I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 192


__ADS_3

"Terimakasih” ucap anak perempuan tersebut tidak menangis lagi


“Rasanya manis, apa kamu tidak memakannya ?” Tanya Aydin sambil menatap strawberry yang diberikannya


“Hm” respon anak tersebut mengangguk sambil memakan strawberrynya


“Manis ?” Tanya Aydin


“Hm, iya” ucapnya lagi sambil tersenyum


"Kan apa Aydin bilang, strawberry itu manis" ucap anak mochi senang


“Dadah Naura, Aydin kesana ya” ucap Aydin sambil menunjuk Ayahnya yang sudah mulai celingak celinguk mencari keberadaan Aydin


“Dadah” ucapnya anak perempuan tersebut


“Ayaaah ! Ayo kita kekamar Bunda” ucap Aydin kini sudah berada disamping Derya


“Darimana saja kamu boy ? jangan pergi tanpa ijin ayah” ucap Dreya memperingati anaknya


“Maaf Ayah, Aydin tadi kesana sebentar” tunjuk Aydin kini disana hanya ada sebuah kursi kosong


“Ada siapa disana ?” Tanya Derya bingung


“Tadi ada teman Aydin” jawab Aydin


“Ya sudahlah, ayo kita kekamar Bunda” ucap Derya sambil menggandeng Aydin


Langkah kaki tersana ringan, anak mochi dengan semangat mengikuti langkah besar sang Ayah. Dirinya juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Bunda dan kedua adiknya.


“Ayah, apa adik mirip dengan Aydin ?” Tanya Aydin sambil berjalan


“Tidak, mereka mirip Ayah dan Bunda” jawab Derya


“Hm, tapikan mereka adik Aydin. Kenapa tidak mirip dengan Aydin ?” Tanya Aydin sambil cemberut


“Ya kalau mau mirip bikin sendiri boy” batin Derya


“Mungkin ada mirip sedikit dengan Aydin, nanti kakak lihat saja” ucap Derya


“Apa adik ada didalam yah ?” Tanya Aydin saat mereka tiba didepan sebuah pintu ruangan


“Ya” ucap Derya membuka pintu dengan pelan


“ADIIIIIIIK BAYIIII ! Kakak Aydin datang” teriak Aydin saat baru masuk kedalam ruangan


“Oeeeek,,, oeeek,,,” kedua bayi tersbeut langsung menangis karena kaget


“Astagfirullah” Naya terkaget karena saat ini dia sedang menyusui bayi perempuan


“Siapa Nak ?” Tanya Nisa yang saat ini sedang berada dikamar mandi


“Ada Aydin dan Mas Derya bu” jawab Naya


“Horeeee… adik bayi senang karena kakak datang” ucap anak mochi berteriak semakin membuat suasana dalam ruangan ricuh


“Bunda. Aydin ingin menggendong adik bayi, boleh ?” ucap Aydin segera menghampiri Bundanya yang masih diatas kasur sambil menenangkan bayi perempuan, sedangkan Derya menggendong baby laki-laki yang menangis

__ADS_1


“Adik ayo kita main bola” ucap Aydin pada baby yang ada digendongan Naya


“Sayang, jangan berteriak terlalu keras ya. Adik bayinya jadi kaget sehingga menangis” ucap Naya memberitahu Aydin


“Maaf Bunda” ucap Aydin tertunduk


“Tidak apa sayang, kan Aydin masih belajar biar bisa jadi kakak yang baik” ucap Naya mengelus rambut Aydin


“Bunda, apa adik bisa bermain bola dengan Aydin ?” Tanya anak mochi bersemangat kembali sambil memegang tangan bayi tersebut


“Sayang, ini adik perempuan. Mereka juga masih kecil belum bisa berjalan jadi belum bisa bermain bola dengan Kakak” ucap Naya menjelaskan


“Adik perempuan ? Aydin ingin adik seperti Aydin, biar bisa bermain bola Bunda” rengeknya


“Sayang, ingat pesan Bunda. Aydin harus sayang pada adik-adik Aydin apapun jenis kelaminnya. Iyakan ?” ucap Naya mengingatkan


“Iya Bunda, adik perempuan juga lucu dan menggemaskan. Cup…” ucap Aydin memperhatikan wajah baby tersebut lalu menciumnya


“Nah yang ini baru laki-laki boy, sama seperti kakak” ucap Derya mendekat kepada mereka yang berada diatas ranjang


“Hay teman” ucap Aydin sambil mengangkat tangannya ingin melakukan tos


“Ayah, dimana tangan adik ?” Tanya Aydin bingung karena dia tidak bisa melakukan tos ala lelaki yang seperti biasa dia lakukan dengan kawan-kawannya disekolah


“Ada didalam sini kak, Adik harus dibungkus seperti ini biar terus hangat” ucap Derya


“Ooooh, Aydin juga ingin seperti adik biar hangat yah” ucap anak mochi masuk kedalam selimut


“Hahaha, shhht… Kakak sudah besar, jadi tidak perlu dibedung seperti adik lagi sayang” ucap Naya tidak bisa menahan tawanya


“Iya mas, maaf” ucap Naya menatap sang suami sambil tersenyum


“Hm…” sahut Derya yang sudah berhasil menidurkan kembali baby boy mereka


“Yang lain mana Mas ?” Tanya Naya


“Tok,tok,tok,,,” seseorang mengetuk pintu dari luar


“Mungkin itu mereka sayang” ucap Derya membukakan pintu


“Ceklek” pintu dibuka dan benar saja itu adalah mereka


“Kakaaaak, apa melahirkan itu sakit ? bagaimana perasaa kakak ?” Tanya Sarah yang penasaran dengan rasa melahirkan


“Kamu akan merasakannya nanti Rah, setiap ibu punya perjuangannya masing-masing” jawab Sarah


“MasyaAllah tabarakallah, lucunya cicit grandma” ucap Alara yang tidak dapat membendung kegemasannya pada anak yang digendong Derya


“Apa boleh saya menggendongnya ?” Tanya Alara


“Iya grandma, silahkan” ucap Derya sambil menyerahakan Baby boy tersebut


“Waaaah, lucunyaa…” ucap Sarah gemas dan ingin memegang pipi bayi perempuan tersebut


“Rah jangan dicubit pipinya, Entar ileran” tegur Nisa yang sudah keluar dari kamar mandi


“Eh ibu, tau aja kebiasaan Sarah kalau sama anak kecil. Hehehe” ucap Sarah tidak jadi mencubit gemash pipi baby girl tersebut

__ADS_1


“Kak, apa boleh Dinda menggendongnya ?” Tanya Dinda


“Kamu bisa din ?” Tanya Naya


“Iya kak, Dinda juga sering menjaga anak tetangga” ucap Dinda


“Wah, kok kakak tidak tau Din. Nanti sering-sering atuh cerita sama kakak” ucap Naya sambil memberikan baby girl pada Dinda


“Bunda, kan Aydin tadi lebih dulu meminta untuk menggendong adik” rengek Aydin yang tidak kebagian jatah


“Sini, Aydin biar aunty saja yang gendong” ucap Sarah


“No aunty. Kakak udah besar !” ucap Aydin sambil cemberut


“Utuuu,utuuu,utuuuu, ternyata kakak Aydin sudah besar ya. Nih strawberry buat kakak Aydin” ucap Sarah mengeluarkan buah tersebut dari tasnya


“Yeaaay Strawberry ! terimakasih aunty” ucap Aydin senang dan kemudian makan strawberry dengan tenang disalah satu kursi diruangan tersebut


“Apa bayinya sudah diberi nama ?” Tanya Metin tiba-tiba membuat semua orang terdiam


“Derya sudah menyiapkan nama untuk mereka kek. Tapi masih bingung untuk nama depan Baby Boy” ucap Derya memberitahu


“Katakanlah” ucap Metin


“Untuk baby perempuan namanya adalah Kila Emira Murat yang artinya seorang putri yang berkilau dan dapat mewujudkan semua keinginanya. Untuk baby boy Derya juga ingin menggunakan huruf K sebagai awalan, tapi masih bingung belum bisa menentukan” ucap Derya memberitahu semua


“Waaaah bagus sekali nama bayi perempuannya Kak. Hay Kila ini aunty Sarah” ucap Sarah bermain dengan baby K yang ada digendongan Dinda


“Bagaimana dengan Kivanc, seorang bayi yang ceria” ucap Metin sambil melihat wajah tersenyum cicitnya itu


“Ya, bayi laki-laki ini sangat ceria. Lihat dia tersenyum walau sedang tidur” ucap Alara


“Bagus kek, Kivanc Emir Murat. Seorang pangeran yang ceria dan dapat mewujudkan semua cita-cita dalam hidupnya” ucap Derya ikut tersenyum


“Bagaimana sayang ?” Tanya Derya pada Naya


“Bagus Mas, Naya setuju” ucap Naya juga ikut tersenyum.


Sebenarnya Derya sudah menyiapkan nama anaknya namun entah kenapa dirumah sakit dia berucap seperti itu dan memberi kesempatan pada kakek untuk memberi nama.


“Hai Kivanc, Assalamu’alaikum” ucap Alara menyapa bayi yang digendongnya


Semua orang bergantian menggendong kedua bayi tersebut, walau keduanya tidur namun keceriaan dalam ruangan tidak redup sedikitpun.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Baby K sudah punya nama guys 🤩


Welcome baby Kivanc and Kila ❤️ aunty² online menyambut kehadiran kalian 🤗 entar boleh kok kalo mau gantian gendong online 🤭

__ADS_1


__ADS_2