I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 175


__ADS_3

Sementara itu, dibawah langit yang sama namun berbeda tempat ada seseorang yang sedang murung. Dia duduk diatas ranjangnya dengan kedua tangan terlipat didada, tidak ingin bicara dengan siapapun bahkan tidak ingin makan dan melakukan apapun sampai keinginannya dituruti.


“Bos kecil ayolah, makan ya ! nanti sakit. Tang ting ting tang tung,,, “ ucap Anton yang sedang membujuk anak mochi


Aydin hanya menggeleng dengan wajah merengut, dia benar-benar ingin menyusul Bundanya. Takut jika ayahnya tidak berhasil menjaga sang Bunda dari teman yang bisa makan orang itu.


“Rah gimana nih ? sebagai calon ibu yang baik, bujuk dong ponakannya biar mau makan” ucap Aton menyerahahkan tugas kepada Sarah


“Sarah belum mau jadi ibu-ibu om, Sarah masih mau sekolah” ucap Sarah salah tangkap


“Maksud aku nanti Sarah, bukan sekarang !” jawab Anton


“Oooh… Nanti” ucap Sarah sambil mengangguk paham


“Nih makanan Aydin, kamu bujuk dia biar mau makan” ucap Anton sambil menyerahkan nampan berisi makanan


“Lah terus om mau kemana ? mau kabur dari tanggungjawab” ucap Sarah


“Iya, saya gak mau tanggungjawab” ucap Anton kesel, padahal dia hanya ingin kebalkon kamar itu untuk menghirup udara segar


“Om jangan gitu, tidak bertanggungjawab itu adalah pria yang tidak baik” ucap Sarah menansihati


“Hm, tumben bener…” ucap Anton mengangkat satu alisnya bingung dengan ucapan yang keluar dari mulut Sarah


“Kan Sarah selalu benar om, Sarah tidak pernah melakukan perbuatan yang salah yang melanggar hukun” ucap Sarah dengan polos


“Iye, udah itu bujukin ponakannya dulu Rah. Aku mau ke balkon bentar nyari udara siapa tau dapat ide” ucap Anton terus berjalan


“Om Anton itu aneh deh Aydin, masa udara dicari ? kan udara selalu ada kalau tidak ada mati dong kita, Nih udara !!!” ucap Sarah sambil tangannya mengapai sesuatu yaitu udara


Aydin yang melihat hanya memiringkan kepalanya bingung dengan kelakukan auntynya yang satu ini.


“Apa aunty bisa meminjamkan telphonenya ke Aydin ?” Tanya Aydin yang akhirnya mau bicara


“Nih, kamu main game kan ? lakukan saja aunty tidak akan bilang Bunda kamu” ucap Sarah sambil menyerahkan pnselnya dengan enteng


Aydin menggeleng, menjawab bahwa dia tidak ingin main game


“Hm, mau nonton youtube pastikan ?” tebak Sarah lagi, Aydin menggeleng lagi.


“Aydin mau ngapain sih, kasih tau aunty dong” ucap Sarah memelas


Aydinpun menghadapkan layar ponsel kea rah Sarah


“Oh iya, handphonenya belum kebuka ya ? Sini aunty masukkan polanya, hehehe…” ucap Sarah yang malu sendiri


“Bunda ?” ucap Aydin singkat


“Bunda kamukan sedang pergi dengan Ayah, Aydin lupa ya ?” jawab Sarah yang lupa tujuan utamanya untuk membujuk Aydin makan


“Nomer Bunda ?” ucap Aydin lagi

__ADS_1


“Ada, aunty punya kok nomer Bunda kamu” ucap Sarah menjawab dengan pasti


“Aydin mau nelphone Bunda aunty, soalnya tablet Aydin mati” ucap Aydin lebih jelas


“Inalillahi, sejak kapan tablet Aydin mati ?” ucap Sarah yang jawabannya tidak sesuai dengan harapan Aydin


“Tuh…” ucap Aydin menunjuk dengan telunjuknya


“Bos kecil boleh menelphone Bunda asalkan makan dulu, setelah makan baru menelphone bagaimana ?” ucap Anton yang mendengar percakapan mereka tadi langsung bernegosiasi


“Tidak, Aydin mau menjemput Bunda jika om ingin Aydin makan. Om Anton tolong bawa Aydin menjemput Bunda” pinta anak mochi memohon


“Hm,,, Baiklah…” ucap Anton


“Setuju ?” Tanya Aydin memastikan


“Ya” ucap Anton singkat, sambil memandang Sarah untuk menyuapi Aydin


“Kenapa om memandang Sarah gitu ?” Tanya Sarah yang tidak paham dengan kode Anton


“Suapi Aydin !” ucap Anton kemudian turun kebawah


Sebenarnya Anton sedang memutar otaknya untuk mengakali keinginan Aydin ini, mana berani asisten kerajaan menganggu honeymoon baginda raja dan kenjeng ratu yang ada tidak dapat gaji untuk 2 bulan kedepan.


“Ck, apa yang harus kulakukan ? Sepertinya aku akan mengajaknya berkeliling dengan mobil saja sampai tertidur” ucap Anton akhirnya menemukan ide


Beberapa menit berlalu, Antonpun kembali naik ke kamar untuk memeriksa apakah Aydin sudah selesai makan. Dirumah hanya ada Sarah, Anton, dan Aydin. Karena para pembantu diliburkan oleh Derya sebagai hadiah atas kelulusan Naya, ibu dan juga Dinda sedang ada pertemuan orang tua disekolah. Maka tertinggallah mereka berdua dirumah ini.


“Sudah om, ini piring kotornya mau Sarah bawa kebawah” ucap Sarah berdiri dari duduknya


“Tuhkan laper juga nih anak. Sampai-sampai itu makanan habis gak bersisa” batin Anton saat melihat isi piring yang kosong


“Aydin mau telephone Bunda” ucap Aydin meminta Sarah untuk mencarikan nomer Bundanya


“Kenapa di telephone ? kan kita juga ingin menghampiri mereka” ucap Anton ingin mencegah


“Tuuut,,, tuuut,,,tuuut,,,” Nada hubung terdengar, namun begitu lama menunggu akhirnya telephone tidak dijawab oleh orang disebrang sana


“Tuhkan pasti kanjeng ratu sedang sibuk Bos kecil” ucap Anton merasa lega karena telphone tidak dijawab


“Hm…” ucap Aydin cemberut namun masih mengutak atik handphone Sarah


“Jangan murung bos, ya sudah ini om Anton siapkan mobil ya, nanti kalau sudah siap kamu sama Sarah susul kebawah” ucap Anton mencoba menghibur


“Em” ucap Aydin sambil mengangguk paham


Sesaat kemudian Sarah datang dan Aydin bergegas mengajaknya turun kebawah untuk berangkat menyusul kedua orang tuanya.


“Aunty, apa Aydin boleh meminjam ponsel aunty sepanjang jalan ?” Tanya Adyin dengan sopan


“Boleh, kamu pakailah. Aunty juga akan tidur saja nanti” ucap Sarah sambil mengelus sayang kepala Aydin

__ADS_1


“Terimakasih aunty” ucap Aydin kemudian dia mengambil tasnya dan mengisinya dengan mandiri


“Ayo aunty” ajak anak mochi sambil menggandeng tangan auntynya


“Berangkat !!!” ucap Sarah yang juga sudah siap dengan tasnya


“Apakah sabuk pengamannya sudah kalian pasang ?” Tanya Anton memastikan keselamatan orang yang dibawanya, ada Sarah duduk disampingnya dan aank mochi duduk dibelakang sendiri samba diputarkan kartun kesayangannya melalui telivis yang ada dimobil.


“Sudah om” jawab Aydin


“Baiklah, berangkaat…” ucap Anton sambil menginjak gas dengan pelan


Antonpun sengaja mengambil arah berlawanan dari villa tempat Derya dan Naya berada


“Om, seharusnya belok kanan ? apa om tidak hapal jalan ?” Tanya anak mochi


“Eh, iya bos ini jalan pintas” ucap Anton kaget karena Aydin tahu jalan bahwa mereka harusnya berbelok kearah kanan


“Hm…” hanya itu respon dari Aydin


Hening kembali tercipta, Sarah si tukang ngorok sudah tertidur pulas dikursinya, sedangkan anak mochi asyik menonton serial kartunnya. Anton mengemudi dengan tenang.


“Om, disini belok kiri” ucap anak mochi tiba-tiba


“Hah, eh iya…iya bos…” ucap Anton kaget dan refleks mengikuti perkataan Aydin


“Bos, kenapa sepertinya anda mengetahui jalan menuju villa ?” Tanya Anton akhirnya


“Aydin melacak lokasi Bunda dengan ponsel aunty Sarah” ucap Aydin dengan santai


“Oooooooohhh…” Anton hanya menyesali kebodohannya yang lupa akan kepintaran seorang Aydin Ilker Murat


“Ck. Aku lupa jika ini anak bos, pasti memiliki banyak akal. Sesuai juga sih, susu yang diminumnya juga mahal banget rugi kalau tidak pintar” gumam Anton dalam hainya


“Humf,,, sepertinya aku harus memutar akal lagi” batin Anton sambil menghembuskan nafas kasar


“Belok kanan Om” ucap Aydin mengarahkan kembali


Anton hanya bisa mengikuti saja sambil berusaha mencari ide lain.


“Kenapa aku tidak memikirkan plan B ya untuk yang satu ini” batin Anton menyesal sendiri


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️

__ADS_1


Bun, kalau punya anak secerdas Aydin apakah yang akan kalian lakukan ? 😁


__ADS_2