
“Hm,,, ada apa dengan wanita ini ? kenapa tersenyum ?” batin Derya saat menatap wajah Naya yang terlihat cerah
“Manis…” gumam Derya pelan
“Hah, kenapa bos ?” tanya Naya yang samar-samar mendengar perkataan Derya
"Saya tidak berbicara..."jawab Derya
"Ooh..." respon Naya
“Lain kali kamu harus menjaga Aydin dengan benar ! jangan keluyuran kemana-mana” ucap Derya acuh
“Iya bos, siap” jawab Naya yang sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu
“Sekarang kenapa ekspresinya cemberut seperti itu ? lucu sekali...” batin Derya saat melirik Naya sekilas
“Haaah,,, ternyata ada benarnya tindakanku sebelumnya…” pikir Derya sambil mengingat bagaimana rencana yang sudah disusunnya
*Flashback
“Awasi wanita itu, laporkan setiap pergerakannya” ucap Derya kepada salah satu pengawal yang menjaga Aydin dan dan Naya disekolah
“Baik Bos ” kata seorang bodyguard yang ditunjuk untuk mengawasi Naya
“Kita berangkat !” ucap Derya kepada Anton yang ada dikursi kemudi.
Kini Derya dan Anton segera menuju perusahaan untuk memulai rapat mereka.
Derya menjalani paginya seperti biasa, disibukkan dengan urusan kantor. Namun ada hal yang mengganjal dipikirannya mengenai anaknya yang saat ini mulai bresekolah.
“Bos,,,” bisik Anton menegur Derya yang melamun ditengah rapat
“Ah iya, saya masih kurang setuju dengan jangka proyek ini terlalu memakan waktu ! harusnya bisa dipercepat lagi ! “ kata Derya yang sebelumnya sudah membaca proposal mengenai pembangunan hotel baru miliknya
“Tapi jika ingin mempercepat pembangunan kita harus menambah pengeluaran Bos, apa ini tidak terlalu menguras kantong perusahaan ?” kata salah satu manager yang mengikuti rapat
“Ya ini akan menambah pengeluaran kita, tapi jika dilihat dari peluang pembangunan hotel ini kita akan mendapat agregat yang lebih jika dibangun lebih cepat sebelum ada pesaing yang juga melihat peluang yang sama” ucap Derya yang sudah menganalisis peluang bisnis agar omset yang mereka dapatkan lebih tinggi
Rapatpun berjalan dengan alot karena Derya selalu ingin sesuai dengan rencananya dan keuntungan yang optimal. Namun ditengah-tengah rapat sebuah pesan masuk di ponsel Derya.
“Lapor Bos, dia sedang mendekati seseorang” isi pesan tersebut beserta sebuah foto disana
__ADS_1
“Ck, baru sebentar dia sudah keluyuran mendekati laki-laki” batin Derya kesal
“Rapat saya cukupkan sampai sini. Pastikan perbaharui proposal dan desain ulang interior yang mengacaukan pemandangan itu !”kata Derya kemudian langsung berdiri dan meninggalkan ruang rapat
“Bos, kenapa ? ada apa Bos ?” tanya Anton yang tergesa-gesa mengikuti Derya
“Siapkan mobil, kita kesekolah sekarang !” ucap Derya sambil berjalan cepat menuju lift
“Hah ? apa terjadi sesuatu ?” tanya Anton penasaran
“Kamu terlalu banyak bertanya, apa mau saya potong gaji kamu ?” kata Derya yang sudah kesal sejak tadi
“Ah jangan Bos, saya diam…” kata Anton sambil menutup resleting mulutnya agar tidak bertanya lagi dan segera manelpon seseorang untuk menyiapkan mobil
Mereka pun melajukan mobil kesekolah, tanpa tahu kenapa Anton hanya menjalankan mobil sesuai perintah Bosnya yang sanagt sulit ditebak. Ketika sampai disekolah Derya langsung keluar dari mobil…
“Ton, jemput Aydin dan tunggu dimobil !” perintahnya saat membuka pintu untuk turun
“Baik Bos” sahut Anton
Deryapun berjalan dengan langkah besar, menuju sebuah kantin yang cukup ramai kala itu.
“Ck, benar-benar wanita itu. Berani-beraninya dia berdekatan dengan laki-laki dan tidak menjalankan tugas menjaga Aydin dengan baik. Dia berjanji untuk selalu ada disamping Aydin, sekarang apa ini ?” gumam Naya dalam batinnya saat melihat Naya mendekati pria tersebut
“Kamu memang cerdas Derya !” batin Derya memuji dirinya sendiri sambil tersenyum
“Bos, kenapa anda senyum ?” tanya Anton yang ternyata mengintip dari kaca spion depan
“Apa ? siapa yang tersenyum !” kata Derya dingin
“Hehe, tidak ada bos…” kata Anton mengalah karena tidak ingin kena potong gaji lagi
“Haaah, apa yang kamu pikirkan Derya ? kenapa malah memikirkan wanita ini” kata Derya yang tersadar akan alam bawah sadarnya yang memikirkan Naya
“Tapi jika dilihat-lihat dia tipe wanita yang penyayang. Pantas saja Aydin sangat menyukainya…” batin Derya lagi
“Akh, ada apa dengan ku hari ini ? kenapa terus memikirkan wanita ini, sadar Derya !” batin Derya sedang berdebat antara logika dan perasaan
“Masih lama ya bos nasi padangnya ?” tanya Naya yang sejak tadi menunggu kedatangan nasi padang
“Bos !” ucap Naya kembali karena tidak dihiraukan oleh Derya
__ADS_1
“Hah iya ? apa ?” tanya Derya sedikit kelabakan karena yang sedang dipikirkannya menyapa dirinya
“Bos kenapa sih ? mulai budek ya ? saya nanya nasi padangnya apa masih lama ?” tanya Naya yang kesal
(siapa suruh orang lapar disuruh nunggu, plus dibuat kesal ya gak bisa nahan amarah lah ye kan ???)
“Kenapa jadi kamu yang marah sih, mana saya tau itu nasi padang sudah sampai mana ? kamu pikir saya bisa telepathy sama nasi padang ?” jawab Derya asal
“Humfttt,,,” Anton yang mendengar perdebatan tersebut ingin tertawa tapi ditahannya
“Apa ! mau ngetawain saya ?” tanya Derya yang tiba-tiba jadi sensian
“Gak bos, gak berani…” ucap Anton sambil mengangkat tangannya pasrah
“Ya ditelpon gitu bos yang nganterinnya, sudah sampai mana ?” kata Naya memberitahu keinginanya
“Siapa kamu menyuruh saya ?” tanya Derya dingin
“Bundanya Aydin” sahut Naya
“Yeeeeyyy, Aydin sayang Bunda… Cup…” sahut anak mochai yang sejak tadi sibuk memakan macaron dan kemudian mencium Naya
“Siapa bilang kamu Bundanya Aydin ? kamu itu hanya pengasuh Aydin !” kata Derya
“Ya saya tau, tapi Aydin kan manggil saya Bunda. Jadi saya menjadi Bunda Aydin hanya sebatas nama, saya tau kok bos” jelas Naya
“Hm,,,,” sahut Derya acuh
Tak berapa lama akhirnya pesanan nasi padang datang, Naya segera mengambilnya dan makan dengan lahap dibangku taman yang ada diparkiran, dia tidak peduli dengan Derya yang menatapnya, Naya tetap memakan makanannya dan sesekali dia menyuapi anak moch yang selalu lengket dengan dirinya.
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Hari ini double up ✌️ karena author udah buat para readers di gantungin beberapa episode kemaren, hehehe 😁
Thanks semua yang sudah setia membaca I Want Bunda 💜 salam dari anak mochi ❤️❤️❤️