja yang menjadi istri Ayah” kata Aydin


“Ahaha,,,, sudah yuk. Kita makan ini makananya sudah datang” kata Naya mengalihkan perhatian Aydin


“Bunda…” rengek Aydin


“Iya sayang Aydin ingin makan apa ?” tanya Naya


“Aydin ingin adik !” rengeknya dengan wajah yang menggemaskan


“Iya nanti sama istri Ayah Aydin ya mintanya” kata Naya


“Hmmm,,, Aydin ingin dari Bunda…” rengek anak mochi lagi sambil menggelengkan kepalanya

__ADS_1


“Sudah ya sayang, nanti… sekarang aydin makan dulu” bujuk Naya


“Tidak Aydin tidak ingin makan jika Bunda tidak mau memberikan adik” kata Aydin meraju


“Hm,,, comelnya ih anak Bunda ini…” kata Naya sambil mencubit gemas pipi Aydin


“Sayang, kalau Aydin tidak makan nanti sakit. Aydin makan dulu ya” bujuk Naya lagi


“Tidak, Aydin tidak mau” jawab Aydin masih cemberut


“Aydin !!!” kata Derya tegas sambil menatap anak sendiri dengan mata elangnya


“Hiks,,, hiks,,, Aydin hanya ingin adik,,, hiks,,, kenapa,,, hiks,,, Ayah marah…” Aydin mulai menangis lumayan kencanh


“Hiks,,, Ayah dan Bunda hiks,,,, sudah tida sayang lagi hiks,,, dengan Aydin,,, hiksss,,,hiks,,,,” dia menangis sambil menutup matanya dengan kedua lengannda. Nampak sekali bahunya bergetar karena menangis


“Ayaah,,, hiks,,, jahat,,,” ucap Aydin disela-sela tangisnya


Para pengunjung menatap mereka dan ingin tahu ada kejadian apa sehingga menyebabkan anak kecil yang menggemaskan ini menangis…


“Sudah ya sayang, jangan menangis lagi… Aydin harus jadi kuat dan besar jika ingin memiliki adik nanti…” bujuk Naya


“Apa jika Aydin,,, hiks,,, menjadi kuat dan tidak menangis lagi,,, hiks,, hikss,,, Bunda akan memberi,, hiks,,, Aydin adik ?” tanya anak mochi sambil menatap Naya dengan mata yang merah karena menangis


“Iya jika Aydin kuat dan tidak menangis lagi, Aydin akan siap menjadi kakak” kata Naya mencoba menenangkan Aydin


“Selamat malam Pak Bos, Naya… wah sedang ada acara keluarga ya ini ?” sapa Bu Rika yang ternyata mengenali mereka karena Aydin menangis


“Ini bos kecilnya kenapa menangis ?” tanya Bu Rika lagi


“Aydin,,, hiks,, Aydin ingin… humffttt” Suara Aydin terpotong


.


.


.


.


.


See you next episode ya😉~~~

__ADS_1


__ADS_2