I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Saran


__ADS_3

“Aaaaa,,, iicuuuuuus !!!” teriak Kivanc kaget dengan hewan berbulu putih yang tiba-tiba keluar dari rumah-rumahan yang ada di aquarium itu


Semua orang yang mendengar teriakan Kivanc kaget dan segera menyusul, Aldo dan Kila yang pertama kali sampai karena mereka berlari dengan lincah.


“Ada apa abang ?” Tanya Kila


“Cus kemana van, kenapa berteriak ?” Tanya Aldo


“Itu Icuuuus” tunjuk Kivanc


“Tikus ?” Tanya Kila dan mendapat anggukan dari Kivanc


Nia sejak tadi menyilang kan tangannya berusaha berkomunikasi dan menjelaskan pada Kivanc namun Kivanc sama sekali tidak memperhatikannya.


“Mana tikusnya ?” Tanya Aldo mendekati pada kandang yang ditunjuk Kivanc


“Itu, didalam situ Do” ucap Kivanc


“Waaah lucunya” ucap Kila saat melihat hewan yang dimaksud Kivanc


“Icus idak ucu de Ila, meleka menggelikan” jelas Kivanc dengan ekspresi geli


“Sepertinya ini bukan tikus, tapi marmut iyakan Nia ?” ucap Aldo yang mengetahui hewan tersebut, Nia segera mengangguk senang karena akhirnya ada yang mengerti


“Kenapa sayang ?” Tanya Naya dan yang lainnya menyusul


“Dicana ada codalanya icuus unda, Ipan kaget” ucap Kivanc


“Saudaranya tikus ?” Tanya Naya


“Hm, benal meleka cangat milip cehingga ipan mengila icus” ucap Kivanc


“Ini marmut sayang, bukan tikus. Hehehe” ucap Naya tak dapat menahan tawa melihat wajah kaget Kivanc yang masih tersirat


“Oooh, Ipan pikil itu icus. Hehe” ucap Kivanc tersenyum renyah


“Huuuff, Ayah Kira ada apa” ucap Derya menghembuskan nafas lega, walau terkesan tegas Derya adalah Ayah yang sangat mudah khawatir apalagi jika itu menyangkut keselamatan sang anak dirinya akan berpikir seribu kali sebelum memberi ijin


“Ini namanya Micky, dia seekor marmut kalian tidak perlu takut” ucap Nia dibantu oleh Teh Santi, Santi segera memeluk Nia dan berkomunikasi dengannya sejak pertama kali berhasil menyusul, Santi adalah babysitter yang sigap apalagi jika itu berkaitan dengan nona majikannya yang istimewa ini


“Iya Nia, Mikcy tidak menakutkan sama sekali kok” ucap Kila yang masih memperhatikan Micky bermain


“Oh ya, Ayah kesini mau menjemput Bunda buat cekup dede bayi. Abang dan Ade mau ikut atau tetap disini ?” Tanya Derya mumpung semuanya terkumpul


“Waaaah, Ipan cudah ama idak pelgi jenguk dede Ayi” ucap Kivanc senang


“Tapikan kita mau belajar bang, kita sama sekali belum mulai belajar bahasa isyarat” ucap Kila mengingatkan Kivanc tujuan mereka datang kemari


“Hm,,, iya ya. Adi aja Ipan idak mengelti apa yang Nia belucaha campaikan. Ipan akan belajal dengan giat cupaya bica belbicala lancal dengan Nia” ucap Kivanc bertekad


“Kalau begitu bagaimana keputusan kalian ?” Tanya Derya

__ADS_1


“Ami akan belajal caja dicini Yah, anti jika menjenguk dede Ayi agi balu ikut” ucap Kivanc memutuskan


“Kalau ade gimana ?” Tanya Derya


“Kila juga disini saja Yah, tolong jaga Adek bayi ya” ucap Kila memeluk Naya


“Abang uga ingin peluk dede Ayi” ucap Kivanc juga memeluk dan mencium perut Naya


“Waaah, dede Ayinya tendang Ipan de Ila” ucap Kivanc yang merasakan gerakan diperut Naya


“Mana ? dimana adek bayinya bergerak bang ?” Tanya Kila yang juga sangat menantikan adek bayinya


“Dicini adi dek Ila” ucap Kivanc


“Tidak ada bang, adek bayinya tidak bergerak” ucap Kila menantikan, namun tak berapa lama kembali terasa gerakan diperut Naya


“Hah ? apa itu tadi adik bayi ?” Tanya Kila kaget sekaligus senang


“Iya sayang, adeknya mau menyapa kakak-kakaknya yang luar biasa ini katanya” ucap Naya


“Hai de Ayiiiii” ucap Kivanc berbicara didepan perut Naya


“Hai juga abang Ipan” ucap Naya menirukan suara anak-anak


“Hah itu tadi suara de Ayi ?” Tanya Kivanc melebarkan matanya


“Hehehe, bukan sayang itu suara Bunda menyampaikan kata adek bayi”ucap Naya tertawa ringan


“Hm, mungkin iya” ucap Naya setengah yakin


“Ikatan batin juga termasuk bentuk komunikasikan ?” batin Naya


“Kalau begitu kita pergi sekarang ya sayang” ajak Derya sambil memegang bahu Naya


“Hm, bisa mas” jawab Naya menjawab


“Sayang Bunda sama Ayah pergi ya, kalian yang patuh sama bi Ira” ucap Naya berpamitan sambil mengelus lembut pucuk kepala double K


“Baik Bunda” jawab keduanya patuh


“Kalian mau pergi sekarang ?” Tanya Bram yang baru menyusul karena tadi dirinya harus mengangkat telephone dulu


“iya nih Bram, aku harus menemani cek up istri dulu” ucap Derya mengelus lembut perut buncit Naya yang sudah memasuki bulan kelima


“Semoga keduanya sehat ya sampai hari H” ucap Bram tersenyum hangat


“Terimakasih Bram, aku titip anak-anak ya bermain disini, maaf jika merepotkan” ucap Derya


“Mereka sama sekali tidak merepotkan, aku pulang kahwatir dengan Nia yang sendirian dirumah ternyata sekarang dia sudah punya banyak teman” ucap Bram senang


“Syukurlah kalau begitu, kami pamit ya” ucap Derya

__ADS_1


“Ya, mari ku antar sampai depan” ucap Bram


“Kalian yang pintar ya Ayah sama Bunda pergi dulu” ucap Derya berpesan pada sang anak


“Baik Ayah” jawab double K yang kurang memperhatikan karena sedang bermain dengan Micky


“Dadah sayang, dadah semuanya” ucap Naya dengan ramah


“Dadah tante” ucap Aldo yang lain juga ikut melambaikan tangan pada Naya


“Bro, selamat ya untuk kehamilan anak ke empat kalian” ucap Bram sekali lagi saat mengantar kedepan


“Thanks bro, kau juga carilah pendamping lagi. Nia pasti mengingikannya” ucap Derya


“Aku berusaha menomor satukan Nia bro, jika wanita itu bisa menerima anakku dan anakku juga menginginkannya aku akan segera menikahinya, namun perempuan sekarang mana ada yang tulus tanpa imbalan” ucap Bram sedikit bercerita tentang kehidupannya


“Ya, aku dulu juga mengutamakan Aydin, tapi jangan berputus asa Bro buktinya aku bisa mendapatkan yang tulus” ucap Derya memberi semangat pada sahabatnya


“Apa masih ada wanita yang setulus dan sepenyayang istrimu bro ? aku rasa istrimu wanita yang langka” ucap Bram


“Hehe, istriku memang langka dan satu-satunya didunia” ucap Derya memuji sang istri


“Mas” ucap Naya malu


“Kan memang benar sayang” ucap Derya


“Hm, aku turut bahagia untukmu bro” ucap Bram melihat kemesraan mereka


“Thanks bro, ku rasa kau tidak perlu mencari yang jauh, perhatikan orang sepertinya ada seseorang yang tulus menyayangi Nia” ucap Derya memberi Saran dari apa yang dilihatnya


“Siapa ?” Tanya Bram yang tidak menyadarinya


“Kau terlalu cuek dengan sekitar, poros duniamu hanya ada dianakmu kan ? coba perhatikan disekitar poros itu” ucap Derya mengedipkan matanya menggoda Bram


“Pasti kau hanya menggodaku saja Bro, sudah sana jangan mengumbar kemesraan didepan jomblo sepertiku !” ucap Bram dengan nada kesal


“Ahaha,,, aku permisi bro… Ini saran dariku, tolong dipertimbangkan…” ucap Derya tertawa renyah kemudian pergi


Bram adalah sahabatnya berbagi pakaian dan makanan bersama saat kehabisan uang diakhir bulan kala kuliah waktu itu, mereka sudah sering bercanda tawa bersama. Asam asin pahitnya kehidupan masa kuliah sudah mereka lalui bersama, membuat keduanya semakin dekat apalagi mereka sama-sama berasal dari Indonesia, dari negeri yang sama.


“Ya, hati-hati dijalan bro” ucap Bram juga ikut tersenyum


.


.


.


See you next episode ya 😉


Jangan lupa tinggalkan jejak ✨✨✨

__ADS_1


Thanks all ❤️


__ADS_2