I Want Bunda

I Want Bunda
S2. Pencarian Dimulai


__ADS_3

"Bekal Ipan ilang de, apa dia bocan menunggu ya, atau bekal Ipan kabul ?” Tanya Kivanc sambil menggaruk kepalanya


“Hah ? iya mana bekal abang ? punya Kila masih ada disana” ucap Kila mereka segera duduk kembali ketempat mereka sebelumnya


“Bekal ipan alan-alan kemana ?” ucap Kivanc sambil mencari dan melihat kolong meja


“Abang, bekal tidak punya kaki untuk bisa jalan-jalan” ucap Kila


“Tapi, kenapa idak ada ?” Tanya Ipan cemberut


“Abang benar menaruhnya disini ?” Tanya Kila memastikan


“Iya, benel de Ila. Abang idak membawanya kemana-mana” ucap Kivanc dengan penuh keyakinan


“Apa diambil orang ya bang ?” ucap Kila


“Hah, ada olang hajat dicini ?” kata Kivanc sambil membelalakkan matanya


“Orang jahat bang, bukan orang hajat” kata Kila membenarkan


“Iya itu makcud abang, kalau begitu ayo kita cali olang jahatnya !” ucap Kivan segera berdiri


“Hai, apa kamu ihat olang jahat dicini ? ia bawa bekal Ipan. Bentuknya otak cepelti ini” ucap Kivanc menjelaskan pada teman sebaya yang duduk disampingnya


“Otak ?” Tanya teman tersebut sambil menunjuk kepalanya


“Ukan, Oootaaak” ucap Kivanc kembali menjelaskan sambil tangannya bergerak membentuk persegi


“Ooh kotak ?” Tanya temannya


“Iya, otak makan Ipan” jawab Kivanc


“Tadi aku lihat ada yang bawa pelgi kesana. Katanya dia ingin makan bersama dengan kalian jadi bantu bawakan makan kalian” ucap murid tersebut


“Hah ? ipan idak ada janjian makan dengan olang lain” ucap Kivan bingung


“Dia bilang sepelti itu padaku” jawab murid tersebut


“Hm, baiklah. Kemana ia membawa pelgi otak Ipan ? unjukkan pada Ivan” ucap Kivanc setelah berpikir sejenak


“Kesana” ucap murid tersebut menunjuk lorong menuju kantin

__ADS_1


“Ah, baiklah…” ucap Kivan segera pergi


“Terimakasih, maaf menganggu waktu kamu” ucap Kila yang sudah merapikan bekalnya tadi dan segera menyusul Kivanc, sebelum itu dia mewakili Kivanc untuk mengucapkan terimakasih.


“Abang, tunggu Kila” ucap Kila yang tertinggal dibelakang


Kivanc dengan baik mau menunggu Kila, merekapun berjalan berdampingan menju kantin. Ketika mereka tiba dikantin ada banyak orang disana


“De Ila agaimana ini ?” Tanya Kivan kebingungan menatap sekeliling


“Entahlah, Kila juga bingung bang” ucap Kila juga kebingungan


“Ahha !!! ayo ita lihat dali atas” ucap Kivanc menunjuk lantai dua kantin tersebut


“Ayo” ucap Kila menyetujui


Merekapun naik dengan pelan. Cukup banyak anak tangga disana, namun mereka tidak menyerah dan tetap berusaha untuk naik


“Ade Ila bica ?” Tanya Kivanc yng lebih dulu menaiki anak tangga pertama


“Hm, bisaaa abang” ucap Kila sambil berusaha


“Terimakasih abang” ucap Kila menyerahkan kotak bekalnya


“Hahh,,, haah,,, cape” ucap Kivanc dan Kila berhenti sejenak mereka kini sudah menaiki separo anak tangga


“Apa ade masih kuat ?” Tanya Kivanc


“Kuat abang” ucap Kila


“Sini pegang tangan abang” ucap Kivanc dengan perhatian


Akhirnya setelah perjuangan yang panjang merekapun tiba dilantai dua, mereka segera mengamati lantai satu untuk mengenali kotak makan Kivanc yang sama persis dengan milik Kila


“De Ila ihat itu !” ucap Kivanc sambil mengarahkan kepala Kila


“Abang, jangan pegang kepala Kila nanti bunyi Kraak… kalau abang arahinnya begini” ucap Kila memegang tangan Kivanc yang ada dikepala


“Eheee, maaf de Ila. Itu,,, coba de Ila ihat… itu otak makan Kivanc” tunjuk Kivanc disebuah meja


“Ah iya benar” ucap Kila

__ADS_1


“Ayo celbu !!!” ucap Kivanc segera berdiri namun tidak sadar jika kepalanya masih berada diantara pagar, dan ketika dia berdiri…


“Bukhh,,, tiiing….” Bunyi pagar berdenting karena terhantuk seuatu yang keras


“Auuuuuuu…” teriak Kivanc sambil mengelus kepalanya


“Abang, abang tidak apa-apa ?” Tanya Kila segera menarik abangnya mengeluarkan kepala yang masih ada diantara pagar


“Idak apa” ucap Kivans sambil menggeleng kepala


“Aduuuh, uciing…” ucap Kivanc memegang kepalanya


Semua perhatian tertuju pada double K, ada yang ingin menolong dan ada yang hanya ikut mengerumbungi


“Boos kecil,,, boos… anda tidak apa ?” ucap bi Ira yang mendengar suara majikannya segera berlari menghampiri


“Ayo kita bawa ke uks dulu” ucap bi Ira sambil menggendong Kivanc


“Lewat sini , ayo yang lain mohon beri jalan” ucap orang tua yang lain ikut membantu


Penyelidikanpun terhenti sementara karena kesalahan pemain, sehingga Kivancpun berakhir di UKS saat ini.


Sementara itu, ketika mengetahui temannya terluka karena mencari kotak makannya segera menghampiri ke UKS karena merasa bersalah.


“Hiks,,, hiks,,, ma,,, maaaf” ucap anak tersebut saat tiba dipintu masuk UKS membuat semua orang menatap bingung pada anak tersebut


“Hah, ciapa ? ada apa ?” Tanya Kivanc segera bangkit dari rebahannya


“Kila Kivanc maaf,,, hiks,,,hiikss,,,” ucapnya lagi sambil sesegukan, dia berjalan mendekat dengan sebuah kitak berwarna biru ditangannya.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Pasti para readers udah tau nih, kira-kira siapa ya yang mengambil kotak makan Kivanc ? 🤔


Thanks All ✨✨✨

__ADS_1


__ADS_2