
Setelah mereka berdua mencoba baju yang dipilihkan Naya, kini gantian mereka berdua yang menunggu Naya untuk mencoba pakaian yang sudah dipilihkan oleh pelayan tadi.
“Silahkan Nyonya lewat sini…” ucap pelayan toko tersebut mengantar Naya untuk berganti pakaian
“Terimakasih…” kata Naya
“Bunda, ikut…” kata Aydin yang menarik baju Naya
“Hah, jangan ya sayang. Aydin tunggu disini saja dengan Ayah Aydin. Bunda hanya sebentar kok” kata Naya memberi pengertian kepada Aydin agar dia mau menunggu
“Hm,,, baiklah Bunda…” jawab anak mochi dengan cemberut
“Hehe,,, kalau cemberut gini Bunda jadi tambah gemas deh” kata Naya sambil memegang pipi Aydin yang mengembang
“Bunda…” rengek Aydin
“Hehe, Bunda kesana dulu ya sayang, Aydin tunggu disini sebentar…” kata Naya kemudian meninggalkan Aydin
Setelah beberapa saat Naya keluar dari bilik ganti dan menunjukkan bagaimana gaun biru laut itu membalut tubuhnya…
“Bagaimana ?” Tanya Naya penasaran dengan pendapat mereka
“Waaaaaah, Bunda cantik sekali… Apa benar ini Bunda Aydin ? ini seperti princes Bunda” kata Aydin memuji Naya
“Haha, terimakasih sayang. Darimana kamu mengetahui kata-kata pujian seperti itu hem ?” Tanya Naya penasaran karena pujian Aydin terlalu berlebihan
“Om Anton bilang kita harus bilang seperti itu ketika memuji perempuan Bunda…” kata Aydin
“Ooooh, pantes saja…” kata Naya
“Pantas saja kata-katanya absurd seperti itu, ternyata sumbernya dari orang itu. Ckck, perlu di filter tuh kata-kata si Anton biar anak mochi gak asal ngikut saja ” batin Naya
“Oh ya Antonnya kemana ya ?” Tanya Naya bingung karena tidak melihat Anton sejak dia memilihkan baju untuk Aydin
“Bos, si Anton kemana ?” Tanya Naya mendekat ke arah bosnya
“Bos,,,,” kata Naya lagi karena tidak mendapat sahutan
“Can-tik…” gumam Naya pelan
“Hah, Bos ngomong apa ? gak jelas saya dengarnya” kata Naya mendekatkan telinganya ke arah Derya, dia benar-benar penasaran dengan apa yang dikatakan Derya tadi.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan ?” Tanya Derya sambil mendorong pelan kepala Naya dengan telunjuknya
“Bos ngomongnya kepelanan, saya tidak mendengarnya bos. Apa yang bos katakan tadi ?” Tanya Naya lagi
“Lumayan, kita bungkus saja gaun yang ini” komentar Derya
“Oooh, terimakasih Bos. Saya nyicil ya bayarnya, hehe...” kata Naya sedikit berbisik takut pelayan toko mendengarnya
“Hm,,,” respon Derya sambil berdiri lalu berjalan menuju kasir
“Tunggu sebentar bos, saya berganti pakaian dulu…” kata Naya kemudian bergegas menuju ruang ganti
Setelah membeli baju untuk pesta merekapun bersiap untuk pulang, didepan putih sudah ada alpard putih menanti…
“Kita naik ini bos ?” Tanya Naya saat melihat mobil teresebut beserta seorang supir yang sudah menanti didekat mobil
“Ya” sahut Derya kemudian masuk dikursi belakang
“Ayo !” kata Derya dari dalam mobil karena Naya masih belum masuk
“Oh,, I iya Bos…” jawab Naya masih bingung karena tidak menyangka ada mobil yang sudah menanti mereka
“Hm, memang bener orang kaya si Bos ini. Sepertinya ini mobil baru, aku tidak pernah melihat mobil ini sebelumnya” batin Naya
“Ini mobil Aydin dan itu sopir yang akan mengantar jemput kalian sekolah nanti. Namanya Pak Asep” jelas Derya
“Oh, salam kenal pak Asep saya Naya” sapa Naya ramah
“Iya Nyonya, salam kenal saya Pak Asep...” kata Pak Asep tersenyum ramah membalas Naya
“Antar saya ke perusahaan setelah itu baru antar anak saya kerumah” kata Derya kepada Pak Asep
“Baik Tuan” jawab pak Asep
“Lah, memangnya Anton kemana bos ?” Tanya Naya
“Dia ada urusan diperusahaan, jadi dia pergi lebih dulu tadi…” jawab Derya
“Oooh, Akhirnya tau juga saya kemana hilangnya tuh si Ton edan “ gumam Naya pelan namun ternyata masih terdengar oleh Derya yang duduk disampingnya sedangkan anak mochi sudah tertidur dipangkuan Naya
“Siapa Ton edan ?” kata Derya
__ADS_1
“Hehe, maksud Saya sekretaris anda Bos, Anton… waktu dibutik saya menanyakan keberadaanya kepada anda tapi tidak dijawab” kata Naya
“Oh” kata Derya
“Oh doang nih ?” batin Naya tidak terima dengan respon itu, panjang lebar dia berkata hanya itu respon yang didapat
“Ck, Naya apa yang kamu harapkan dari ayah bear ini Naya…” pikir Naya lagi yang menyadari memang seperti ini sikap si bos
Tak berapa lama mereka pun sampai didepan perusahaan M group, Derya pun turun dari mobil namun sebelum itu dia mendekat ke arah Naya
“Cup…” Derya mencium lembut kepala Aydin yang bersender dibahu Naya
“Jaga anak saya baik-baik, dia harta yang paling berharga dihidup saya” kata Derya sambil menatap Naya
“Si,,,siiiap Bos” kata Naya gugup karena Derya sangat dekat dengan dirinya
“Persiapkan diri kalian untuk acara pesta malam ini ” kata Derya dan setelah itu di langsung turun dari mobil tanpa menunggu respon Naya
“Ck, ya sudahlah… Pak Asep ayo kita langsung kerumah saja” kata Naya kepada sopir baru tersebut
“Baik nyonya…” jawab Pak Asep
“Pak, jangan panggil nyonya saya juga bekerja untuk Bos Derya pak. Saya babysitternya Aydin anaknya” kata Naya menjelaskan
“Em, tapi Tuan bilang saya akan menjadi supir Bunda anaknya Nyonya, jadi sudah seharusnya saya memanggil anda Nyonya” jelas Pak Asep bingung dengan pengakuan Naya
“Hm, Pak Asep panggil saya Naya saja ya. Walaupun membingungkan tapi begitulah adanya Pak. Saya kurang enak jika dipanggil nyonya padahal saya juga bekerja untuk Bos Derya” jelas Naya
“Hm, saya tidak berani nyonya” kata Pak Asep ragu
“Hm, ya sudahlah terserah Bapak saja…” kata Naya menyerah untuk menjelaskan kesalahpahaman Pak Asep
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~