
"Berangkat Bos ?” tanya Anton yang menunggu didepan mobil
“Masih ada satu hal yang harus aku pastikan sendiri Ton ! “ ucap Derya sambil berjalan melewati Anton
“Lah, Kemana bos ?” Tanya Anton mengiringi Derya berjalan
Tak ada sahutan dari Derya, dirinya sangat menghkawatirkan hal trersebut sehingga dia hanya fokus dan melangkah dengan cepat menuju tempat tujuannya
“Yah… si bos di kira urgent banget sampai tergesa-gesa gitu, ternyata laper toh mau cari makan di supermarket !” kata Anton menebak karena Derya tergesa-gesa masuk ke supermartket dekat apartemen sini
“Anton cari ibu mertua sekarang juga ! saya disebelah kanan kamu disebelah kiri !” perintah Derya saat mereka baru memasuki supermarket
“Ibu mertua ? maksudnya ibunya Naya ? berarti ibunya sarah juga dong !” gumam Anton sambil melangkah mencari keberadaaan ibu Naya
Keduanya mencari keberadaan ibu Naya dengan serius, walau tidak tahu apa yang terjadi namun mereka tetap mencari. Sampai terdengar suara keributan disalah satu lorong belanjaan.
“Bukh,,, bukh,,, bukh” terdengar suara pukulan ditelinga Anton diapun segera berlari menghampiri sumber suara tersebut
“Woy itu calon ibu mertua bosku mau kalian apakan !” teriak Anton langsung menerobos saat melihat Nisa di pegangi oleh dua orang berpakaian preman
“Bukh,,, bukh,,, lo siapa hah ? jangan pernah megang calon mertua bos gua ya !” ucap Anton meninju orang yang mengunci pergerakan ibunya Naya (Nisa) sampai pingsan
“Ibu tidak apa-apa ?” Tanya Anton memastikan calon ibu mertua bosnya ini
“Iya Nak Anton ibu gak papa, tapi itu Nak Derya…” ucap Nisa sambil menunjuk Derya yang mulai kewalahan karena dikeroyok oleh banyak orang
“Waaah, main keroyokan ya ! bentar aku telphone polisi dulu, bos bertahanlah !” ucap Anton mengeluarkan ponselnya untuk melapor ke polisi
“Nak Anton, itu Deryanya kena pukul Nak !” kata Nisa khawatir karena Derya yang berusaha menyelamatkan dirinya namun kini terjebak dikelilingi banyak penculik tadi
“Oh iya Bu. Gak papa kok Bu, yang terpenting itu keselamatan ibu ! kalau saya membantu bos kesana nanti ibu disini siapa yang jaga, nanti kalau itu penculik menyerang ibu kembali kan lebih gawat bu !” ucap Anton sambil mengamati bagaimana bosnya bertarung
Para pengunjung supermarket sudah di amankan oleh satpam disana, sehingga tidak ada yang mendekat diperkelahian antara Derya dan para penculik.
“Aduh ini polisi lama banget sih !” gumam Derya
__ADS_1
“Entar wajah gantengnya bos terluka gimana ? kan gak baik buat foto pernikahan besok” lanjut Anton khawatir
“Pak satpam ! jagaincalon ibu mertua bos saya dulu ya, saya mau bantu bos saya yang dikeroyok itu ! kalau polisi sudah datang segera arahkan buat nangkap mereka yang pakaian hitam-hitam ini ya ! awas jangan salah tangkap” ucap Anton memanggil pak satpam yang baru selesai mengamankan pengunjung
“Baik pak” sahut Pak satpam yang kini sudah siap siaga disamping ibunya Naya
“Oke, saatnya beraksi !” ucap Anton menggulung lengan kemejanya
“Angkat tangan ! jangan bergerak, kami dari pihak kepolisian mendapat laporan bahwa ada upaya penculikan yang terjadi disini !” tiba-tiba sekelompk polisi masuk sambil menodongkan senjata mereka
“Yah, kan belum sempat beraksi…” ucap Anton kecewa
Semua yang terlibat perkelahian menghentikan aksi mereka, Antonpun segera mendekati salah satu polisi dan mengatakan bahwa dia yang melapor.
“Pak, saya yang melaporkan kejadian. Itu bos saya yang berusaha menyelamatkan korban” ucap Anton menunjuk Derya
“Bos tidak apa-apa kan ?” ucap Anton sambil memeriksa kondisi wajah Derya saat dirinya sudah ada didekat bosnya tersebut
“Kenapa kamu hanya memeriksa wajah ku ton ! ini perutku yang kena tonjok yang kenapa-napa Ton !” ucap Derya kesal karena tindakan Anton
“Hm terserah. Bagaimana dengan ibu mertua ? beliau tidak terluka kan ?” Tanya Derya yang mengkhawatirkan keselamatan calon mertuanya
“Aman bos, ada Anton semua terselamatkan” ucap Anton menepuk dadanya bangga
“Hm, Ayo temui ibu mertua !” kata Derya berjalan melangkah
“Si bos mah, manggilnya ibu mertua mulu. Kan masih calon Bos !!!” ucap Anton sambil mengikuti langkah Derya
“Ibu tidak apa-apa ?” Tanya Derya khawatir
“Iya Nak Derya, ibu tidak apa-apa. Kamu sendiri bagaiamana ? bekas pukulan penculik tadi sepertinya mengenai kamu “ kata Ibu Nisa yang juga khawatir
“Tidak apa bu, yang penting ibu selamat. Mari kita duduk dulu untuk membicarakan kejadian ini agar mereka segera ditahan” ucap Derya sambil mengajak calon mertuanya duduk disalah satu kursi yang disediakan
Para polisi sudah mengamankan sekitar 7 orang pelaku dan Derya serta ibunya Naya dimintai keterangan agar hal ini segera diproses. Semua yang terjadi pada ibunya Naya ceritakan mulai dari dirinya yang tiba-tiba ditahan dan ingin dibius namun beruntungnya ada Derya yang segera menyelamatkannya. Sampai ditanya dugaan sementara motif dari penculikan ini, namun ibunya Naya juga tidak tau apa motif dari hal tersebut sehingga polisi memutuskan untuk menyeidiki motif kejadian ini dengan mengintrogasi pelaku.
__ADS_1
Setelah itu polisipun pergi dan tersisa Derya beserta Anton dan sang calon mertua
“Bu, Derya mau meminta ijin untuk menikahi Naya besok” ucap Derya langsung pada intinya
“Ck, si bos gak kenal tempat. Mana ada orang minta restu di supermarket gini” batin Anton yang melihat sang bos langsung tancap gas
“Maksud nak Derya ? bukankah pernikahan akan dilangsungkan seminggu lagi ?” Tanya ibunya Naya sedikit bingung
“Pernikahannya kami percepat bu, karena ada kakek saya yang keras kepala untuk menjodohkan saya dengan wnaita lain” ucap Derya terbuka dengan mertuanya
“Hah ? bagaimana maksudnya nak Derya ? apa Naya sudah mengetahuinya” Tanya sang ibu khawatir jika sang anak merasa dikhianati kembali
“Naya sudah tau semuanya bu, begini ceritanya….” Derya menceritakan apa yang terjadi pada mereka hari ini
“Saya berharap ibu merestui pernikahan kami yang akan dilangsungkan besok. Karena ini satu-satunya cara untuk bisa membuat kakek sadar dan tidka mengatur hidup Derya lagi Bu” kata Derya memohon
“Ya, ibu mengerti Nak bagaimana keadaanya. Ibu sangat merestui pernikahan kalian. Ibu harap dengan adanya pernikahan ini kakek kamu segera sadar bahwa kebahagiaan bukan sekedar harta kekayaan, namun kebahagiaan adalah hal sederhana yang dapat kita dapat ketika dikelilingi oleh orang yang kita sayangi” ucap Bu Nisa tersenyum hangat mengusap punggung Derya, dirinya sangat yakin bahwa Derya tulus mencintai anaknya Naya sehingga dirinya tidak akan menghalangi pernikahan keduanya.
“Terimakasih banyak Bu” ucap Derya tersenyum bahagia karena sang calon mertua sudah merestui
“Baiklah, mari saya antar ibu untuk kembali ke apartemen. Sudah ada Aydin dan Naya di apartemen bu mereka pasti menunggu kedatangan ibu” kata Derya mengajak mereka semua untuk keluar dari supermarket
Akhirnya, keselamatan sang calon ibu mertua sudah aman, restu juga sudah dikantongi baik itu dari pihak wanita dan pihak dari Derya yakni paman dari pihak sang ibu juga sudah dihubungi untuk menjadi wali pernikahan nanti dan kini Derya dapat fokus mengatur persiapan pernikahannya. Dirinya akan memperisiakan pesta pernikahan yang sederhana namun sangat bermakna, tentunya dengan tamu yang dibatasi agar tidak ada orang dari kakeknya yang menyusup untuk mengacau.
.
.
.
See you next episode ya 😉
Maaf ya author gak bisa double up dulu karena lagi sibuk bantu emak di dapur 🤭
Oh ya, entar sebelum lebaran bakalan ada yang gelar pernikahan nih. jangan lupa amplopnya ya, readers semua dikasih undang VIP sama anak mochi buat hadir di pesta pernikahannya Derta dan Naya ❤️❤️❤️
__ADS_1
Hm,,,, kira² gimana ya pesta pernikahan mereka 😁😁😁