
Pagi hari menyapa sosok mungil yang nyaman didekapan seseorang, dia adalah Aydin. Pagi hari yang sejuk, namun merasa hangat karena kasih sayang seseorang yang dia sayang, Aydin mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang ada diruangan itu kemudian menatap seseorang yang memeluk dirinya…
“Ayah ?” kata Aydin bingung, pasalnya Aydin kira dirinya tidur dengan sang Bunda dan berada dalam dekapan Bundanya
“Hm,,, pagi Aydin…” jawab Derya dengan suara serak khas bangun tidur
“Dimana Bunda ? kenapa ada Ayah disini ?” tanya Aydin
“Jangan lagi cari-cari wanita itu !!! sudah Ayah tegaskan bukan, jika wanita itu bukan Bunda kamu…” kata Derya yang sangat tidak menyukai jika Aydin menyebut tentang Naya
“Tapi Aydin ingin Bunda Naya, Aydin tidak ingin Bunda yang lainnya…” kata Aydin yang sudah biasa dengan sikap Ayahnya yang suka mengatur itu
“Ayo Ayah tunjukkan Bunda kamu yang sebenarnya, cepat kamu mandi dan bersiap !” perintah Derya, dia berniat untuk menceritakan siapa Bunda kandung Aydin agar Aydin tidak menginginkan kehadiran Naya lagi
“Kata Ayah Bunda Aydin yang sebenarnya sudah tidak ada ? terus bagaimana Ayah menemukan Bunda Aydin ???” tanya Aydin yang masih tidka paham
“Kamu bersiap saja, nanti kamu juga akan mengetahuinya” kata Derya sambil berjalan keluar dari kamar Aydin
“Baik Ayah…” Kata Aydin
Tak berapa lama dibantu dengan bi Lastri Aydin pun siyap, dia sudah mengenakan pakaian bermerknya itu. Dilanjutkan dengan sarapan pagi yang dingin, tanpa nuansa kebahangatan disana. Kini merekapun siap, untuk menuju tempat Bunda kandung Aydin…
“Aydin, Ayo berangkat ! Sekarang sudah jam 07.30 Ayah hanya punya waktu sebentar sebelum masuk kanto hari ini” kata Derya mengingat jadwalnya
“Baik Ayah…” kata Aydin sammbil berjalan mengikuti langkah Derya
__ADS_1
Kini mereka sudah ada didalam mobil. Derya sama sekali tidak ada menjelaskan tentang Bunda kandung Aydin, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing dan setelah keheningan panjang yang menemani perjalanan 15 menit mereka kini mereka tiba ketempat yang ingin dituju
“Aydin ayo turun, ayah akan memberi tahu maksud dari ucapan ayah bahwa Bunda kamu yang sudah tidak ada” kata Derya samabil menunggu Aydin menghampirinya
“Tempat apa ini Ayah ?” tanya Aydin yang baru pernah datang ke tempat ini
“Ini adalah pemakaman, tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang bernyawa…” jawab Derya
“Ohhh,,,” kata Aydin paham dia sepertinya pernah mendengar kata itu di salah satu video yang ditontonnya
“Kita sampai, ini adalah Bunda kandung Aydin, Naura itu nama Bunda kamu. Tempat peristirahatan terakhir Bunda Aydin, makanya Bunda Aydin sudah tidak ada lagi…” kata Derya sambil menatap sendu makan istrinya
“Bunda Aydin ada didalam sini ya Ayah ? Apa Aydin bisa bertemu Bunda ?” tanya Aydin yang antusias karena dia memiliki Bunda
“Bunda kamu sudah meninggal, sudah tidak ada lagi didunia ini. Aydin dapat menmuinya disini dan berdo’a untuk Bunda, Bunda pasti senang jika Aydin mengirimkan do’a untuk Bunda” kata Derya lembut sambil mengusap kepala Aydin
“Jika Aydin selalu mendo’akan Bunda, Bunda pasti akan menemui Aydin dan menemani Aydin sampai tumbuh besar. Bunda Aydin akan selalu ada disini dan disini Ayah” kata Derya sambil menunjuk dada Aydin dan dirinya
Aydin yang masih terlalu kecil memahami maksud ayahnya hanya diam, dia baru pertama kali menemukan sang Ayah yang tidak seperti biasanya. Mata sendu dengan suara lembut agak serak dan Aydin juga melihat sang Ayah menitikkan air mata sambil menaburkan kelopak mawar diatas makan tersebut. Aydin hanya diam meperhatikan Ayahnya yang nampak lain pagi ini.
“Aydin, ayo sini kita berdo’a untuk Bunda” kata Derya mengajak Aydin untuk berjongkok disamping dirinya
“Baik ayah” kata Aydin dan melakukan keinginan Ayahnya
Derya memimpin Aydin untuk membaca alfatihah dan kemudian mendo’akan Bunda Aydin,,, Derya terhanyut dalam do’anya dia sepertinya sangan merindukan istrinya itu…
__ADS_1
“Aydin, besok aka nada guru mengaji yang akan datang kerumah untuk mengajari kamu…” kata Derya setelah mereka selesai berdo’a
“Baik ayah, terimakasih” jawab Aydin sambil tersenyum
“Hm,, iya… ayo kita pergi !” ajak Derya
“Hm,,,” jawab Aydin sambil menganggukan kepalanya
Aydin akhirnya memahami bahwa dirinya memiliki Bunda, namun Bundanya tidak bisa menemaninya bermain dan memeluk dirinya…
Aydin pikir dirinya harus mencari Bunda baru agar bisa menemaninya dan memeluk dirinya dan itu adalah Naya, sosok yang mengisi kehangatan dalam dirinya dan membuat anak itu tidak ingin berjauhan dengan Naya…
“Hm,,, Aydin harus bertemu dengan Bunda secara diam-diam. Jika Aydin minta ijin dengan Ayah pasti tidak diperbolehkan. Bagaimana ya caranya agar Aydin bisa bertemu Bunda ? Aydin sudah sangat rindu dengan Bunda” batin Aydin yang terus memikirkan Naya.
Aydin senang saat tahu bahwa sebenarnya dia memiliki Bunda, namun Aydin tetap menginginkan Naya menjadi Bundanya, dia menyukai cara Naya menjaga dan menyayanginya. Anak Mochi ini benar-benar sudah jatuh hati pada sosok Naya yang baru hadir dalam hidup Anak Mochi tersebut.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~